10 Jenis Nama Merek HAKI yang Pasti Ditolak: Konsultasikan Dulu agar Tidak Rugi

10 Jenis Nama Merek HAKI yang Pasti Ditolak: Konsultasikan Dulu agar Tidak RugiMemilih nama merek merupakan langkah strategis dalam membangun identitas bisnis. Banyak pelaku usaha menghabiskan waktu untuk menciptakan nama yang menarik, mudah diingat, dan memiliki nilai branding yang kuat. Namun tidak sedikit yang baru menyadari bahwa nama tersebut tidak dapat didaftarkan secara hukum ketika proses pendaftaran merek diajukan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Kondisi ini sering menimbulkan kerugian karena bisnis sudah berjalan, promosi sudah dilakukan, tetapi merek tidak bisa mendapatkan perlindungan hukum.

Dalam sistem perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Indonesia, tidak semua nama dapat dijadikan merek dagang. Ada sejumlah ketentuan hukum yang mengatur jenis nama yang tidak dapat didaftarkan sebagai merek. Aturan ini dibuat untuk melindungi konsumen, menjaga persaingan usaha yang sehat, serta mencegah terjadinya kebingungan di pasar akibat penggunaan merek yang mirip atau menyesatkan.

Banyak permohonan merek yang ditolak oleh DJKI karena pemohon tidak memahami ketentuan dasar dalam penamaan merek. Padahal, proses penolakan ini dapat dihindari jika sejak awal dilakukan analisis merek secara tepat. Konsultasi sebelum pendaftaran menjadi langkah penting agar nama yang dipilih memiliki peluang besar untuk diterima sekaligus memberikan perlindungan hukum yang maksimal.

Beberapa penyebab umum penolakan merek antara lain:

  • Nama merek memiliki kemiripan dengan merek yang sudah terdaftar
  • Nama merek terlalu deskriptif atau hanya menjelaskan produk
  • Nama merek mengandung unsur yang menyesatkan konsumen
  • Nama merek menggunakan simbol negara atau lembaga resmi
  • Nama merek tidak memiliki daya pembeda yang kuat

Kesalahan dalam memilih nama merek tidak hanya berdampak pada penolakan permohonan, tetapi juga dapat menghambat perkembangan bisnis di masa depan. Oleh karena itu, sebelum mengajukan pendaftaran merek, pelaku usaha sangat disarankan untuk melakukan analisis dan konsultasi terlebih dahulu agar merek yang digunakan benar-benar memenuhi syarat perlindungan hukum.

Nama Merek yang Sama atau Mirip dengan Merek Terdaftar

Salah satu alasan paling umum penolakan pendaftaran merek adalah adanya kemiripan dengan merek yang telah terdaftar sebelumnya. Dalam sistem perlindungan merek, negara memberikan hak eksklusif kepada pemilik merek yang telah lebih dulu mendaftarkan dan memperoleh perlindungan hukum.

Kemiripan merek tidak selalu berarti sama persis. Dalam banyak kasus, merek dapat dianggap mirip jika memiliki kesamaan dalam pengucapan, bentuk tulisan, atau makna yang dapat menimbulkan kebingungan di kalangan konsumen. Oleh karena itu, pemeriksa merek di DJKI akan melakukan analisis secara menyeluruh sebelum memutuskan apakah suatu merek dapat diterima atau harus ditolak.

Masalah ini sering terjadi karena pemohon tidak melakukan pengecekan merek terlebih dahulu sebelum mengajukan permohonan. Tanpa analisis yang tepat, peluang penolakan menjadi lebih tinggi karena ternyata sudah ada merek lain yang memiliki kemiripan.

Beberapa bentuk kemiripan merek yang sering menjadi alasan penolakan antara lain:

  • Kesamaan penulisan dengan merek yang sudah terdaftar
  • Pengucapan merek yang terdengar sama
  • Kemiripan visual dalam bentuk logo atau huruf
  • Makna atau arti kata yang sama
  • Kombinasi kata yang menimbulkan kebingungan konsumen

PERMATAMAS membantu pelaku usaha melakukan analisis merek secara mendalam sebelum pendaftaran diajukan sehingga risiko penolakan akibat kemiripan dengan merek lain dapat diminimalkan sejak awal.

Nama Merek yang Bersifat Deskriptif atau Menjelaskan Produk

Nama merek yang hanya menjelaskan jenis atau karakteristik produk biasanya memiliki peluang kecil untuk diterima dalam pendaftaran merek. Hal ini karena merek harus memiliki daya pembeda yang cukup untuk membedakan produk satu perusahaan dengan produk perusahaan lain.

Sebagai contoh, penggunaan nama yang secara langsung menyebutkan jenis produk atau kualitas produk sering dianggap terlalu umum. Jika merek hanya menjelaskan fungsi atau jenis barang, maka merek tersebut tidak memiliki keunikan yang cukup untuk mendapatkan perlindungan hukum.

Aturan ini dibuat untuk mencegah monopoli penggunaan kata-kata umum yang seharusnya dapat digunakan oleh semua pelaku usaha dalam menjelaskan produknya.

Beberapa contoh nama merek yang berpotensi ditolak karena bersifat deskriptif antara lain:

  • Nama yang hanya menyebutkan jenis produk
  • Nama yang menjelaskan kualitas produk secara langsung
  • Nama yang menunjukkan fungsi produk secara umum
  • Nama yang menggunakan istilah generik di industri tertentu
  • Nama yang terlalu umum digunakan dalam perdagangan

PERMATAMAS membantu pelaku usaha melakukan analisis daya pembeda merek sehingga nama yang dipilih memiliki karakter unik dan memenuhi persyaratan pendaftaran merek di Indonesia.

Nama Merek yang Bertentangan dengan Moralitas dan Ketertiban Umum

Selain aspek teknis, penamaan merek juga harus memperhatikan norma sosial dan hukum yang berlaku di masyarakat. Nama merek yang dianggap bertentangan dengan moralitas, kesusilaan, atau ketertiban umum dapat ditolak dalam proses pendaftaran.

Ketentuan ini bertujuan menjaga agar merek yang beredar di masyarakat tidak mengandung unsur yang dapat menyinggung nilai budaya, agama, atau norma sosial yang berlaku.

Oleh karena itu, pemeriksa merek akan melakukan penilaian terhadap makna kata, simbol, maupun gambar yang digunakan dalam suatu merek.

Beberapa unsur yang berpotensi menyebabkan penolakan antara lain:

  • Nama yang mengandung kata tidak pantas
  • Nama yang menyinggung kelompok tertentu
  • Nama yang berpotensi menimbulkan konflik sosial
  • Nama yang mengandung unsur pornografi
  • Nama yang melanggar norma kesusilaan

PERMATAMAS memberikan pendampingan kepada pelaku usaha dalam melakukan evaluasi nama merek agar tidak bertentangan dengan ketentuan hukum maupun norma sosial yang berlaku.

10 Jenis Nama Merek HAKI yang Pasti Ditolak: Konsultasikan Dulu agar Tidak Rugi
10 Jenis Nama Merek HAKI yang Pasti Ditolak: Konsultasikan Dulu agar Tidak Rugi

Nama Merek yang Mengandung Unsur Menyesatkan Konsumen

Nama merek yang dapat menimbulkan kesalahpahaman mengenai asal, kualitas, atau karakteristik produk juga berpotensi ditolak dalam proses pendaftaran. Regulasi merek bertujuan melindungi konsumen dari informasi yang menyesatkan.

Sebagai contoh, penggunaan kata tertentu yang mengesankan kualitas khusus atau asal produk tertentu dapat dianggap menyesatkan jika tidak sesuai dengan kenyataan.

Penilaian terhadap unsur menyesatkan biasanya dilakukan berdasarkan persepsi konsumen terhadap makna merek tersebut.

Beberapa bentuk merek yang berpotensi menyesatkan antara lain:

  • Nama yang memberikan kesan kualitas tertentu tanpa dasar
  • Nama yang menunjukkan asal produk yang tidak sesuai
  • Nama yang meniru merek terkenal
  • Nama yang memberikan kesan produk memiliki sertifikasi tertentu
  • Nama yang menimbulkan persepsi keliru tentang manfaat produk

PERMATAMAS membantu melakukan analisis nama merek secara profesional agar tidak mengandung unsur yang dapat menyesatkan konsumen maupun melanggar regulasi pendaftaran merek.

Nama Merek yang Menggunakan Lambang Negara atau Lembaga Resmi

Dalam hukum merek, penggunaan lambang negara atau simbol resmi tanpa izin merupakan hal yang dilarang. Aturan ini dibuat untuk melindungi simbol-simbol negara dan lembaga resmi dari penggunaan yang tidak semestinya dalam kegiatan bisnis.

Banyak pelaku usaha yang tidak menyadari bahwa penggunaan simbol tertentu dalam merek dapat menjadi alasan penolakan. Hal ini termasuk penggunaan nama instansi, lambang pemerintahan, maupun simbol organisasi internasional.

Pemeriksa merek akan menilai apakah unsur tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa produk memiliki hubungan resmi dengan lembaga tertentu.

Beberapa unsur yang biasanya tidak diperbolehkan antara lain:

  • Lambang negara atau simbol pemerintahan
  • Nama lembaga negara atau organisasi resmi
  • Bendera negara atau simbol kenegaraan
  • Logo organisasi internasional
  • Simbol resmi tanpa izin penggunaan

PERMATAMAS membantu memastikan bahwa unsur visual maupun kata dalam merek tidak melanggar ketentuan penggunaan simbol negara atau lembaga resmi sehingga permohonan merek memiliki peluang lebih besar untuk diterima.

Nama Merek yang Tidak Memiliki Daya Pembeda

Daya pembeda merupakan salah satu syarat utama agar suatu nama dapat didaftarkan sebagai merek. Merek harus memiliki karakter unik yang dapat membedakan produk satu perusahaan dengan produk perusahaan lain.

Jika sebuah nama terlalu umum atau tidak memiliki keunikan, maka merek tersebut dapat dianggap tidak memiliki daya pembeda. Akibatnya, permohonan pendaftaran dapat ditolak karena tidak memenuhi persyaratan hukum.

Penilaian terhadap daya pembeda biasanya mempertimbangkan unsur kreativitas, kombinasi kata, serta kesan unik yang ditimbulkan oleh merek tersebut.

Beberapa contoh merek yang dianggap tidak memiliki daya pembeda antara lain:

  • Nama yang terlalu umum digunakan di industri tertentu
  • Nama yang hanya berupa istilah generik
  • Nama yang terlalu sederhana tanpa keunikan
  • Nama yang terlalu mirip dengan istilah umum produk
  • Nama yang tidak memiliki karakter khas

PERMATAMAS membantu pelaku usaha menciptakan strategi pendaftaran merek yang memiliki daya pembeda kuat sehingga merek tidak hanya menarik secara branding tetapi juga memenuhi persyaratan hukum untuk mendapatkan perlindungan.

Pentingnya Konsultasi Merek Sebelum Mengajukan Pendaftaran

Konsultasi sebelum pendaftaran merek merupakan langkah penting yang sering diabaikan oleh pelaku usaha. Padahal, proses ini dapat membantu mengidentifikasi berbagai risiko penolakan sebelum permohonan diajukan.

Melalui konsultasi, pelaku usaha dapat memperoleh analisis mengenai potensi konflik merek, daya pembeda merek, serta strategi perlindungan yang paling tepat untuk bisnis yang dijalankan.

Pendampingan profesional juga membantu mempercepat proses pendaftaran karena seluruh dokumen dan strategi pendaftaran telah dipersiapkan dengan baik.

Beberapa manfaat konsultasi merek antara lain:

  • Mengurangi risiko penolakan pendaftaran merek
  • Mendapatkan analisis kemiripan merek secara profesional
  • Menentukan kelas merek yang tepat
  • Menyusun strategi perlindungan merek jangka panjang
  • Mendapatkan pendampingan selama proses pendaftaran

PERMATAMAS hadir sebagai mitra terpercaya bagi pelaku usaha yang ingin mendaftarkan merek secara aman dan profesional. Dengan pengalaman dalam pengurusan pendaftaran merek di Indonesia, PERMATAMAS membantu memastikan bahwa setiap merek yang diajukan memiliki peluang besar untuk diterima dan memperoleh perlindungan hukum yang maksimal.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ 

1. Mengapa nama merek bisa ditolak oleh DJKI?
Nama merek dapat ditolak jika memiliki kemiripan dengan merek terdaftar, tidak memiliki daya pembeda, bersifat deskriptif, atau melanggar ketentuan hukum yang berlaku.

2. Bagaimana cara mengetahui apakah nama merek sudah terdaftar?
Anda dapat melakukan pengecekan melalui database merek di DJKI atau menggunakan jasa konsultan merek untuk analisis yang lebih mendalam.

3. Apakah merek yang mirip sedikit tetap bisa ditolak?
Ya. Jika kemiripan tersebut berpotensi menimbulkan kebingungan konsumen, DJKI dapat menolak permohonan merek tersebut.

4. Apakah nama merek boleh menggunakan kata umum?
Kata umum masih dapat digunakan, tetapi merek harus memiliki unsur pembeda yang cukup agar dapat diterima dalam pendaftaran.

5. Berapa lama proses pendaftaran merek di Indonesia?
Proses pendaftaran merek biasanya memerlukan waktu sekitar 12 hingga 24 bulan hingga sertifikat diterbitkan.

6. Apakah satu nama merek bisa didaftarkan oleh dua orang berbeda?
Tidak, jika merek tersebut didaftarkan pada kelas yang sama dan memiliki kemiripan yang menimbulkan kebingungan.

7. Apa yang harus dilakukan jika merek ditolak?
Pemohon dapat mengajukan tanggapan atau sanggahan terhadap usulan penolakan jika memiliki alasan hukum yang kuat.

8. Apakah perlu menggunakan jasa konsultan untuk daftar merek?
Menggunakan jasa konsultan dapat membantu mengurangi risiko penolakan serta memastikan proses pendaftaran berjalan lebih efektif.

9. Berapa biaya pendaftaran merek di Indonesia?
Biaya pendaftaran merek tergantung pada jumlah kelas yang didaftarkan dan jenis pemohon.

10. Apakah merek yang sudah dipakai lama pasti bisa didaftarkan?
Belum tentu. Merek tetap harus memenuhi persyaratan hukum dan tidak boleh memiliki kemiripan dengan merek yang sudah terdaftar.

Jasa Pengurusan Sertifikasi Halal
Jasa Pengurusan Sertifikasi Halal

Cara Cek Merek HAKI Terbaru 2026

Cara Cek Merek HAKI Terbaru 2026 – Di tengah meningkatnya kesadaran pelaku usaha terhadap perlindungan merek, pengecekan merek HAKI menjadi langkah awal yang tidak boleh dilewatkan. Tahun 2026, sistem pengecekan merek semakin terintegrasi secara digital melalui pangkalan data resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Dengan melakukan cek merek sejak awal, pemilik usaha dapat mengetahui apakah nama atau logo yang akan digunakan berpotensi bermasalah secara hukum.

Cek merek HAKI berfungsi sebagai langkah preventif untuk menghindari penolakan pendaftaran merek. Banyak permohonan merek ditolak bukan karena kualitas usaha, tetapi karena memiliki persamaan dengan merek yang sudah terdaftar lebih dahulu. Oleh sebab itu, pemahaman cara cek merek HAKI terbaru 2026 menjadi pengetahuan penting bagi UMKM maupun perusahaan.

Manfaat melakukan cek merek HAKI antara lain:
• Mengetahui status merek yang sudah terdaftar
• Menghindari kemiripan dengan merek lain
• Mengurangi risiko penolakan pendaftaran
• Menghemat biaya dan waktu pengajuan
• Menyusun strategi merek sejak awal

Dengan memanfaatkan sistem resmi DJKI, proses cek merek dapat dilakukan dari mana saja. Namun, hasil pencarian tetap perlu dianalisis dengan tepat agar tidak terjadi kesalahan interpretasi yang berujung pada kerugian bisnis di kemudian hari.

Cara Cek Merek HAKI Terbaru 2026 Secara Online

Pemerintah melalui DJKI menyediakan akses publik untuk mengecek merek secara daring. Sistem ini memungkinkan siapa pun untuk menelusuri database merek yang telah diajukan maupun yang sudah terdaftar secara resmi. Di tahun 2026, fitur pencarian semakin lengkap dan user friendly, namun tetap membutuhkan ketelitian saat digunakan.

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengakses laman resmi pangkalan data kekayaan intelektual milik DJKI. Setelah masuk ke halaman utama, pengguna dapat memilih jenis kekayaan intelektual yang ingin ditelusuri, dalam hal ini merek. Sistem akan menampilkan kolom pencarian yang dapat diisi dengan nama merek yang ingin dicek.

Cara Cek Merek HAKI Terbaru 2026
Cara Cek Merek HAKI Terbaru 2026

Tahapan cara cek merek HAKI secara online:
• Mengakses laman resmi database DJKI www.pdki-indonesia.dgip.go.id
• Memilih kategori pencarian merek
• Memasukkan nama merek yang ingin dicek
• Menyesuaikan parameter pencarian bila diperlukan
• Menampilkan dan membaca hasil pencarian

Setelah hasil pencarian muncul, pengguna perlu membaca detail informasi yang ditampilkan. Data tersebut biasanya mencakup status merek, kelas barang atau jasa, nama pemohon, serta tanggal pengajuan. Informasi ini menjadi dasar untuk menilai apakah merek masih aman digunakan atau berisiko bermasalah.

Meski terlihat sederhana, proses cek merek HAKI secara online membutuhkan pemahaman dasar hukum merek. Kesalahan membaca hasil pencarian bisa menyebabkan pemilik usaha salah mengambil keputusan, terutama jika terdapat kemiripan merek yang tidak disadari.

Pentingnya Cara Cek Merek HAKI Terbaru 2026 Sebelum Daftar

Banyak pelaku usaha langsung mengajukan pendaftaran merek tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu. Padahal, langkah ini berisiko tinggi menyebabkan penolakan oleh DJKI. Pemeriksaan awal menjadi fondasi penting dalam seluruh proses perlindungan merek.

Pengecekan merek membantu pemilik usaha memahami posisi mereknya di antara merek-merek lain yang sudah ada. Tidak hanya nama, unsur bunyi, ejaan, hingga tampilan visual juga dinilai dalam proses pemeriksaan DJKI. Oleh karena itu, cek merek bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan strategis.

Alasan utama cek merek harus dilakukan sebelum pendaftaran:
• Menghindari persamaan pokok dengan merek lain
• Mengetahui peluang diterimanya permohonan
• Menentukan strategi nama dan logo merek
• Mengurangi risiko biaya pendaftaran terbuang
• Mempercepat proses pengajuan merek

Selain itu, cek merek juga membantu dalam penentuan kelas barang atau jasa yang tepat. Kesalahan memilih kelas dapat membuat perlindungan merek menjadi tidak optimal atau bahkan tidak relevan dengan kegiatan usaha.

Dengan memahami cara cek merek HAKI terbaru 2026, pelaku usaha dapat mengambil keputusan yang lebih matang sebelum mendaftarkan mereknya. Langkah ini menjadi investasi awal untuk keamanan brand dalam jangka panjang.

Cara Cek Merek HAKI Terbaru 2026 Berdasarkan Nama dan Logo

Pengecekan merek tidak hanya dilakukan berdasarkan nama, tetapi juga logo atau unsur visual. DJKI menilai merek secara keseluruhan, termasuk kesamaan bunyi, tampilan, dan kesan yang ditimbulkan. Oleh karena itu, proses cek merek perlu dilakukan secara menyeluruh.

Dalam praktiknya, pencarian merek berdasarkan nama dilakukan dengan memasukkan kata kunci utama. Sementara untuk logo, analisis dilakukan dengan melihat kesamaan visual dengan merek lain yang telah terdaftar. Kedua pendekatan ini saling melengkapi dalam menilai risiko penolakan.

Hal yang perlu diperhatikan saat cek merek nama dan logo:
• Kesamaan penulisan dan pelafalan
• Kemiripan susunan kata
• Unsur visual logo yang menyerupai
• Kelas barang atau jasa yang sama
• Kesan keseluruhan merek

Penting untuk diingat bahwa meskipun nama berbeda, merek tetap bisa ditolak jika dianggap memiliki persamaan pokok. Inilah yang sering tidak disadari oleh pelaku usaha saat melakukan pengecekan secara mandiri.

Dengan memahami cara cek merek HAKI terbaru 2026 berdasarkan nama dan logo, pemilik usaha dapat menghindari kesalahan fatal sejak awal. Analisis yang tepat akan meningkatkan peluang merek diterima dan mendapatkan perlindungan hukum penuh dari DJKI.

Kendala Umum Saat Melakukan Cara Cek Merek HAKI Terbaru 2026

Meskipun sistem pengecekan merek HAKI DJKI semakin canggih di tahun 2026, tidak sedikit pelaku usaha yang masih mengalami kendala saat melakukan pengecekan. Kendala ini umumnya bukan berasal dari sistem, melainkan dari kurangnya pemahaman pengguna dalam membaca dan menganalisis hasil pencarian merek.

Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah hanya mengecek merek secara persis (exact match). Padahal, DJKI menilai merek berdasarkan persamaan pada pokoknya, bukan hanya kesamaan tulisan. Akibatnya, banyak pemohon merasa mereknya aman, namun akhirnya ditolak saat pemeriksaan substantif.

Kendala umum saat cek merek HAKI antara lain:
• Hanya mengecek satu kata kunci merek
• Tidak memperhatikan kemiripan bunyi dan ejaan
• Salah menafsirkan status merek (daftar/proses/tolak)
• Tidak menyesuaikan kelas barang atau jasa
• Mengabaikan unsur visual pada logo

Selain itu, kendala juga sering muncul ketika merek yang dicari memiliki banyak varian atau sinonim. Tanpa pengalaman, pemilik usaha sulit menentukan apakah suatu merek dianggap mirip atau tidak menurut standar DJKI. Hal ini membuat proses cek merek menjadi kurang akurat.

Oleh karena itu, memahami kendala sejak awal sangat penting. Dengan analisis yang tepat, hasil cek merek HAKI terbaru 2026 dapat menjadi dasar kuat untuk menentukan apakah merek layak didaftarkan atau perlu dilakukan penyesuaian terlebih dahulu.

PERMATAMAS Solusi Cara Cek Merek HAKI Terbaru 2026

Untuk menghindari kesalahan dalam pengecekan merek, banyak pelaku usaha memilih menggunakan bantuan profesional. PERMATAMAS hadir sebagai solusi bagi pemilik usaha yang ingin melakukan cek merek HAKI secara akurat, aman, dan berbasis analisis hukum merek.

PERMATAMAS tidak hanya melakukan pencarian data merek, tetapi juga menganalisis potensi persamaan pokok yang berisiko menyebabkan penolakan. Analisis ini mencakup aspek nama, bunyi, visual logo, hingga kesesuaian kelas barang atau jasa.

Layanan cek merek HAKI di PERMATAMAS meliputi:
• Pengecekan merek berdasarkan nama dan logo
• Analisis risiko persamaan dengan merek terdaftar
• Penyesuaian kelas barang atau jasa
• Rekomendasi strategi penamaan merek
• Konsultasi sebelum pendaftaran merek DJKI

Dengan pendekatan tersebut, pelaku usaha tidak hanya mengetahui status merek, tetapi juga memahami peluang keberhasilan pendaftarannya. Hal ini sangat penting agar biaya dan waktu yang dikeluarkan tidak terbuang sia-sia.

Melalui PERMATAMAS, cara cek merek HAKI terbaru 2026 menjadi lebih terarah dan profesional. Pemilik usaha dapat melangkah ke tahap pendaftaran dengan keyakinan bahwa mereknya telah dianalisis secara menyeluruh dan sesuai dengan ketentuan DJKI.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ

1. Apa itu cek merek HAKI?
Cek merek HAKI adalah proses menelusuri database resmi DJKI untuk mengetahui apakah suatu nama atau logo merek sudah terdaftar atau memiliki kemiripan dengan merek lain.

2. Mengapa cek merek HAKI penting sebelum mendaftar?
Karena dapat mencegah penolakan pendaftaran akibat persamaan merek dan menghemat biaya serta waktu pengajuan.

3. Di mana cara cek merek HAKI terbaru 2026 dilakukan?
Cek merek dilakukan melalui sistem resmi pangkalan data kekayaan intelektual milik DJKI yang dapat diakses secara online.

4. Apakah cek merek HAKI gratis?
Ya, pengecekan merek di sistem DJKI dapat dilakukan secara gratis oleh masyarakat.

5. Apakah cek merek hanya berdasarkan nama?
Tidak. Cek merek juga mencakup kesamaan bunyi, ejaan, logo, dan kesan keseluruhan merek.

6. Apa arti status merek dalam hasil pencarian DJKI?
Status menunjukkan apakah merek sudah terdaftar, masih dalam proses, ditolak, atau telah berakhir masa perlindungannya.

7. Apakah merek bisa ditolak meskipun namanya berbeda?
Bisa. Jika dianggap memiliki persamaan pokok dengan merek lain, DJKI tetap dapat menolak permohonan.

8. Berapa lama hasil cek merek bisa dijadikan acuan?
Hasil cek merek bersifat sementara karena database terus diperbarui, sehingga sebaiknya segera ditindaklanjuti dengan pendaftaran.

9. Apakah UMKM wajib melakukan cek merek HAKI?
Sangat dianjurkan, karena UMKM juga memiliki risiko penolakan yang sama jika tidak melakukan pengecekan terlebih dahulu.

10. Mengapa memilih PERMATAMAS untuk cek merek HAKI?
PERMATAMAS memberikan analisis mendalam berbasis hukum merek, bukan sekadar pencarian data, sehingga lebih akurat dan minim risiko penolakan.

jasa pengurusan sertifikasi halal
jasa pengurusan sertifikasi halal

PERMATAMAS INDONESIA

Jasapendaftaranmerek.com adalah layanan pengurusan pendaftaran merek, sanggah merek, pengalihan merek, banding merek resmi di Indonesia

KONTAK KAMI

Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat

Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

Copyright @ 2023 – Jasa Pendaftaran Merek – Support DokterWebsite.ID