Cara Daftar Merek HAKI Kelas 42 Jasa Teknologi Agar Tidak Ditolak DJKI – Membangun bisnis teknologi membutuhkan lebih dari sekadar produk dan layanan yang bagus. Nama yang digunakan untuk memperkenalkan jasa software, aplikasi, cloud, konsultasi IT, pengembangan website, artificial intelligence (AI), hingga riset teknologi juga perlu mendapatkan perlindungan hukum. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mendaftarkan merek pada Kelas 42 sesuai jenis jasa yang dijalankan.
Namun, banyak pemilik bisnis masih menganggap pendaftaran merek cukup dilakukan dengan mengisi nama dan membayar biaya pendaftaran. Padahal, kesesuaian klasifikasi, uraian jasa, pemeriksaan terhadap merek yang sudah ada, serta kelengkapan dokumen dapat memengaruhi proses pemeriksaan.
DJKI sendiri menjelaskan bahwa permohonan merek dapat ditolak antara lain apabila memiliki persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek pihak lain untuk barang atau jasa sejenis. Karena itu, memahami cara daftar merek HAKI Kelas 42 sejak awal menjadi langkah penting bagi pelaku usaha teknologi.
Apa Itu Merek HAKI Kelas 42?
Kelas 42 merupakan salah satu klasifikasi jasa dalam sistem klasifikasi merek yang berkaitan dengan jasa penelitian dan teknologi, penelitian dan analisis industri, serta perancangan dan pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak komputer. Sistem klasifikasi resmi DJKI juga mencantumkan berbagai contoh jasa teknologi yang dapat masuk ke Kelas 42.
Dalam praktik bisnis modern, Kelas 42 dapat relevan untuk berbagai perusahaan yang menawarkan layanan teknologi. Contohnya bukan hanya jasa membuat software, tetapi juga layanan SaaS, application service provider, pengembangan website, hosting tertentu, konsultasi perangkat lunak, pengembangan program komputer, hingga layanan teknologi tertentu lainnya.
Beberapa contoh jasa yang perlu diperhatikan antara lain:
- Pengembangan dan desain software.
- Jasa pemrograman komputer.
- Pengembangan website dan aplikasi.
- Software as a Service (SaaS).
- Application Service Provider (ASP).
- Konsultasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer.
- Pengembangan dan pemeliharaan program komputer.
- Penelitian serta pengembangan teknologi tertentu.
Karena klasifikasi harus disesuaikan dengan jasa yang sebenarnya ditawarkan, pemilik bisnis sebaiknya tidak hanya memilih Kelas 42 berdasarkan istilah “teknologi”. Uraian jasa yang dimasukkan ke permohonan juga harus diperhatikan.
Mengapa Merek Jasa Teknologi Perlu Segera Didaftarkan?
Nama perusahaan teknologi sering kali menjadi aset bisnis yang sangat penting. Sebuah nama dapat digunakan pada aplikasi, website, software, platform digital, layanan cloud, media promosi, hingga kontrak dengan pelanggan. Ketika bisnis berkembang, sengketa mengenai nama merek tentu dapat menimbulkan persoalan yang lebih besar.
DJKI menjelaskan bahwa pendaftaran merek berfungsi antara lain sebagai alat bukti bagi pemilik yang berhak serta menjadi dasar untuk menolak penggunaan atau pendaftaran merek yang sama atau memiliki persamaan pada pokoknya untuk barang/jasa sejenis.
Karena itu, sebelum mengembangkan sebuah brand teknologi secara lebih luas, langkah berikut layak diperhatikan:
- Tentukan nama merek yang akan digunakan.
- Identifikasi jasa teknologi yang benar-benar ditawarkan.
- Tentukan kelas dan uraian jasa yang sesuai.
- Lakukan penelusuran terhadap merek yang sudah ada.
Langkah tersebut membantu pemilik usaha mengurangi risiko administratif dan potensi konflik dengan pemilik merek lain.
Cara Daftar Merek HAKI Kelas 42 Agar Tidak Ditolak DJKI
Pendaftaran merek dilakukan melalui mekanisme yang telah disediakan DJKI. Informasi prosedur resmi DJKI mencantumkan tahapan mulai dari pembuatan akun, pengisian data pemohon, data merek dan kelas, pengunggahan dokumen, pembayaran kode billing, sampai memperoleh tanda terima permohonan.
Secara umum, prosesnya dapat dipahami melalui tahapan berikut:
- Menentukan nama dan identitas merek
Pastikan nama, logo, atau unsur merek yang diajukan benar-benar akan digunakan oleh pemohon. - Menentukan Kelas 42 dan uraian jasa
Jangan sekadar menulis “jasa teknologi”. Uraian perlu menggambarkan layanan yang memang dijalankan. - Melakukan penelusuran merek
Cari merek yang memiliki persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya, terutama pada jasa yang relevan. - Menyiapkan dokumen dan mengajukan permohonan
Setelah data diperiksa, permohonan dapat diajukan melalui sistem pendaftaran merek DJKI.
DJKI menyediakan sistem pendaftaran online sehingga pemohon dapat mengajukan permohonan secara mandiri.
Syarat Daftar Merek HAKI Kelas 42
Persyaratan pendaftaran perlu disiapkan sebelum permohonan dibuat. Pada informasi prosedur DJKI, dokumen dasar antara lain mencakup etiket/label merek dan tanda tangan pemohon. Untuk pemohon UMK terdapat persyaratan pembuktian status UMK sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk memastikan proses administrasi lebih tertata, pemohon sebaiknya mempersiapkan:
- Nama dan identitas pemohon.
- Etiket atau logo merek.
- Data alamat pemohon.
- Kelas jasa yang akan didaftarkan.
- Uraian jasa Kelas 42.
- Dokumen pendukung sesuai status pemohon.
- Data kuasa apabila menggunakan kuasa/konsultan KI.
- Bukti pembayaran PNBP sesuai ketentuan yang berlaku.
Permenkum Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pendaftaran Merek berstatus berlaku dan menjadi salah satu regulasi yang perlu diperhatikan dalam proses pendaftaran merek pada 2026.
Untuk informasi dan prosedur terbaru, pemohon dapat merujuk langsung ke DJKI – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.
Kesalahan yang Sering Membuat Merek Kelas 42 Bermasalah
Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah pemilik bisnis langsung mendaftarkan merek tanpa melakukan pemeriksaan awal. Padahal, masalah tidak hanya berkaitan dengan apakah nama tersebut terlihat sama secara persis. DJKI menjelaskan bahwa pemeriksaan juga mempertimbangkan persamaan pada pokoknya dan keseluruhan dengan merek pihak lain untuk barang atau jasa sejenis.
Beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari adalah:
- Tidak melakukan penelusuran merek terlebih dahulu.
- Memilih kelas yang tidak sesuai dengan kegiatan usaha.
- Menggunakan uraian jasa yang terlalu umum.
- Menganggap nama yang belum memiliki domain internet otomatis aman untuk didaftarkan.
- Menganggap penggunaan nama selama bertahun-tahun berarti otomatis memperoleh hak eksklusif atas merek.
Selain itu, sebuah merek juga dapat menghadapi kendala apabila tidak memiliki daya pembeda atau termasuk kategori yang tidak dapat didaftarkan berdasarkan ketentuan merek.

Cara Memilih Uraian Jasa Kelas 42 untuk Bisnis Teknologi
Memilih Kelas 42 saja belum cukup. Pemohon perlu memperhatikan uraian jasa karena perlindungan merek berkaitan dengan barang atau jasa yang dicantumkan dalam permohonan.
Misalnya, perusahaan mengembangkan software untuk pelanggan. Dalam sistem klasifikasi DJKI terdapat berbagai contoh jasa terkait perancangan dan pengembangan perangkat lunak, SaaS, application service provider, pengembangan website, dan konsultasi perangkat lunak.
Karena itu, sebelum mendaftarkan merek, identifikasi terlebih dahulu:
- Apa jasa utama perusahaan?
- Apakah perusahaan membuat software untuk klien?
- Apakah menyediakan aplikasi secara online?
- Apakah menyediakan layanan SaaS?
- Apakah memberikan konsultasi IT?
- Apakah melakukan penelitian atau pengembangan teknologi?
- Apakah menawarkan pengembangan dan pemeliharaan website?
Semakin jelas kegiatan bisnisnya, semakin mudah menentukan uraian jasa yang relevan untuk permohonan.
Apakah Software, Aplikasi, SaaS, dan Website Bisa Masuk Kelas 42?
Jawabannya dapat masuk Kelas 42 untuk aspek jasa tertentu, tetapi klasifikasi harus dilihat berdasarkan sifat layanan yang diberikan. Sistem Klasifikasi Merek DJKI mencantumkan antara lain perancangan dan pengembangan perangkat keras/perangkat lunak, SaaS, ASP, serta pengembangan dan pemeliharaan website sebagai contoh dalam Kelas 42.
Contohnya, perusahaan yang menawarkan layanan pembuatan aplikasi untuk pelanggan dapat memiliki kebutuhan klasifikasi yang berbeda dari perusahaan yang menjual software sebagai produk. Demikian juga bisnis yang menyediakan layanan konsultasi IT tidak selalu memiliki uraian jasa yang sama dengan perusahaan pengembang software.
Oleh sebab itu, jangan hanya menggunakan template uraian jasa milik perusahaan lain. Uraian sebaiknya disesuaikan dengan model bisnis yang sebenarnya.
Berapa Biaya Daftar Merek Kelas 42?
Biaya pendaftaran merek terdiri dari PNBP yang dibayarkan kepada negara dan, apabila menggunakan jasa pendampingan, dapat terdapat biaya jasa profesional yang terpisah.
DJKI masih menampilkan informasi prosedur pendaftaran merek yang mencantumkan tarif umum Rp2.800.000 per kelas dan UMK Rp500.000 per kelas pada halaman prosedurnya. Namun, karena PP Nomor 30 Tahun 2026 tentang Jenis dan Tarif PNBP yang Berlaku pada Kementerian Hukum telah berstatus berlaku, besaran PNBP sebaiknya dikonfirmasi berdasarkan ketentuan tarif terbaru pada saat permohonan dilakukan.
Dengan demikian, pemilik usaha sebaiknya membedakan:
- PNBP pendaftaran merek.
- Biaya jasa konsultan/pendampingan jika menggunakan jasa.
- Biaya tambahan apabila terdapat kebutuhan tertentu selama proses.
- Biaya untuk tindakan pascapendaftaran, jika diperlukan.
Jangan hanya membandingkan harga jasa tanpa melihat cakupan pekerjaannya.
Berapa Lama Proses Pendaftaran Merek Kelas 42?
Pendaftaran merek bukan proses yang selesai hanya dengan mengirim formulir. Setelah permohonan masuk, terdapat tahapan pemeriksaan yang harus dilalui.
DJKI menjelaskan pada Januari 2026 bahwa keseluruhan proses pemeriksaan merek dapat diselesaikan dalam waktu maksimal enam bulan, melalui penyederhanaan prosedur dan penguatan sistem layanan.
Karena itu, pemilik bisnis teknologi sebaiknya tidak membuat janji komersial yang bergantung pada sertifikat merek dalam waktu sangat singkat. Yang dapat dilakukan sejak awal adalah memastikan:
- Data pemohon benar.
- Logo/etiket sesuai.
- Kelas sudah tepat.
- Uraian jasa sesuai.
- Dokumen lengkap.
- Penelusuran merek sudah dilakukan.
Persiapan yang baik dapat membantu mengurangi masalah administratif, meskipun tidak ada pihak yang dapat menjamin permohonan pasti diterima DJKI.
Apa yang Dilakukan Jika Merek Kelas 42 Ditolak?
Penolakan merek tidak selalu berarti pemilik usaha harus langsung mengganti nama. Langkah berikutnya bergantung pada alasan penolakan dan tahapan perkara.
DJKI mencantumkan sejumlah dasar penolakan, termasuk persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek pihak lain untuk barang/jasa sejenis serta kondisi lain yang diatur dalam ketentuan merek.
Apabila menerima keputusan yang merugikan, pemohon perlu membaca alasan penolakan secara teliti sebelum menentukan langkah. Dalam kondisi tertentu, tersedia mekanisme hukum seperti banding merek sesuai ketentuan yang berlaku.
Pendampingan dalam penyusunan dan pengajuan banding dapat dipelajari melalui Jasa Banding Merek HAKI.
Pentingnya Penelusuran Merek Sebelum Daftar Kelas 42
Penelusuran merek merupakan salah satu tahap yang sebaiknya tidak dilewati. Tujuannya bukan untuk memberikan jaminan bahwa merek pasti diterima, melainkan untuk memperoleh gambaran mengenai merek-merek yang telah terdaftar atau diajukan dan potensi kemiripan yang perlu diperhatikan.
DJKI menjelaskan bahwa pemeriksaan persamaan tidak semata-mata bergantung pada nomor kelas. Penilaian juga melihat barang atau jasa serta pemeriksaan substantif secara keseluruhan.
Karena itu, pemeriksaan sebaiknya mempertimbangkan:
- Kesamaan nama.
- Kesamaan bunyi atau pengucapan.
- Kesamaan unsur dominan.
- Hubungan atau kemiripan jenis jasa.
- Kondisi merek yang sudah terdaftar atau sedang diproses.
Tahap ini sangat penting bagi startup, software house, perusahaan SaaS, konsultan IT, maupun perusahaan teknologi yang sedang membangun brand jangka panjang.
Cara Daftar Merek Kelas 42 Secara Online
DJKI menyediakan sistem pendaftaran merek secara online. Berdasarkan prosedur yang dipublikasikan DJKI, pemohon terlebih dahulu membuat akun kemudian masuk ke sistem dan memilih permohonan online. Selanjutnya pemohon mengisi data pemohon, data merek, kelas, mengunggah dokumen, membuat billing, melakukan pembayaran, lalu menyelesaikan pengajuan.
Secara sederhana, alurnya dapat diringkas menjadi:
Persiapan → Penelusuran Merek → Penentuan Kelas 42 → Persiapan Dokumen → Pengajuan Online → Pembayaran PNBP → Pemeriksaan → Keputusan.
Sistem online membuat proses pengajuan lebih mudah diakses. Namun, kemudahan mengisi formulir tidak otomatis berarti pemohon telah memilih klasifikasi atau uraian jasa yang tepat.
Untuk pemilik bisnis yang belum terbiasa dengan sistem merek, tahap persiapan justru menjadi bagian yang penting.
Jasa Daftar Merek HAKI Kelas 42 untuk Bisnis Teknologi
Pemilik software house, startup, perusahaan IT, konsultan teknologi, pengembang aplikasi, atau penyedia SaaS dapat memilih mengurus sendiri atau menggunakan pendampingan profesional.
Jika membutuhkan pendampingan mulai dari pemeriksaan awal, penentuan kelas, penyusunan data permohonan hingga pengajuan, informasi layanan dapat dilihat pada Jasa Daftar Merek HAKI.
Pendampingan sebaiknya diposisikan sebagai bantuan administratif dan profesional, bukan sebagai jaminan bahwa merek pasti disetujui. Keputusan akhir tetap berada pada otoritas yang berwenang setelah proses pemeriksaan.
Pendekatan tersebut penting agar pemilik bisnis memahami bahwa “aman” berarti proses dipersiapkan dengan cermat, bukan berarti bebas dari kemungkinan penolakan.
Merek Kelas 42 Bisa Dialihkan kepada Pihak Lain
Setelah merek terdaftar, terdapat kemungkinan perubahan kepemilikan melalui pengalihan hak sesuai ketentuan. Hal ini dapat relevan ketika perusahaan teknologi melakukan merger, akuisisi, restrukturisasi bisnis, atau memindahkan aset merek kepada badan usaha lain.
Karena merek merupakan aset kekayaan intelektual, perubahan kepemilikan sebaiknya tidak hanya dilakukan secara internal melalui dokumen perusahaan. Administrasi pengalihan juga perlu diperhatikan agar data kepemilikan pada sistem terkait dapat dikelola sesuai prosedur.
Untuk informasi pendampingan terkait proses tersebut, Anda dapat melihat Jasa Pengalihan Merek HAKI.
Jangan Lupa Perpanjangan Merek Kelas 42
Perlindungan merek terdaftar diberikan untuk jangka waktu 10 tahun sejak tanggal penerimaan permohonan dan dapat diperpanjang.
Artinya, pekerjaan tidak berhenti ketika sertifikat merek telah diterbitkan. Perusahaan teknologi perlu menyimpan dokumen merek, memantau masa perlindungan, serta mempersiapkan perpanjangan ketika waktunya mendekat.
Hal ini semakin penting untuk brand yang telah digunakan pada software, aplikasi, website, platform digital, dan kontrak bisnis selama bertahun-tahun.
Untuk pendampingan administrasi perpanjangan, Anda dapat melihat Jasa Perpanjangan Merek HAKI.
Tips Agar Pendaftaran Merek Kelas 42 Lebih Terarah
Tidak ada metode yang dapat menjamin sebuah permohonan pasti diterima. Namun, persiapan yang sistematis dapat membantu pemilik usaha mengurangi kesalahan yang sebenarnya dapat dihindari.
Sebelum mengajukan permohonan, lakukan checklist berikut:
- Pastikan nama merek sudah final.
- Telusuri merek yang memiliki kemiripan.
- Identifikasi kegiatan jasa teknologi secara spesifik.
- Pastikan Kelas 42 sesuai dengan jasa yang ditawarkan.
- Periksa uraian jasa sebelum dikirim.
- Pastikan identitas pemohon konsisten.
- Pastikan dokumen yang diunggah dapat dibaca.
- Simpan bukti pembayaran dan tanda terima permohonan.
Langkah sederhana tersebut dapat membantu pemilik startup maupun perusahaan teknologi lebih siap menghadapi proses pemeriksaan.
Kesimpulan
Cara daftar merek HAKI Kelas 42 jasa teknologi agar tidak ditolak DJKI pada dasarnya dimulai dari persiapan yang benar, bukan sekadar mengisi formulir pendaftaran. Pemilik usaha perlu memahami karakter jasa yang ditawarkan, menentukan Kelas 42 dan uraian jasa secara tepat, melakukan penelusuran merek, serta memastikan dokumen administrasi lengkap.
Kelas 42 dapat relevan untuk berbagai jasa teknologi seperti pengembangan software, pemrograman, SaaS, pengembangan website, konsultasi perangkat lunak, dan layanan teknologi lainnya sesuai klasifikasi yang berlaku.
Bagi perusahaan yang ingin membangun brand teknologi dalam jangka panjang, pendaftaran merek dapat menjadi bagian dari strategi perlindungan aset bisnis. Jika membutuhkan pendampingan, PERMATAMAS dapat membantu mempersiapkan proses administrasi secara lebih terstruktur, dengan tetap memahami bahwa keputusan penerimaan merek merupakan kewenangan DJKI.
KONSULTASI GRATIS
FAQ Cara Daftar Merek HAKI Kelas 42
1. Apa itu Merek HAKI Kelas 42?
Kelas 42 merupakan klasifikasi jasa yang antara lain mencakup penelitian dan teknologi, perancangan serta pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak komputer.
2. Apakah jasa pembuatan software bisa didaftarkan di Kelas 42?
Ya, jasa perancangan dan pengembangan perangkat lunak termasuk contoh jasa yang tercantum dalam Kelas 42.
3. Apakah jasa SaaS termasuk Kelas 42?
Sistem Klasifikasi Merek DJKI mencantumkan berbagai jasa Software as a Service (SaaS) dalam Kelas 42.
4. Apakah startup teknologi perlu mendaftarkan mereknya?
Pendaftaran dapat menjadi langkah perlindungan terhadap brand yang digunakan untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis.
5. Apakah pendaftaran Kelas 42 pasti diterima?
Tidak. Permohonan tetap melalui pemeriksaan dan dapat ditolak berdasarkan alasan yang diatur dalam ketentuan merek.
6. Apa penyebab merek Kelas 42 ditolak?
Salah satunya adalah memiliki persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek pihak lain untuk barang atau jasa sejenis.
7. Apakah harus melakukan penelusuran sebelum mendaftar?
Sangat disarankan agar pemohon dapat mengidentifikasi potensi kemiripan dengan merek yang sudah ada sebelum mengajukan permohonan.
8. Berapa lama proses pendaftaran merek?
DJKI menyampaikan pada Januari 2026 bahwa keseluruhan proses pemeriksaan merek dapat diselesaikan maksimal enam bulan.
9. Berapa lama perlindungan merek?
Merek terdaftar memperoleh perlindungan selama 10 tahun sejak tanggal penerimaan permohonan dan dapat diperpanjang.
10. Apakah merek yang ditolak masih dapat diperjuangkan?
Tergantung alasan dan tahapan penolakannya. Pemohon perlu mempelajari keputusan yang diterima dan menggunakan upaya hukum yang tersedia sesuai ketentuan.

