Jasa Urus Merek HAKI Kelas 39 Aman, Cepat dan Resmi DJKI – Persaingan bisnis ekspedisi dan logistik di Indonesia semakin berkembang. Berbagai perusahaan menawarkan jasa pengiriman paket, kurir, transportasi barang, freight forwarding, trucking, pergudangan, hingga distribusi. Di tengah persaingan tersebut, nama merek menjadi bagian penting dari identitas dan reputasi perusahaan.
Memiliki nama usaha yang unik saja belum cukup. Merek perlu dipertimbangkan untuk mendapatkan perlindungan hukum melalui pendaftaran di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Dengan merek yang terdaftar, pelaku usaha memiliki dasar perlindungan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Indonesia menerapkan prinsip first to file, sehingga waktu pengajuan permohonan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Pelaku usaha sebaiknya tidak menunggu sampai bisnis berkembang besar sebelum mulai mengurus pendaftaran merek.
Melalui PERMATAMAS, Anda dapat menggunakan Jasa Urus Merek HAKI Kelas 39 dengan pendampingan profesional, mulai dari konsultasi, pengecekan merek, analisis kelas, persiapan dokumen, hingga pengajuan permohonan secara resmi melalui sistem DJKI.
Apa Itu Merek HAKI Kelas 39?
Kelas 39 merupakan klasifikasi merek yang mencakup berbagai jasa yang berkaitan dengan transportasi, pengemasan dan penyimpanan barang, serta pengaturan perjalanan.
Kelas ini dapat relevan bagi pelaku usaha yang menjalankan:
Jasa ekspedisi.
Jasa kurir.
Pengiriman paket.
Jasa logistik.
Freight forwarding.
Transportasi barang.
Jasa trucking.
Pergudangan.
Penyimpanan barang.
Distribusi barang.
Pemilihan kelas harus disesuaikan dengan jenis jasa yang benar-benar ditawarkan oleh perusahaan. Karena itu, analisis klasifikasi menjadi salah satu bagian penting sebelum permohonan merek diajukan.
Contoh Jasa yang Termasuk Kelas 39
Bagi pemilik usaha yang sedang mempertimbangkan pendaftaran merek, memahami jenis jasa yang berkaitan dengan Kelas 39 dapat membantu menentukan spesifikasi yang tepat.
Jasa Ekspedisi dan Kurir
Beberapa contoh layanan antara lain:
Jasa ekspedisi barang.
Jasa pengiriman paket.
Jasa kurir.
Pengiriman dokumen.
Pengiriman barang antarkota.
Pengiriman barang dalam negeri.
Jasa delivery.
Pengiriman parcel.
Pengiriman kargo.
Jasa pengantaran barang.
Jasa Logistik dan Freight Forwarding
Untuk perusahaan logistik, contoh layanan yang dapat dianalisis meliputi:
Jasa logistik.
Freight forwarding.
Pengangkutan barang.
Distribusi barang.
Jasa trucking.
Pengiriman kargo.
Transportasi barang.
Pengaturan pengiriman.
Jasa pengangkutan.
Layanan logistik.
Jasa Pergudangan
Kelas 39 juga berkaitan dengan kegiatan penyimpanan tertentu, seperti:
Jasa pergudangan.
Penyimpanan barang.
Warehouse.
Penyimpanan kargo.
Penyimpanan barang untuk distribusi.
Penyimpanan kontainer.
Fasilitas penyimpanan logistik.
Jasa penyimpanan barang.
Spesifikasi jasa harus disesuaikan dengan kegiatan usaha sebenarnya agar permohonan merek dapat dipersiapkan secara tepat.
Jasa Urus Merek HAKI Kelas 39 Aman, Cepat dan Resmi DJKI
Mengapa Merek Ekspedisi Perlu Segera Diurus?
Bagi perusahaan ekspedisi, merek bukan sekadar nama yang tercantum pada kendaraan, aplikasi, website, kemasan, atau dokumen pengiriman. Merek dapat menjadi identitas yang dikenal oleh pelanggan dan mitra bisnis.
Ketika sebuah nama sudah digunakan dalam waktu lama tetapi belum didaftarkan, pelaku usaha tetap perlu memperhatikan risiko apabila terdapat pihak lain yang mengajukan merek dengan nama yang sama atau memiliki persamaan sesuai ketentuan hukum.
Dengan mendaftarkan merek, pelaku usaha dapat memperoleh sejumlah manfaat, antara lain:
Memberikan perlindungan hukum terhadap merek.
Memberikan hak eksklusif setelah merek terdaftar.
Mengurangi risiko konflik terkait merek.
Meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Memperkuat identitas perusahaan.
Mendukung pengembangan bisnis.
Menjadi salah satu aset perusahaan.
Mendukung ekspansi usaha di masa depan.
Karena itu, pengurusan merek sebaiknya dipersiapkan sejak awal bisnis.
Jasa Urus Merek HAKI Kelas 39 untuk Perusahaan Ekspedisi
Tidak semua pemilik usaha memiliki waktu untuk memahami setiap tahapan administrasi pendaftaran merek. Mulai dari pengecekan nama, penentuan kelas, penyusunan spesifikasi jasa, sampai persiapan dokumen membutuhkan ketelitian.
Untuk tahun 2026, tarif PNBP pendaftaran merek adalah:
Rp2.800.000 per kelas untuk pemohon umum.
Rp500.000 per kelas untuk pemohon UMK yang memenuhi persyaratan.
Biaya tersebut merupakan PNBP resmi per kelas. Apabila menggunakan jasa konsultan atau pendampingan, biaya jasa tersebut merupakan komponen yang berbeda.
Jumlah kelas juga memengaruhi total PNBP. Apabila pemohon mendaftarkan satu merek pada beberapa kelas, biaya dihitung berdasarkan jumlah kelas yang diajukan.
Berapa Lama Proses Pengurusan Merek Kelas 39?
Proses pendaftaran merek terdiri dari beberapa tahapan sehingga bukti pengajuan tidak sama dengan bukti bahwa merek sudah terdaftar.
Setelah permohonan berhasil diajukan, pemohon memperoleh bukti penerimaan permohonan. Selanjutnya, permohonan mengikuti tahapan pendaftaran dan pemeriksaan sesuai mekanisme DJKI.
Karena itu, penting bagi pemilik usaha untuk membedakan antara bukti penerimaan permohonan dan sertifikat merek terdaftar.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Mengurus Merek
Pengusaha ekspedisi yang baru pertama kali mendaftarkan merek sering kali hanya berfokus pada nama. Padahal terdapat beberapa aspek lain yang juga perlu diperhatikan.
Beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari:
Tidak melakukan pengecekan merek.
Menentukan kelas tanpa menganalisis jenis jasa.
Spesifikasi jasa tidak sesuai kegiatan usaha.
Dokumen tidak lengkap.
Menganggap bukti pengajuan sebagai sertifikat merek.
Mengabaikan potensi kemiripan dengan merek lain.
Menunda pendaftaran sampai bisnis sudah berkembang besar.
Persiapan sejak awal dapat membantu proses pendaftaran menjadi lebih terarah.
Siapa yang Membutuhkan Jasa Urus Merek Kelas 39?
Layanan ini dapat digunakan oleh berbagai pelaku usaha yang menjalankan kegiatan pada bidang transportasi dan logistik, seperti:
Perusahaan ekspedisi.
Jasa kurir.
Perusahaan logistik.
Jasa pengiriman paket.
Freight forwarding.
Perusahaan trucking.
Jasa distribusi barang.
Perusahaan pergudangan.
Startup logistik.
Perusahaan transportasi.
UMKM jasa pengiriman.
Penyedia layanan delivery.
Baik perusahaan baru maupun perusahaan yang telah memiliki jaringan pelanggan dapat mempersiapkan pendaftaran mereknya sesuai jenis jasa yang dijalankan.
Mengapa Memilih PERMATAMAS?
Mengurus merek sendiri memang dapat dilakukan. Namun, pemilik usaha perlu memahami tahapan dan persyaratan yang berlaku agar tidak keliru dalam menentukan kelas maupun spesifikasi jasa.
PERMATAMAS memberikan pendampingan profesional dalam proses pendaftaran merek, meliputi:
Konsultasi pendaftaran merek.
Pengecekan nama merek.
Analisis Kelas 39.
Penyusunan spesifikasi jasa.
Persiapan dokumen.
Pengajuan resmi melalui sistem DJKI.
Pendampingan proses administrasi.
Dengan pendampingan tersebut, pemilik bisnis dapat lebih fokus mengembangkan kegiatan usaha sambil mempersiapkan proses perlindungan mereknya.
Pendaftaran Merek Adalah Investasi Jangka Panjang
Membangun perusahaan ekspedisi membutuhkan investasi dalam bentuk armada, sumber daya manusia, teknologi, gudang, jaringan distribusi, serta pemasaran.
Seiring berkembangnya perusahaan, nama merek juga dapat menjadi bagian penting dari identitas bisnis. Oleh karena itu, perlindungan merek perlu dipertimbangkan sebagai bagian dari perencanaan usaha jangka panjang.
Merek yang terdaftar dapat mendukung kegiatan bisnis seperti pengembangan cabang, kerja sama dengan marketplace, perluasan jaringan logistik, pengembangan aplikasi, dan peluncuran layanan baru.
Kapan Sebaiknya Mengurus Merek Kelas 39?
Pengurusan merek sebaiknya dipersiapkan sejak awal sebelum nama bisnis digunakan secara luas.
Prinsip first to file membuat waktu pengajuan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Semakin lama pendaftaran ditunda, semakin besar pula periode ketika merek belum memperoleh perlindungan berdasarkan pendaftaran.
Sebelum mengajukan, lakukan pengecekan nama, analisis kelas, tentukan spesifikasi jasa, dan siapkan dokumen secara lengkap.
Urus Merek HAKI Kelas 39 Bersama PERMATAMAS
Memiliki merek yang kuat merupakan bagian penting dalam membangun bisnis ekspedisi dan logistik. Namun, nama merek juga perlu dipersiapkan dari sisi legal agar identitas usaha mendapatkan perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku.
Jika Anda menjalankan jasa ekspedisi, kurir, pengiriman paket, logistik, freight forwarding, trucking, distribusi, pergudangan, transportasi, atau jasa terkait lainnya, PERMATAMAS siap membantu proses Jasa Urus Merek HAKI Kelas 39.
Mulai dari konsultasi, pengecekan merek, analisis kelas, penyusunan spesifikasi jasa, persiapan dokumen, hingga pengajuan resmi ke DJKI, seluruh proses dapat didampingi secara profesional.
PERMATAMAS — Jasa Pendaftaran Merek dan Konsultan Perizinan Terpercaya di Indonesia.
KONSULTASI GRATIS
PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
Kelas 39 merupakan klasifikasi merek yang mencakup berbagai jasa transportasi, pengiriman barang, ekspedisi, kurir, logistik, pergudangan, penyimpanan, dan jasa terkait perjalanan.
2. Siapa yang membutuhkan pendaftaran Merek Kelas 39?
Kelas 39 dapat digunakan oleh perusahaan atau pelaku usaha yang menyediakan jasa ekspedisi, kurir, pengiriman paket, freight forwarding, trucking, logistik, transportasi, distribusi, maupun pergudangan.
3. Mengapa merek jasa ekspedisi perlu didaftarkan?
Pendaftaran merek memberikan perlindungan hukum terhadap identitas usaha dan memberikan hak eksklusif atas merek setelah terdaftar sesuai ketentuan yang berlaku.
4. Bagaimana cara mengurus Merek HAKI Kelas 39?
Prosesnya dapat dimulai dengan menentukan nama merek, melakukan pengecekan merek, menentukan Kelas 39 dan spesifikasi jasa, menyiapkan dokumen, membayar PNBP, kemudian mengajukan permohonan melalui sistem DJKI.
5. Berapa biaya daftar Merek Kelas 39 tahun 2026?
Tarif PNBP pendaftaran merek tahun 2026 adalah Rp2.800.000 per kelas untuk pemohon umum dan Rp500.000 per kelas untuk pemohon UMK yang memenuhi persyaratan. Biaya jasa pendampingan, jika digunakan, merupakan biaya terpisah.
6. Apa saja dokumen yang dibutuhkan untuk daftar Merek Kelas 39?
Dokumen yang umumnya diperlukan meliputi identitas pemohon, nama atau logo merek, data pemilik, tanda tangan pemohon, daftar jasa yang akan didaftarkan, serta dokumen pendukung sesuai ketentuan DJKI.
7. Apakah sebelum mendaftarkan merek perlu dilakukan pengecekan?
Sebaiknya dilakukan pengecekan terlebih dahulu. Penelusuran merek membantu mengidentifikasi adanya merek yang memiliki kemiripan dan menjadi bagian penting dari persiapan sebelum pengajuan.
8. Berapa lama proses pendaftaran Merek Kelas 39?
Lama proses mengikuti tahapan pendaftaran dan pemeriksaan DJKI. Bukti penerimaan permohonan diperoleh setelah pengajuan berhasil, tetapi hal tersebut berbeda dengan sertifikat merek yang telah terdaftar.
9. Apakah UMKM ekspedisi bisa menggunakan jasa urus Merek Kelas 39?
Bisa. UMKM dapat mengajukan pendaftaran merek dan dapat menggunakan tarif PNBP khusus UMK apabila memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
10. Apa keuntungan menggunakan Jasa Urus Merek HAKI Kelas 39 PERMATAMAS?
PERMATAMAS membantu proses mulai dari konsultasi, pengecekan merek, analisis Kelas 39, penyusunan spesifikasi jasa, persiapan dokumen, hingga pengajuan permohonan ke DJKI.
Cara Daftar Merek HAKI Kelas 39 untuk Pemula– Persaingan bisnis ekspedisi dan logistik di Indonesia semakin berkembang. Banyak pelaku usaha menawarkan berbagai layanan, mulai dari jasa pengiriman paket, kurir, ekspedisi antarkota, freight forwarding, trucking, pergudangan, hingga distribusi barang. Di tengah persaingan tersebut, memiliki nama usaha yang mudah diingat saja belum cukup. Merek juga perlu mendapatkan perlindungan hukum agar tidak digunakan atau didaftarkan terlebih dahulu oleh pihak lain.
Indonesia menerapkan sistem first to file, sehingga pihak yang lebih dahulu mengajukan permohonan merek memiliki posisi penting dalam memperoleh perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, bagi pemilik usaha ekspedisi yang baru memulai bisnis, memahami cara daftar merek HAKI Kelas 39 untuk pemula menjadi langkah penting.
Melalui PERMATAMAS, Anda dapat menggunakan Jasa Pendaftaran Merek dengan pendampingan profesional mulai dari konsultasi, pengecekan merek, penentuan kelas, persiapan dokumen, hingga pengajuan permohonan ke DJKI.
Apa Itu Merek HAKI Kelas 39 DJKI?
Kelas 39 DJKI merupakan klasifikasi merek yang berkaitan dengan berbagai jasa transportasi, pengemasan dan penyimpanan barang, serta pengaturan perjalanan.
Kelas ini relevan bagi pelaku usaha yang menjalankan bisnis ekspedisi, jasa kurir, pengiriman barang, logistik, freight forwarding, transportasi, pergudangan, maupun layanan terkait lainnya.
Pemilik usaha perlu memahami bahwa klasifikasi merek ditentukan berdasarkan jenis barang atau jasa yang menggunakan merek tersebut. Jadi, bukan hanya nama bisnisnya yang perlu diperhatikan, tetapi juga kegiatan usaha yang ingin mendapatkan perlindungan.
Contoh Jasa yang Umumnya Termasuk Kelas 39
Bagi pemula, mengenali contoh jasa yang berkaitan dengan Kelas 39 dapat membantu sebelum menentukan spesifikasi jasa yang akan didaftarkan.
Jasa Ekspedisi dan Pengiriman
Beberapa contoh jasa yang berkaitan dengan kegiatan ekspedisi antara lain:
Jasa ekspedisi barang.
Jasa pengiriman paket.
Jasa kurir.
Pengiriman dokumen.
Pengiriman barang antarkota.
Pengiriman barang dalam negeri.
Jasa delivery.
Pengiriman parcel.
Pengiriman kargo.
Jasa pengantaran barang.
Jasa Logistik dan Distribusi
Kelas 39 juga berkaitan dengan berbagai kegiatan transportasi dan logistik, seperti:
Jasa logistik.
Freight forwarding.
Pengangkutan barang.
Distribusi barang.
Jasa trucking.
Pengiriman kargo.
Transportasi barang.
Jasa pengangkutan.
Pengaturan pengiriman barang.
Layanan logistik terpadu.
Jasa Pergudangan dan Penyimpanan
Bagi perusahaan yang menyediakan fasilitas penyimpanan, beberapa contoh jasa yang perlu diperhatikan antara lain:
Jasa pergudangan.
Penyimpanan barang.
Warehouse.
Penyimpanan kargo.
Penyimpanan barang untuk distribusi.
Penyewaan tempat penyimpanan barang.
Penyimpanan kontainer.
Jasa penyimpanan logistik.
Namun, jenis jasa yang tepat tetap perlu disesuaikan dengan kegiatan usaha dan uraian jasa yang akan dicantumkan dalam permohonan merek.
Nama merek merupakan salah satu aset penting dalam bisnis ekspedisi. Ketika pelanggan mulai mengenal nama perusahaan karena pelayanan yang baik, reputasi tersebut akan melekat pada merek.
Merek yang tidak segera didaftarkan berpotensi menimbulkan persoalan apabila terdapat pihak lain yang mengajukan merek serupa atau memiliki persamaan pada pokoknya sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan mendaftarkan merek, pelaku usaha dapat memperoleh berbagai manfaat, antara lain:
Memberikan perlindungan hukum terhadap merek.
Memberikan hak eksklusif setelah merek terdaftar.
Mengurangi risiko sengketa merek.
Meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Memperkuat identitas bisnis ekspedisi.
Mendukung kerja sama dengan perusahaan lain.
Menambah nilai aset bisnis.
Mendukung ekspansi usaha dalam jangka panjang.
Karena itu, pendaftaran merek sebaiknya tidak menunggu bisnis menjadi besar terlebih dahulu.
Cara Daftar Merek HAKI Kelas 39 untuk Pemula
Bagi pemilik bisnis ekspedisi yang baru pertama kali mendaftarkan merek, prosesnya dapat dilakukan secara bertahap. Hal terpenting adalah memastikan nama merek, klasifikasi, spesifikasi jasa, dan dokumen telah dipersiapkan dengan benar.
1. Tentukan Nama Merek
Langkah pertama adalah menentukan nama atau logo yang akan digunakan sebagai identitas bisnis.
Sebaiknya pilih merek yang memiliki karakter pembeda dan tidak sekadar menggambarkan jenis jasa secara umum. Merek juga perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum diajukan.
2. Lakukan Pengecekan Merek
Setelah menentukan nama, lakukan penelusuran terhadap merek yang sudah ada.
Pengecekan dapat membantu mengetahui apakah terdapat merek yang memiliki kemiripan dengan merek yang akan diajukan. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko masalah ketika permohonan masuk ke tahapan pemeriksaan.
3. Tentukan Kelas Merek
Jika bisnis bergerak pada jasa ekspedisi, pengiriman, logistik, transportasi, atau pergudangan, Kelas 39 dapat menjadi kelas yang perlu dianalisis.
Namun, jangan langsung menentukan kelas hanya berdasarkan nama usaha. Perhatikan jasa yang benar-benar ditawarkan kepada konsumen.
4. Tentukan Spesifikasi Jasa
Pemohon perlu menentukan jenis jasa yang ingin dicantumkan dalam permohonan.
Contohnya, perusahaan dapat memiliki kegiatan berupa:
Pengiriman paket.
Jasa kurir.
Pengangkutan barang.
Freight forwarding.
Pergudangan.
Jasa logistik.
Spesifikasi harus disusun secara tepat agar sesuai dengan kegiatan usaha.
5. Siapkan Dokumen
Setelah nama, kelas, dan spesifikasi jasa ditentukan, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan dokumen yang diperlukan.
Dokumen yang umumnya dipersiapkan meliputi:
Identitas pemohon.
Nama merek.
Logo merek apabila ada.
Data pemilik merek.
Tanda tangan pemohon.
Daftar jasa yang akan didaftarkan.
Dokumen pendukung sesuai ketentuan.
6. Ajukan Permohonan ke DJKI
Setelah dokumen lengkap, permohonan pendaftaran merek diajukan melalui sistem resmi DJKI.
Pemohon juga perlu membayar biaya PNBP sesuai kategori pemohon dan jumlah kelas yang didaftarkan.
7. Ikuti Proses Pemeriksaan
Setelah pengajuan diterima, proses tidak langsung berarti merek telah terdaftar.
Permohonan akan melalui tahapan sesuai mekanisme pendaftaran merek, termasuk pemeriksaan dan pengumuman sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, pemula perlu membedakan antara bukti penerimaan permohonan dengan sertifikat merek yang telah terdaftar.
Dokumen yang Umumnya Dibutuhkan untuk Daftar Merek Kelas 39
Sebelum melakukan pengajuan, pemilik bisnis ekspedisi sebaiknya menyiapkan seluruh informasi dan dokumen yang diperlukan.
Beberapa di antaranya:
Identitas pemohon.
Nama merek.
Logo merek.
Data pemilik merek.
Tanda tangan pemohon.
Daftar jasa yang menggunakan merek.
Dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan DJKI.
Untuk pemula, kelengkapan dokumen penting karena kesalahan data dapat menyebabkan proses administrasi menjadi lebih rumit.
PERMATAMAS dapat membantu melakukan pemeriksaan awal terhadap dokumen sebelum permohonan diajukan.
Berapa Biaya Daftar Merek Kelas 39 Tahun 2026?
Biaya pendaftaran merek ditentukan berdasarkan kategori pemohon dan jumlah kelas yang diajukan.
Pada 2026, tarif PNBP pendaftaran merek untuk pemohon umum adalah Rp2.800.000 per kelas, sedangkan tarif khusus UMK adalah Rp500.000 per kelas.
Jika merek hanya diajukan untuk satu kelas, biaya PNBP dihitung untuk satu kelas. Apabila membutuhkan perlindungan pada kelas tambahan, biaya PNBP akan dihitung berdasarkan jumlah kelas yang diajukan.
Perlu diperhatikan bahwa biaya PNBP DJKI berbeda dengan biaya jasa konsultan atau pendampingan, apabila pemohon menggunakan layanan profesional.
Berapa Lama Proses Daftar Merek Kelas 39?
Pemula juga sering bertanya apakah merek langsung terdaftar setelah melakukan pembayaran dan pengajuan.
Jawabannya, proses pendaftaran merek memiliki beberapa tahapan. Bukti penerimaan permohonan dapat diperoleh setelah pengajuan berhasil dilakukan, tetapi hal tersebut berbeda dengan sertifikat merek yang menunjukkan bahwa merek telah terdaftar.
Lama keseluruhan proses dapat bergantung pada tahapan pemeriksaan dan kondisi permohonan. Karena itu, pemilik bisnis sebaiknya tidak menganggap bahwa merek sudah terlindungi sepenuhnya hanya karena permohonan telah diajukan.
Kesalahan Pemula Saat Daftar Merek Kelas 39
Pemilik bisnis yang baru pertama kali mendaftarkan merek terkadang hanya fokus pada nama merek tanpa memperhatikan aspek lainnya.
Beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari antara lain:
Tidak melakukan pengecekan merek.
Salah menentukan kelas.
Spesifikasi jasa tidak sesuai dengan kegiatan bisnis.
Menganggap bukti pengajuan sama dengan sertifikat merek.
Tidak menyiapkan dokumen sejak awal.
Menggunakan merek yang memiliki kemiripan dengan merek lain.
Menunggu bisnis berkembang baru mendaftarkan merek.
Melakukan persiapan sebelum pengajuan dapat membantu mengurangi kesalahan administratif dan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai proses yang akan dijalani.
Siapa yang Membutuhkan Merek Kelas 39?
Kelas 39 dapat relevan bagi berbagai jenis pelaku usaha di bidang transportasi dan logistik.
Contohnya:
Pemilik usaha ekspedisi.
Perusahaan jasa kurir.
Startup logistik.
Perusahaan freight forwarding.
Jasa pengiriman paket.
Perusahaan trucking.
Perusahaan distribusi barang.
Penyedia jasa pergudangan.
Perusahaan transportasi.
UMKM bidang logistik.
Penyedia jasa delivery.
Baik bisnis yang baru berdiri maupun perusahaan yang telah memiliki banyak pelanggan dapat mempertimbangkan perlindungan mereknya sesuai jenis jasa yang dijalankan.
Mengapa Memilih PERMATAMAS?
Bagi pemula, proses pendaftaran merek terkadang terasa rumit karena harus memahami nama merek, klasifikasi, spesifikasi jasa, dokumen, hingga tahapan pengajuan.
PERMATAMAS memberikan pendampingan dalam proses pendaftaran merek, antara lain:
Konsultasi pendaftaran merek.
Pengecekan merek.
Analisis Kelas 39.
Penyusunan spesifikasi jasa.
Persiapan dokumen.
Pengajuan melalui sistem DJKI.
Pendampingan proses administrasi.
Dengan pendampingan tersebut, pemilik usaha dapat lebih fokus mengembangkan bisnis ekspedisi dan layanan logistiknya.
Pendaftaran Merek Adalah Investasi Jangka Panjang
Membangun bisnis ekspedisi membutuhkan waktu untuk mendapatkan pelanggan dan membangun reputasi. Nama merek yang semakin dikenal juga dapat memiliki nilai bisnis yang semakin besar.
Karena itu, perlindungan merek perlu dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang.
Merek yang telah terdaftar dapat menjadi salah satu aset perusahaan dan mendukung kegiatan bisnis seperti memperluas jaringan distribusi, membuka cabang, membangun aplikasi pengiriman, menjalin kerja sama dengan marketplace, hingga mengembangkan layanan baru.
Kapan Sebaiknya Mendaftarkan Merek Ekspedisi?
Waktu yang tepat untuk mempersiapkan pendaftaran merek adalah sejak awal bisnis, terutama sebelum merek digunakan secara luas dan dikenal banyak pelanggan.
Prinsip first to file membuat waktu pengajuan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Oleh sebab itu, pemilik bisnis sebaiknya tidak menunggu sampai mereknya terkenal baru melakukan pendaftaran.
Sebelum mengajukan, lakukan pengecekan nama, tentukan kelas, susun spesifikasi jasa, lalu persiapkan dokumen sesuai ketentuan.
Daftarkan Merek Ekspedisi Kelas 39 Bersama PERMATAMAS
Memahami cara daftar merek HAKI Kelas 39 untuk pemula merupakan langkah awal bagi pemilik bisnis ekspedisi dan logistik untuk melindungi identitas usahanya.
Apabila Anda menjalankan jasa ekspedisi, kurir, pengiriman paket, logistik, freight forwarding, trucking, distribusi barang, pergudangan, transportasi, atau jasa terkait lainnya, pastikan kelas dan spesifikasi jasa yang dipilih sesuai dengan kegiatan bisnis Anda.
Percayakan proses Jasa Pendaftaran Merek HAKI Kelas 39 kepada PERMATAMAS. Kami siap membantu mulai dari konsultasi, pengecekan merek, analisis kelas, penyusunan spesifikasi jasa, persiapan dokumen, hingga pengajuan resmi ke DJKI.
PERMATAMAS — membantu pendaftaran merek secara profesional, aman, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
KONSULTASI GRATIS
PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
Merek Kelas 39 merupakan klasifikasi merek yang mencakup berbagai jasa transportasi, pengiriman, ekspedisi, penyimpanan barang, pergudangan, logistik, serta jasa terkait perjalanan.
2. Apakah bisnis ekspedisi wajib mendaftarkan merek di Kelas 39?
Pendaftaran merek bukan sekadar formalitas. Bagi bisnis ekspedisi, Kelas 39 dapat menjadi kelas yang relevan untuk melindungi merek yang digunakan pada jasa pengiriman, transportasi, logistik, atau pergudangan sesuai jenis jasa yang dijalankan.
3. Apa saja contoh jasa yang dapat menggunakan Merek Kelas 39?
Contohnya adalah jasa ekspedisi, kurir, pengiriman paket, freight forwarding, trucking, transportasi barang, distribusi, pergudangan, dan penyimpanan barang.
4. Bagaimana cara daftar Merek HAKI Kelas 39 untuk pemula?
Secara umum, prosesnya dimulai dari menentukan nama merek, melakukan pengecekan merek, menentukan kelas dan spesifikasi jasa, menyiapkan dokumen, membayar PNBP, kemudian mengajukan permohonan melalui sistem DJKI.
5. Berapa biaya daftar merek Kelas 39 tahun 2026?
Tarif PNBP pendaftaran merek tahun 2026 adalah Rp2.800.000 per kelas untuk pemohon umum dan Rp500.000 per kelas untuk pemohon UMK, sesuai ketentuan tarif yang berlaku. Biaya tersebut berbeda dengan biaya jasa pendampingan apabila menggunakan konsultan.
6. Apa saja dokumen yang dibutuhkan untuk daftar merek Kelas 39?
Dokumen yang umumnya dipersiapkan meliputi identitas pemohon, nama atau logo merek, data pemilik, tanda tangan, daftar jasa yang akan didaftarkan, serta dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan DJKI.
7. Apakah nama merek harus dicek sebelum didaftarkan?
Sebaiknya dilakukan pengecekan terlebih dahulu. Penelusuran merek membantu mengetahui adanya merek yang memiliki kemiripan sehingga pemohon dapat mempertimbangkan risiko sebelum mengajukan permohonan.
8. Berapa lama proses pendaftaran merek Kelas 39?
Waktu proses keseluruhan mengikuti tahapan pendaftaran dan pemeriksaan DJKI. Bukti penerimaan permohonan diperoleh setelah pengajuan berhasil, tetapi bukti tersebut berbeda dengan sertifikat merek yang telah terdaftar.
9. Apakah UMKM ekspedisi bisa mendaftarkan merek Kelas 39?
Bisa. Pelaku UMKM dapat mengajukan pendaftaran merek dan, apabila memenuhi persyaratan sebagai UMK, dapat menggunakan tarif PNBP khusus UMK sesuai ketentuan yang berlaku.
10. Mengapa menggunakan jasa pendaftaran merek PERMATAMAS?
PERMATAMAS membantu proses mulai dari konsultasi, pengecekan merek, analisis Kelas 39, penyusunan spesifikasi jasa, persiapan dokumen, hingga pengajuan permohonan ke DJKI sehingga pemilik usaha dapat lebih mudah mempersiapkan pendaftaran mereknya.
Cara Daftar Merek HAKI Kelas 39 Jasa Logistik Agar Tidak Ditolak DJKI – Persaingan bisnis logistik, ekspedisi, jasa pengiriman, freight forwarding, kurir, transportasi, hingga pergudangan semakin berkembang. Banyak perusahaan membangun brand sendiri untuk membedakan layanan mereka dari kompetitor dan membangun kepercayaan pelanggan.
Namun, memiliki nama brand yang unik belum cukup. Bagi pelaku usaha jasa logistik, merek juga perlu dipersiapkan untuk mendapatkan perlindungan hukum melalui pendaftaran di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Salah satu hal yang penting diperhatikan adalah pemilihan kelas merek. Dalam Nice Classification 2026, Kelas 39 mencakup jasa transportasi, pengemasan dan penyimpanan barang, serta pengaturan perjalanan. Kelas ini juga mencakup berbagai jasa yang berkaitan dengan pengiriman dan penyimpanan barang.
Kesalahan dalam menentukan kelas, menyusun spesifikasi jasa, atau mengabaikan pemeriksaan merek dapat membuat proses pendaftaran menghadapi kendala. Karena itu, memahami cara daftar Merek HAKI Kelas 39 sejak awal menjadi langkah penting bagi perusahaan logistik.
Melalui PERMATAMAS, pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan mulai dari konsultasi, pengecekan merek, analisis kelas, penyusunan spesifikasi jasa, persiapan dokumen hingga pengajuan resmi ke DJKI.
Apa Itu Merek HAKI Kelas 39?
Kelas 39 merupakan klasifikasi merek yang terutama digunakan untuk jasa transportasi, pengemasan dan penyimpanan barang, serta pengaturan perjalanan. Jasa dalam kelas ini dapat mencakup transportasi manusia, hewan, maupun barang melalui jalur darat, laut, udara, atau pipa.
Dalam bisnis logistik, Kelas 39 dapat berkaitan dengan berbagai layanan seperti:
Jasa pengiriman barang.
Jasa kurir.
Freight forwarding.
Transportasi barang.
Distribusi barang.
Pergudangan.
Penyimpanan barang.
Pengemasan barang.
Pelacakan kargo untuk keperluan transportasi.
Jasa transportasi logistik.
Nice Classification 2026 juga mencantumkan parcel delivery, packaging of goods, freight forwarding, storage of goods, warehousing, transportation logistics, serta locating and tracking of cargo for transportation purposes sebagai contoh jasa dalam Kelas 39.
Karena itu, pemilik bisnis logistik perlu memastikan uraian jasa yang diajukan benar-benar sesuai dengan aktivitas usaha.
Cara Daftar Merek HAKI Kelas 39 Agar Tidak Ditolak DJKI
Tidak ada metode yang dapat menjamin sebuah permohonan pasti diterima DJKI. Namun, pemohon dapat mengurangi risiko kendala dengan mempersiapkan permohonan secara tepat dan memperhatikan ketentuan yang berlaku.
Berikut tahapan yang dapat dilakukan.
1. Tentukan Nama Merek yang Akan Digunakan
Langkah pertama adalah menentukan nama atau identitas brand yang akan didaftarkan.
Sebaiknya nama tersebut sudah dipilih dengan mempertimbangkan penggunaan jangka panjang, karena mengganti nama brand setelah perusahaan berkembang dapat membutuhkan biaya dan proses yang lebih besar.
Perhatikan beberapa hal seperti:
Nama mudah dibedakan.
Tidak sekadar menjelaskan jenis jasa secara umum.
Tidak memiliki kemiripan yang berpotensi menimbulkan masalah dengan merek lain.
Sesuai dengan identitas bisnis.
Dapat digunakan untuk pengembangan bisnis ke depan.
Nama yang bagus secara pemasaran belum tentu aman secara hukum. Karena itu, pemeriksaan merek tetap diperlukan sebelum pengajuan.
2. Lakukan Pengecekan Merek Terlebih Dahulu
Sebelum mendaftarkan merek Kelas 39, lakukan pengecekan terhadap merek yang telah terdaftar atau diajukan sebelumnya.
Pengecekan dapat membantu pemohon mengetahui apakah terdapat merek yang memiliki persamaan atau kemiripan dengan nama yang akan digunakan.
Beberapa unsur yang dapat diperiksa antara lain:
Persamaan nama.
Kemiripan susunan kata.
Persamaan atau kemiripan logo.
Kelas yang digunakan.
Jenis jasa yang ditawarkan.
Merek yang telah terdaftar atau diajukan sebelumnya.
Pengecekan awal bukan jaminan bahwa permohonan pasti diterima, karena keputusan terhadap permohonan tetap bergantung pada pemeriksaan yang dilakukan sesuai ketentuan DJKI.
Namun, langkah ini dapat membantu pemohon membuat keputusan yang lebih terinformasi sebelum mengeluarkan biaya dan mengajukan permohonan.
3. Pastikan Jasa Memang Sesuai dengan Kelas 39
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah memilih kelas hanya berdasarkan kata “logistik”.
Padahal, yang perlu diperhatikan adalah jenis jasa yang benar-benar ditawarkan perusahaan.
Kelas 39 mencakup jasa transportasi, pengemasan dan penyimpanan barang, serta pengaturan perjalanan.
Contohnya:
Jasa pengiriman paket.
Jasa pengangkutan barang.
Jasa freight forwarding.
Jasa pergudangan.
Jasa penyimpanan barang.
Jasa pengemasan barang.
Jasa transportasi logistik.
Jasa pelacakan kargo untuk keperluan transportasi.
Dengan demikian, jangan hanya menuliskan “jasa logistik” tanpa memastikan uraian jasa yang diajukan menggambarkan layanan sebenarnya.
4. Susun Spesifikasi Jasa dengan Tepat
Spesifikasi jasa merupakan bagian penting dalam permohonan merek.
Pemohon perlu menjelaskan jenis jasa yang akan menggunakan merek tersebut secara tepat dan sesuai klasifikasi.
Misalnya, perusahaan menjalankan bisnis pengiriman paket dan freight forwarding. Maka, uraian jasa perlu disusun berdasarkan layanan yang benar-benar diberikan, bukan sekadar menggunakan istilah umum seperti “bisnis logistik”.
Penyusunan yang tepat membantu membuat ruang lingkup jasa yang dimohonkan menjadi lebih jelas.
5. Perhatikan Perbedaan Kelas 39 dengan Kelas Lain
Tidak semua aktivitas perusahaan logistik berada di Kelas 39.
Nice Classification memberikan batasan terhadap jasa yang masuk dan tidak masuk Kelas 39. Misalnya, iklan untuk bisnis transportasi termasuk Kelas 35, jasa asuransi selama pengangkutan termasuk Kelas 36, sedangkan pemeliharaan dan perbaikan kendaraan termasuk Kelas 37. Penyimpanan data elektronik juga termasuk Kelas 42, bukan Kelas 39.
Karena itu, jika sebuah perusahaan memiliki beberapa jenis layanan, analisis kelas perlu dilakukan berdasarkan masing-masing aktivitas.
Contoh Jasa yang Termasuk Kelas 39
Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh jasa yang berkaitan dengan Kelas 39.
Jasa Pengiriman
Pengiriman paket.
Pengiriman barang.
Jasa kurir.
Pengiriman barang melalui pesanan.
Distribusi barang.
Pengiriman dokumen tertentu.
Delivery barang.
Jasa Logistik
Transportation logistics.
Freight forwarding.
Freight brokerage.
Pengangkutan barang.
Transportasi barang.
Pelacakan kargo untuk keperluan transportasi.
Pengaturan transportasi.
Jasa Pergudangan
Warehousing.
Storage of goods.
Penyimpanan barang.
Penyewaan gudang.
Penyewaan kontainer penyimpanan.
Penyimpanan bagasi.
Jasa penyimpanan tertentu.
Jasa Pengemasan
Packaging of goods.
Wrapping of goods.
Bottling services.
Pengemasan sebelum pengiriman.
Contoh-contoh tersebut mengacu pada daftar jasa Kelas 39 dalam Nice Classification 2026.
Cara Daftar Merek HAKI Kelas 39 Jasa Logistik Agar Tidak Ditolak DJKI
Baik perusahaan baru maupun perusahaan yang sudah memiliki banyak pelanggan dapat melakukan pengecekan dan mempersiapkan pendaftaran merek sesuai kebutuhan bisnis.
Mengapa Merek Jasa Logistik Perlu Didaftarkan?
Dalam industri logistik, pelanggan sering mengenali perusahaan berdasarkan nama brand. Ketika sebuah perusahaan dikenal karena pelayanan cepat, keamanan barang, jaringan distribusi, dan ketepatan waktu, brand tersebut dapat menjadi aset bisnis yang bernilai.
Pendaftaran merek dapat memberikan hak eksklusif atas merek setelah terdaftar sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Beberapa manfaatnya antara lain:
Melindungi identitas brand.
Memperkuat posisi bisnis.
Mengurangi risiko sengketa merek.
Meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Mendukung ekspansi perusahaan.
Memperkuat nilai komersial brand.
Menjadi bagian dari aset tidak berwujud perusahaan.
Karena itu, pendaftaran merek sebaiknya dipertimbangkan sejak perusahaan mulai membangun identitas bisnis.
Dokumen yang Umumnya Dibutuhkan
Setelah nama dan kelas ditentukan, langkah berikutnya adalah mempersiapkan dokumen pendaftaran.
Secara umum, data yang perlu dipersiapkan antara lain:
Identitas pemohon.
Nama merek.
Logo merek apabila digunakan.
Tanda tangan pemohon.
Data perusahaan atau usaha sesuai kebutuhan.
Daftar jasa yang akan didaftarkan.
Uraian atau spesifikasi jasa.
Dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan DJKI.
Kelengkapan data sebelum pengajuan dapat membantu mengurangi kesalahan administratif.
Kesalahan yang Dapat Menimbulkan Kendala Saat Mendaftar Merek Kelas 39
Agar proses pendaftaran lebih terarah, pemilik usaha perlu menghindari beberapa kesalahan umum.
Tidak Melakukan Pengecekan Merek
Langsung mengajukan merek tanpa melakukan pengecekan dapat meningkatkan risiko menemukan merek yang memiliki persamaan atau kemiripan pada tahap pemeriksaan.
Salah Menentukan Kelas
Perusahaan logistik dapat memiliki beberapa aktivitas bisnis. Jangan menentukan kelas hanya berdasarkan nama perusahaan.
Spesifikasi Jasa Tidak Sesuai
Uraian jasa harus menggambarkan kegiatan yang benar-benar ditawarkan kepada pelanggan.
Menganggap Semua Bisnis Digital Masuk Kelas 39
Bisnis logistik yang memiliki aplikasi atau sistem digital tetap perlu melihat jenis jasa yang ditawarkan. Penyimpanan data elektronik, misalnya, termasuk Kelas 42, bukan Kelas 39.
Menganggap Bukti Pengajuan Berarti Merek Sudah Terdaftar
Bukti penerimaan permohonan berbeda dengan sertifikat merek. Setelah pengajuan, permohonan masih mengikuti tahapan pemeriksaan sesuai ketentuan.
Apakah Jasa Logistik Bisa Mendaftarkan Lebih dari Satu Kelas?
Bisa saja, apabila perusahaan memiliki beberapa jenis barang atau jasa yang memang berada pada klasifikasi berbeda dan kebutuhan perlindungannya mengharuskan pendaftaran pada kelas tambahan.
Sebagai contoh, perusahaan logistik dapat memiliki layanan transportasi yang berkaitan dengan Kelas 39, tetapi juga menjalankan aktivitas lain yang masuk kelas berbeda.
Karena itu, penentuan kelas sebaiknya dilakukan berdasarkan jenis kegiatan bisnis dan ruang lingkup jasa yang ingin dilindungi, bukan sekadar jumlah layanan yang dimiliki perusahaan.
Kapan Sebaiknya Mendaftarkan Merek Jasa Logistik?
Pendaftaran merek sebaiknya dipersiapkan ketika perusahaan sudah menentukan nama brand dan jenis jasa yang akan ditawarkan.
Tidak perlu menunggu sampai perusahaan memiliki ribuan pelanggan untuk mulai memikirkan perlindungan merek.
Semakin awal proses perencanaan dilakukan, semakin mudah perusahaan menyusun strategi penggunaan brand, menentukan kelas, mengecek merek, dan mempersiapkan dokumen.
Mengapa Menggunakan Jasa Daftar Merek Kelas 39?
Bagi pemilik usaha, menentukan kelas dan menyusun spesifikasi jasa dapat menjadi bagian yang cukup teknis.
Menggunakan pendampingan profesional dapat membantu proses menjadi lebih terstruktur, terutama dalam:
Konsultasi kelas merek.
Pengecekan awal nama merek.
Analisis jenis jasa.
Penyusunan spesifikasi jasa.
Pemeriksaan dokumen.
Persiapan permohonan.
Pengajuan melalui sistem DJKI.
Pendampingan proses administrasi.
Namun, pendampingan tidak berarti dapat menjamin permohonan pasti disetujui. Keputusan akhir tetap mengikuti proses pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.
Jasa Daftar Merek HAKI Kelas 39 Bersama PERMATAMAS
Mendaftarkan merek jasa logistik bukan hanya tentang mengisi data permohonan. Pemilik usaha perlu memastikan nama merek, kelas, spesifikasi jasa, dan dokumen telah dipersiapkan dengan tepat.
Kelas 39 mencakup berbagai jasa transportasi, pengemasan, penyimpanan barang, serta pengaturan perjalanan. Dalam konteks logistik, kelas ini dapat mencakup jasa seperti pengiriman paket, freight forwarding, pergudangan, penyimpanan barang, dan transportasi logistik.
PERMATAMAS siap membantu Jasa Daftar Merek HAKI Kelas 39 mulai dari konsultasi, pengecekan merek, analisis kelas, penyusunan spesifikasi jasa, persiapan dokumen hingga pengajuan resmi ke DJKI.
Jika Anda memiliki bisnis ekspedisi, jasa kurir, logistik, freight forwarding, transportasi barang, pergudangan, fulfillment, distribusi, atau jasa pengiriman, konsultasikan kebutuhan merek Anda bersama PERMATAMAS.
Pastikan kelas dan spesifikasi jasa disiapkan dengan tepat sejak awal agar proses pendaftaran merek dapat berjalan lebih terarah dan sesuai ketentuan yang berlaku.
KONSULTASI GRATIS
PERMATAMAS INDONESIA
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
Merek HAKI Kelas 39 merupakan kelas merek yang mencakup berbagai jasa di bidang transportasi, pengemasan, penyimpanan barang, pengiriman, pergudangan, serta pengaturan perjalanan. Untuk bisnis logistik, pemilihan Kelas 39 perlu disesuaikan dengan jenis jasa yang benar-benar ditawarkan.
2. Jasa logistik termasuk Merek Kelas 39?
Ya. Berbagai layanan logistik seperti pengiriman barang, freight forwarding, ekspedisi, transportasi barang, pergudangan, penyimpanan dan pelacakan kargo dapat masuk dalam Kelas 39 sesuai spesifikasi jasanya.
3. Siapa yang perlu mendaftarkan merek Kelas 39?
Pemilik usaha ekspedisi, perusahaan logistik, jasa kurir, freight forwarding, transportasi barang, pergudangan, distribusi dan layanan terkait dapat mempertimbangkan pendaftaran mereknya pada Kelas 39.
4. Apa saja contoh jasa yang dapat didaftarkan pada Kelas 39?
Beberapa contoh layanan yang termasuk Kelas 39 antara lain:
Jasa pengiriman dan penyerahan barang
Jasa ekspedisi dan kurir
Freight forwarding
Pergudangan dan penyimpanan barang
Transportasi dan pelacakan kargo
5. Bagaimana cara daftar Merek HAKI Kelas 39 agar tidak ditolak DJKI?
Langkah awalnya adalah menentukan nama merek, melakukan penelusuran merek, menentukan kelas dan spesifikasi jasa yang tepat, menyiapkan dokumen, kemudian mengajukan permohonan melalui sistem resmi DJKI. Tidak ada metode yang dapat menjamin permohonan pasti diterima, tetapi pemeriksaan dan persiapan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko masalah dalam proses pendaftaran.
6. Apa kesalahan yang sering terjadi saat mendaftarkan merek jasa logistik?
Kesalahan yang sering terjadi antara lain tidak melakukan penelusuran merek terlebih dahulu, memilih kelas yang tidak sesuai, membuat uraian jasa terlalu umum, serta tidak memperhatikan potensi kemiripan dengan merek yang sudah terdaftar atau diajukan.
7. Apakah perusahaan logistik bisa mendaftarkan merek di lebih dari satu kelas?
Bisa, apabila bisnis tersebut memang menyediakan layanan yang masuk ke beberapa kelas berbeda. Penentuan kelas tambahan harus didasarkan pada jenis barang atau jasa yang benar-benar digunakan atau ditawarkan oleh bisnis.
8. Berapa biaya daftar Merek HAKI Kelas 39?
Biaya pendaftaran merek bergantung pada ketentuan tarif resmi yang berlaku serta kategori pemohon. Selain biaya resmi, apabila menggunakan jasa konsultan, terdapat biaya jasa pendampingan yang besarnya bergantung pada layanan yang diberikan.
9. Berapa lama proses pendaftaran Merek Kelas 39?
Proses pendaftaran merek tidak selesai hanya dengan pengajuan. Permohonan akan melalui tahapan pemeriksaan sesuai prosedur DJKI, sehingga waktu sampai merek memperoleh status terdaftar dapat berbeda tergantung proses pemeriksaan dan kondisi permohonan.
10. Mengapa menggunakan jasa konsultan untuk pendaftaran merek Kelas 39?
Konsultan dapat membantu melakukan pengecekan awal, menentukan kelas dan uraian jasa, mempersiapkan dokumen, mengajukan permohonan serta membantu memantau proses pendaftaran. Pendampingan dapat membantu pemilik usaha memahami tahapan pendaftaran dengan lebih terarah.
Jasa-Izin-PIRT
PERMATAMAS INDONESIA
Jasapendaftaranmerek.com adalah layanan pengurusan pendaftaran merek, sanggah merek, pengalihan merek, banding merek resmi di Indonesia
KONTAK KAMI
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
Telp : 021-89253417 WA : 085777630555
Copyright @ 2023 – Jasa Pendaftaran Merek – Support DokterWebsite.ID