Cara Mengurus Merek HAKI di Indonesia – Mengurus merek HAKI merupakan langkah penting bagi setiap pelaku usaha yang ingin melindungi hak kekayaan intelektual atas nama atau logo bisnisnya. HAKI atau Hak Atas Kekayaan Intelektual memberikan hak eksklusif kepada pemilik merek agar tidak digunakan pihak lain tanpa izin. Proses ini tidak hanya melindungi merek, tetapi juga meningkatkan profesionalisme, kredibilitas, dan nilai bisnis di mata konsumen maupun mitra usaha.
Di Indonesia, pendaftaran merek HAKI dilakukan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Sebelum mendaftar, pelaku usaha perlu memahami langkah-langkah, syarat, dan prosedur yang benar agar proses pendaftaran berjalan cepat, aman, dan sesuai ketentuan hukum. Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari cara mengurus merek HAKI dari awal hingga terbit sertifikat resmi, lengkap dengan tips agar tidak terjadi kendala selama proses. Mohon Daftar Merek Sekarang
Apa Itu Merek HAKI?
Merek HAKI adalah hak hukum yang diberikan kepada pemilik merek atas nama, logo, atau simbol yang digunakan untuk membedakan barang dan jasa di pasar. Perlindungan ini mencakup merek dagang untuk produk fisik dan merek jasa untuk layanan. Dengan mendaftarkan merek HAKI, pemilik merek mendapatkan bukti resmi kepemilikan serta hak eksklusif yang diakui secara hukum.
Selain melindungi dari penggunaan pihak lain, merek HAKI juga meningkatkan nilai bisnis. Merek yang terdaftar resmi akan lebih dipercaya oleh konsumen dan membantu proses branding, ekspansi, hingga kerjasama bisnis. Tidak memiliki HAKI membuat merek berisiko digunakan orang lain, yang bisa menyebabkan kerugian finansial dan reputasi. Daftar Merekmu Sekarang Juga
Mengapa Mengurus Merek HAKI Penting?
Ada beberapa alasan mengapa mengurus merek HAKI menjadi kewajiban bagi setiap pelaku usaha:
1. Perlindungan Hukum: Merek yang terdaftar dilindungi secara hukum dan pemiliknya memiliki hak eksklusif atas penggunaan merek tersebut.
2. Mencegah Peniruan: Merek HAKI meminimalkan risiko pihak lain meniru nama atau logo bisnis Anda.
3. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen: Merek resmi memberi kesan profesional dan dapat meningkatkan loyalitas pelanggan.
4. Memperluas Peluang Bisnis: Dengan perlindungan merek, usaha dapat berkembang lebih mudah, termasuk kerja sama atau ekspor.
Syarat dan Dokumen untuk Mengurus Merek HAKI
Sebelum mendaftar, pastikan Anda menyiapkan dokumen dan persyaratan berikut:
• Data Pemohon: Individu atau badan hukum (PT, CV, koperasi) lengkap dengan alamat dan identitas resmi.
• Nama dan Logo Merek: Siapkan nama merek, logo, atau simbol yang akan didaftarkan dalam format gambar atau PDF.
• Klasifikasi Barang/Jasa: Tentukan kelas sesuai Nice Classification (total 45 kelas: 1–34 untuk barang, 35–45 untuk jasa).
• Surat Kuasa (Jika menggunakan jasa profesional): Dokumen ini diperlukan jika pendaftaran dibantu pihak ketiga.
• Bukti Pembayaran Biaya Pendaftaran: PNBP atau biaya resmi pendaftaran yang telah dibayarkan.
Cara Cek Ketersediaan Merek HAKI
Langkah pertama sebelum mendaftar adalah melakukan cek HAKI merek:
• Melalui DJKI Online: Masuk ke portal resmi DJKI (https://www.dgip.go.id) dan masukkan nama merek untuk mengetahui apakah merek sudah digunakan.
• Memeriksa Kelas: Pastikan merek yang ingin didaftarkan belum digunakan di kelas yang sama.
• Konsultasi Profesional: Layanan seperti PERMATAMAS dapat membantu pengecekan lebih detail, termasuk variasi nama dan strategi pendaftaran untuk mengurangi risiko penolakan.
Contoh:
• Merek sabun cuci piring → cek pada kelas 3 (produk pembersih dan kosmetik).
• Merek jasa konsultasi bisnis → cek pada kelas 35 (layanan manajemen bisnis dan periklanan).
Hasil pengecekan menampilkan nama merek, pemilik, kelas, status aktif, dan tanggal berlaku. Informasi ini membantu menentukan strategi pendaftaran, apakah membuat nama baru atau memilih kelas lain. Cek Merek Gratis Sekarang
Cara Mengurus Merek HAKI di Indonesia
Langkah-Langkah Mengurus Merek HAKI
Berikut alur lengkap cara mendaftarkan merek HAKI:
1. Pendaftaran Akun: Buat akun di Sistem Online DJKI.
2. Login dan Pilih Pendaftaran Merek: Masukkan data pemohon dan pilih jenis pendaftaran (individu/badan hukum).
3. Upload Dokumen: Sertakan dokumen yang dibutuhkan, termasuk logo, deskripsi produk/jasa, surat kuasa (jika ada), dan bukti pembayaran PNBP.
4. Pilih Kelas: Tentukan kelas barang atau jasa sesuai jenis merek.
5. Verifikasi dan Submit: Periksa kembali semua data dan dokumen sebelum mengirim permohonan pendaftaran.
6. Proses Pemeriksaan: DJKI akan meninjau permohonan, termasuk kesamaan dengan merek lain dan kelengkapan dokumen.
7. Publikasi: Jika lolos pemeriksaan, merek akan dipublikasikan untuk memungkinkan pihak lain mengajukan keberatan.
8. Sertifikat HAKI: Jika tidak ada keberatan, DJKI akan menerbitkan sertifikat merek resmi.
Proses ini biasanya memakan waktu 6–12 bulan, tergantung kelengkapan dokumen dan tidak adanya konflik dengan merek lain.
Perbedaan Merek Dagang dan Jasa
HAKI merek dibagi menjadi dua kategori utama:
• Merek Dagang (Barang): Melindungi produk fisik yang dijual di pasaran, seperti sabun, kosmetik, makanan, minuman, atau pakaian.
• Merek Jasa: Melindungi layanan atau aktivitas bisnis, termasuk jasa konsultasi, periklanan, restoran, perhotelan, atau layanan kesehatan.
Memahami perbedaan ini membantu pemilik merek memilih kelas yang tepat sehingga perlindungan hukum lebih optimal dan risiko sengketa diminimalkan.
Tips Agar Proses Pendaftaran HAKI Lebih Cepat
1. Gunakan Nama Merek Unik: Hindari nama yang terlalu umum agar mudah diterima dan terhindar dari konflik.
2. Pilih Kelas yang Sesuai: Pastikan merek didaftarkan pada kelas yang relevan dengan produk atau jasa Anda.
3. Lengkapi Dokumen dengan Teliti: Pastikan semua formulir, logo, surat kuasa, dan bukti pembayaran lengkap.
4. Gunakan Jasa Profesional: PERMATAMAS membantu proses pengajuan agar cepat, rapi, dan minim risiko revisi.
Layanan PERMATAMAS untuk Pendaftaran Merek HAKI
PERMATAMAS telah membantu pelaku usaha dalam pendaftaran HAKI merek. Layanan kami mencakup:
• Konsultasi penentuan kelas merek.
• Cek ketersediaan nama merek.
• Validasi dokumen dan persyaratan.
• Pendampingan pengajuan ke DJKI hingga sertifikat terbit.
• Monitoring status pendaftaran secara real-time.
Dengan pendampingan profesional, proses pendaftaran merek menjadi lebih cepat, aman, dan sesuai regulasi.
Pentingnya Mengurus Merek HAKI
Mengurus merek HAKI adalah langkah wajib untuk melindungi nama dan logo bisnis Anda. Dengan memahami proses, persyaratan, perbedaan kelas merek dagang dan jasa, serta melakukan pengecekan awal, Anda dapat memastikan pendaftaran berjalan lancar dan mendapatkan sertifikat resmi HAKI.
Gunakan layanan profesional PERMATAMAS untuk mempercepat proses, meminimalkan kesalahan, dan memastikan perlindungan hukum merek Anda optimal.
Untuk memulai pendaftaran merek HAKI dengan cepat dan aman, hubungi PERMATAMAS sekarang:
Konsultasi Gratis
PERMATAMAS INDONESIA
Alamat: Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61, Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
Telp Kantor: 021-89253417
WhatsApp: 0857-7763-0555
FAQ – Cara Mengurus Merek HAKI
1. Apa itu merek HAKI?
Merek HAKI adalah hak hukum yang diberikan kepada pemilik merek atas nama, logo, atau simbol yang digunakan untuk membedakan barang dan jasa di pasar. Perlindungan ini memastikan hak eksklusif pemilik merek diakui secara hukum.
2. Mengapa penting mengurus merek HAKI sebelum digunakan?
Mengurus merek HAKI penting agar terhindar dari risiko peniruan, sengketa hukum, dan penolakan pendaftaran di kemudian hari. Merek terdaftar juga meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan konsumen.
3. Berapa jumlah kelas merek di Indonesia?
Terdapat 45 kelas, yakni 1–34 untuk barang (produk fisik) dan 35–45 untuk jasa (layanan atau aktivitas bisnis). Pemilihan kelas yang tepat penting agar perlindungan merek sesuai jenis usaha.
4. Bagaimana cara cek HAKI merek secara online?
Anda bisa cek HAKI merek melalui portal resmi DJKI di https://www.dgip.go.id. Masukkan nama merek untuk melihat status, kelas, pemilik, dan tanggal berlaku.
5. Apa perbedaan merek dagang dan merek jasa?
Merek dagang melindungi produk fisik seperti sabun, kosmetik, atau makanan. Merek jasa melindungi layanan seperti konsultasi, restoran, perhotelan, atau layanan kesehatan.
6. Apakah satu merek bisa didaftarkan di beberapa kelas?
Ya. Satu merek dapat didaftarkan di beberapa kelas jika digunakan untuk produk atau layanan berbeda, sehingga perlindungan HAKI menjadi lebih luas.
7. Berapa lama proses pendaftaran HAKI merek?
Umumnya, proses pendaftaran HAKI merek memakan waktu 6–12 bulan tergantung kelengkapan dokumen dan tidak adanya keberatan dari pihak lain.
8. Apa saja dokumen yang diperlukan untuk pendaftaran HAKI?
Dokumen yang diperlukan antara lain: data pemohon, logo atau nama merek, klasifikasi barang/jasa, surat kuasa (jika ada), dan bukti pembayaran biaya resmi (PNBP).
9. Bagaimana PERMATAMAS membantu pendaftaran merek HAKI?
PERMATAMAS menyediakan layanan konsultasi, pengecekan ketersediaan merek, validasi dokumen, pendampingan pengajuan resmi ke DJKI, dan monitoring status hingga sertifikat terbit.
10. Apakah biaya pendaftaran HAKI berbeda untuk barang dan jasa?
Biaya resmi pendaftaran HAKI sama untuk semua jenis pendaftaran per kelas, namun total biaya tergantung jumlah kelas yang didaftarkan dan layanan tambahan jika menggunakan jasa profesional
Apa Itu Merek Dagang – Merek dagang adalah identitas hukum yang digunakan oleh pelaku usaha untuk membedakan produk atau layanan mereka dari pihak lain. Dalam era bisnis modern, merek bukan hanya sekadar nama atau simbol, tetapi juga aset kekayaan intelektual yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dengan merek yang terdaftar, pemilik usaha memiliki hak eksklusif untuk menggunakan nama tersebut secara legal dan melindunginya dari pihak lain yang mencoba meniru atau menyalahgunakan. Karena itu, banyak perusahaan besar hingga UMKM mulai memahami bahwa mendaftarkan merek merupakan langkah penting dalam strategi branding dan perlindungan usaha.
Selain perlindungan hukum, merek dagang berfungsi sebagai penanda kualitas. Ketika konsumen membeli produk atau layanan yang telah memiliki reputasi baik, mereka merasa lebih percaya karena merek tersebut sudah dikenal dan terbukti memiliki standar tertentu. Ini membantu perusahaan membangun loyalitas pelanggan dan meningkatkan nilai jual produk. Dalam beberapa kasus, sebuah merek bahkan menjadi lebih bernilai dibandingkan produk fisiknya, karena brand memiliki kekuatan emosional yang melekat pada pelanggan.
Mendaftarkan merek juga memiliki implikasi jangka panjang bagi perkembangan bisnis. Dengan status merek terdaftar, pemilik dapat memperluas pasar, membuka franchise, bekerja sama dengan marketplace resmi, hingga memperoleh lisensi atau royalti. Dalam hukum kekayaan intelektual, merek dagang tercatat memiliki masa berlaku selama 10 tahun dan dapat diperpanjang terus–menerus. Artinya, selama merek digunakan secara konsisten, pemilik dapat mempertahankan haknya seumur hidup. Inilah alasan mengapa merek harus diurus lebih awal agar tidak direbut atau didaftarkan pihak lain. daftar merek dagang sekarang
Apa yang dimaksud dengan merek dagang?
Merek dagang adalah tanda berupa nama, logo, gambar, kata, huruf, angka, warna, bentuk, suara, atau kombinasi dari semuanya yang digunakan untuk membedakan produk milik satu pelaku usaha dari produk milik pihak lain. Dalam sistem hukum di Indonesia, merek dagang memiliki posisi yang sangat penting karena menjadi bukti hak eksklusif atas identitas bisnis sehingga mencegah pihak lain menggunakannya tanpa izin. Melalui perlindungan merek, pelaku usaha dapat menjalankan aktivitas perdagangan dengan lebih aman dan profesional.
• Merek tidak hanya sebagai identitas pembeda, tetapi juga sarana komunikasi nilai, kualitas, serta reputasi brand kepada konsumen
• Merek menjadi alat pemasaran yang kuat karena dapat menimbulkan ingatan emosional serta loyalitas pelanggan terhadap suatu produk
• Merek memberikan perlindungan hukum dan meningkatkan kepastian berusaha dalam menjalankan bisnis di pasar yang kompetitif
Dalam dunia usaha, merek dagang kini dianggap sebagai aset tak berwujud (intangible asset) yang sangat berharga. Bahkan, nilai sebuah merek bisa melebihi nilai fisik perusahaan karena memiliki kekuatan untuk meningkatkan kepercayaan pasar, menarik investor, membuka peluang distribusi lebih luas seperti di marketplace resmi, hingga memperkuat posisi kompetitif. Karena itu, mendaftarkan merek bukan lagi opsi tambahan, tetapi langkah penting agar identitas bisnis tetap terlindungi dan tidak direbut oleh pihak lain. proses merek dagang sekarang
Apa saja contoh merek dagang?
Untuk memahami merek dagang secara lebih jelas, kita dapat melihat contoh yang sudah sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. Hampir semua produk yang kita gunakan sebenarnya sudah dilindungi oleh hak merek, sehingga pemilik merek memiliki hak eksklusif atas identitasnya. Tujuan perlindungan ini adalah agar tidak ada pihak lain yang meniru nama, logo, atau tampilan suatu produk untuk keuntungan pribadi tanpa izin. Karena itu, merek menjadi salah satu elemen penting dalam dunia bisnis modern baik skala kecil maupun besar.
1. Contoh pertama dari merek dagang adalah nama atau kata brand yang sangat dikenal masyarakat, seperti Google, Samsung, Indomie, Oppo, dan Aqua. Nama-nama ini digunakan untuk menunjukkan identitas unik sebuah produk sehingga mudah dikenali konsumen.
2. Contoh kedua adalah logo atau simbol visual yang ikonik, seperti tanda centang pada Nike, apel tergigit pada Apple, atau huruf “M” berwarna kuning pada McDonald’s. Logo menjadi representasi visual yang mudah diingat dan memiliki daya pengaruh emosional terhadap konsumen.
3. Contoh ketiga yaitu bentuk kemasan, warna tertentu, suara jingle, hingga desain produk yang khas. Misalnya, botol Coca-Cola yang unik, warna ungu pada Cadbury, atau suara notifikasi Instagram. Selama memiliki ciri pembeda, elemen tersebut dapat menjadi bagian dari merek dagang.
Selain pada barang fisik, merek dagang kini juga digunakan dalam bisnis digital, terutama di marketplace. Banyak penjual di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan marketplace lainnya kini diwajibkan memiliki merek kelas 35 agar bisa mendaftar sebagai toko resmi atau “official store”. Hal ini menunjukkan bahwa merek tidak hanya berlaku pada produk fisik, tetapi juga pada jenis usaha modern berbasis e-commerce. Dengan memahami contoh-contoh ini, dapat disimpulkan bahwa merek dagang memberikan peran sangat besar dalam membangun kepercayaan, identitas, dan kredibilitas sebuah bisnis. ajukan merek dagang sekarang
Apa Itu Merek Dagang
Apa definisi merek dagang?
Secara hukum, definisi merek dagang adalah tanda identitas yang diberi perlindungan hukum agar pemiliknya memiliki hak eksklusif untuk menggunakan merek tersebut dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. Definisi ini tertuang dalam Undang-Undang terkait Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai bagian dari regulasi untuk melindungi pelaku usaha sekaligus konsumen. Dengan adanya definisi resmi, negara memberikan kepastian hukum bahwa pihak yang pertama kali mendaftarkan merek memperoleh hak tunggal dalam penggunaannya.
• Definisi merek dagang juga mencakup fungsi utama sebagai pembeda. Artinya, merek harus memiliki ciri khas yang tidak meniru atau menyerupai merek lain yang telah terdaftar sebelumnya. Pemeriksaan ketersediaan merek wajib dilakukan sebelum pengajuan untuk memastikan merek tidak berpotensi menimbulkan sengketa atau keberatan hukum dari pemilik merek terdahulu.
• Selain itu, definisi merek memiliki unsur legalitas yang menegaskan bahwa hanya pemilik sah yang berhak menggunakan, melisensikan, atau memberikan izin kepada pihak lain untuk memanfaatkannya. Jika merek digunakan tanpa persetujuan pemilik terdaftar, tindakan tersebut dianggap pelanggaran dan dapat dikenakan sanksi hukum.
• Dalam konteks bisnis, definisi merek juga berkaitan erat dengan strategi branding dan pemasaran. Sebuah merek bukan sekadar nama atau logo, melainkan identitas yang membawa reputasi, nilai kualitas, dan persepsi konsumen terhadap produk atau layanan tersebut. Itulah sebabnya merek dagang dipandang sebagai aset tak berwujud yang dapat meningkatkan nilai perusahaan secara signifikan.
Dengan memahami definisi merek dagang secara menyeluruh dari sisi hukum maupun branding, pelaku usaha dapat lebih bijak dalam membangun identitas bisnis dan mendaftarkannya sebelum digunakan secara luas. Langkah ini bukan hanya bentuk perlindungan, tetapi juga investasi jangka panjang dalam keberlanjutan brand di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Apa perbedaan merek jasa dan merek dagang?
Penggunaan merek dagang dan merek jasa memiliki fungsi dan perbedaan yang cukup signifikan. Merek dagang digunakan untuk melindungi produk fisik atau barang yang diperdagangkan, sementara merek jasa digunakan untuk melindungi layanan yang ditawarkan oleh perusahaan atau individu. Misalnya, merek dagang diterapkan pada produk minuman, kosmetik, elektronik, atau pakaian, sedangkan merek jasa digunakan pada bidang transportasi, pendidikan, perbankan, konsultasi, hingga layanan digital. Pemahaman ini penting karena menentukan kelas yang tepat ketika mengajukan pendaftaran merek di DJKI.
• Perbedaan berikutnya terletak pada tujuan perlindungan. Pada merek dagang, perlindungan difokuskan pada identitas barang yang diproduksi, dipasarkan, dan dijual kepada konsumen. Namun pada merek jasa, perlindungan diberikan pada kualitas layanan, reputasi, dan kepercayaan pelanggan terhadap penyedia jasa tersebut. Kedua jenis merek ini tetap memiliki fungsi utama yang sama, yaitu memberikan perlindungan hukum agar pelaku usaha terhindar dari pemalsuan, penjiplakan, atau penggunaan nama yang serupa oleh kompetitor.
• Dalam penerapannya, merek dagang lebih sering digunakan untuk bisnis yang berbasis produk fisik, sedangkan merek jasa lebih tepat untuk sektor layanan profesional. Namun dalam beberapa kasus, perusahaan dapat mendaftarkan keduanya jika bisnisnya mencakup produk dan layanan sekaligus. Misalnya, perusahaan teknologi yang menjual perangkat gadget (kategori merek dagang), namun juga menyediakan layanan software berlangganan atau aplikasi digital (kategori merek jasa).
• Baik merek dagang maupun merek jasa dapat didaftarkan dalam satu nama merek yang sama selama pemasaran dan penggunaannya sesuai dengan ketentuan kelas yang berlaku. Dengan memahami perbedaan ini, pelaku usaha dapat menentukan strategi perlindungan yang tepat sesuai model bisnis sehingga merek yang dimiliki memiliki kekuatan hukum, nilai komersial, dan daya saing jangka panjang di pasar.
Dengan memahami perbedaannya, pelaku usaha dapat mengoptimalkan perlindungan hukum dan memastikan bahwa identitas brand tetap aman dan memiliki nilai strategis di masa depan. Jasa Daftar Merek Dagang
Apa contoh merek dagang?
Contoh merek dagang sangat mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari karena hampir semua produk yang beredar di pasaran memiliki identitas merek yang resmi terdaftar. Merek dagang dapat berupa nama brand, logo, desain kemasan, atau elemen visual lain yang membedakan suatu produk dari produk lainnya. Tanpa adanya merek dagang, konsumen akan kesulitan mengenali kualitas suatu produk karena tidak ada identitas yang menjadi pembeda antara barang asli dan tiruan. Oleh karena itu, keberadaan merek dagang tidak hanya penting dalam pemasaran, tetapi juga menjadi perlindungan hukum bagi pelaku usaha.
1. Contoh kategori pertama adalah merek dagang yang berasal dari produk fisik skala nasional hingga internasional. Misalnya Indomie sebagai produk mie instan, Samsung dalam kategori elektronik, Adidas pada sektor fashion, dan Oreo pada industri makanan. Semua merek tersebut dikenal luas karena kekuatan branding dan perlindungan legalitas mereka. Bahkan dalam kategori UMKM, merek seperti Kopi Kenangan, Eiger, dan Wardah juga menunjukkan bahwa perlindungan merek sangat penting dalam proses berkembangnya sebuah bisnis.
2. Kategori kedua adalah merek dagang yang berasal dari produk UKM hingga usaha lokal yang baru berkembang. Banyak produk lokal seperti keripik, kopi kemasan, herbal tradisional, aksesoris handmade, hingga sabun rumahan kini mulai mendaftarkan merek karena kebutuhan masuk marketplace dan menjaga keaslian produk. Banyak marketplace seperti Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia kini mewajibkan seller resmi memiliki merek kelas 35 agar dapat membuka toko official. Hal ini menunjukkan peningkatan kesadaran legalitas merek di era digital.
3. Kategori ketiga adalah merek dagang berbasis produk digital seperti aplikasi, software, atau platform layanan berbayar. Contohnya seperti Canva, Spotify, atau game mobile populer. Walaupun bentuknya digital, secara hukum merek tersebut tetap dikategorikan sebagai merek dagang karena memiliki fungsi komersial, hak distribusi, dan perlindungan identitas pasar. Ini membuktikan bahwa konsep merek tidak hanya berlaku pada produk fisik, tetapi juga pada produk digital modern.
Dengan contoh yang beragam ini, dapat dipahami bahwa merek dagang menjadi elemen penting dalam semua sektor usaha, baik bisnis besar maupun bisnis yang baru mulai berkembang. Merek dagang memberikan identitas, nilai, kepercayaan, dan perlindungan hukum yang sangat penting bagi keberlanjutan usaha di pasar modern.
Apa saja 4 jenis merek dagang?
Secara umum, terdapat empat jenis kategori merek dagang yang digunakan dalam sistem perlindungan kekayaan intelektual. Keempat jenis merek ini memiliki fungsi yang berbeda tergantung pada bagaimana merek tersebut dibuat dan bagaimana konsumen mengidentifikasinya. Memahami jenis–jenis ini membantu pemilik usaha menentukan strategi branding dan menentukan kelas produk atau jasa yang akan didaftarkan.
1. Merek Kata (Wordmark)
Jenis pertama adalah merek kata, yaitu merek yang hanya menggunakan tulisan tanpa unsur gambar. Contohnya seperti Google, BCA, Dunhill, Telkom, dan sebagainya. Jenis merek ini fokus pada kekuatan nama dan pengucapan sehingga biasanya dipilih oleh bisnis yang ingin identitasnya mudah diingat dan konsisten di berbagai media — baik online maupun offline.
2. Merek Logo/Simbol (Figurative Mark)
Jenis kedua adalah merek logo atau simbol, yaitu identitas yang berbentuk gambar tanpa tulisan. Contohnya logo Apple, Adidas stripes, atau Instagram icon. Merek jenis ini umumnya digunakan ketika bentuk visual menjadi pembeda utama dan dapat menciptakan asosiasi cepat tanpa perlu membaca nama merek.
3. Merek Kombinasi & Non-Tradisional (Combination & Non-Traditional Mark)
Jenis ketiga adalah merek kombinasi, yaitu gabungan antara tulisan dan visual/gambar seperti Starbucks, KFC, Shopee, dan Pertamina. Selain itu terdapat kategori non-tradisional seperti bentuk botol Coca-Cola atau suara pembuka Netflix. Merek dalam kategori ini memiliki ciri khas yang lebih kuat karena menyatukan lebih dari satu elemen pembeda.
Dalam konteks pendaftaran di Indonesia, seluruh jenis merek ini diakui dan dapat diajukan untuk memperoleh perlindungan selama memenuhi syarat utama seperti tidak menyesatkan publik, tidak menyerupai merek yang sudah terdaftar, serta memiliki kekuatan pembeda yang jelas. Dengan memahami jenis-jenis merek tersebut, pemilik usaha dapat menentukan bentuk identitas yang paling efektif untuk kebutuhan branding jangka panjang dan strategi pemasaran. Lindungi Merek Dagang Sekarang
Apa merek dagang yang paling kuat?
Merek dagang yang paling kuat adalah merek yang memiliki ciri khas jelas, mudah dikenali, tidak bersifat umum atau generik, dan tidak menyerupai merek lain yang sudah terdaftar. Semakin unik sebuah merek, semakin besar peluang diterima dalam proses pendaftaran dan semakin kuat perlindungan hukumnya. Merek dagang yang kuat bukan hanya sekadar dikenal luas, tetapi juga memiliki identitas visual atau verbal yang sulit ditiru sehingga dapat memberikan nilai ekonomi tinggi bagi pemiliknya.
1. Merek Arbitrer (Arbitrary Mark)
Salah satu kategori merek paling kuat adalah merek arbitrer, yaitu kata umum tetapi tidak ada kaitannya dengan produk yang dipasarkan. Contohnya Apple untuk komputer, Jaguar untuk kendaraan, atau Camel untuk rokok. Karena tidak memiliki hubungan langsung dengan jenis barang atau jasa, jenis merek ini lebih mudah dibedakan dan lebih kuat dari sisi hukum.
2. Merek Fantasi (Fanciful Mark)
Jenis kedua adalah merek fantasi, yaitu merek yang berasal dari kata ciptaan atau gabungan huruf tanpa makna sebelumnya. Contohnya Kodak, Google, Xiaomi, Nikon, dan Oppo. Karena kata ini benar-benar baru dan tidak termasuk bahasa umum, peluang diterima dalam proses pendaftaran merek biasanya jauh lebih tinggi dan perlindungan hukumnya sangat kuat.
3. Merek Kreatif yang Konsisten dan Terdaftar Resmi
Jenis merek yang juga dapat dikategorikan kuat adalah merek yang dibangun dengan strategi branding konsisten, digunakan dalam pemasaran, dikembangkan menjadi identitas visual, dan didaftarkan secara legal di DJKI. Semakin besar popularitas merek dan semakin jelas perlindungan hukumnya, semakin tinggi nilai ekonominya, bahkan dapat menjadi aset bisnis yang dapat dipindahtangankan atau dilisensikan.
Dengan memahami jenis kekuatan merek ini, pelaku usaha dapat merancang nama yang bukan hanya menarik secara pemasaran tetapi juga kokoh secara hukum, serta memiliki peluang besar menjadi aset bernilai tinggi bagi bisnis di masa depan.
Merek Dagang Usaha Diisi Apa?
Saat Anda melakukan pendaftaran merek di Indonesia melalui DJKI, terdapat bagian penting yang disebut “Jenis Merek” atau “Bentuk Merek” yang harus diisi dengan benar. Banyak pemohon yang bingung saat sampai pada tahap ini, karena mereka tidak tahu apakah harus memilih merek dagang, merek jasa, atau keduanya. Pada dasarnya, merek dagang diisi apabila usaha Anda menghasilkan, memproduksi, atau menjual barang fisik, misalnya pakaian, kosmetik, makanan, minuman, alat kebersihan, dan lain-lain. Kesalahan dalam pengisian bisa membuat merek tidak sesuai dengan produk atau bahkan ditolak.
Di dalam formulir pendaftaran, Anda juga wajib mengisi kelas barang/jasa berdasarkan klasifikasi NICE. Inilah langkah paling krusial, karena kelas yang dipilih akan menentukan lingkup perlindungan merek Anda. Jika salah pilih kelas, maka merek mungkin tidak terlindungi sesuai jenis produk yang dijual. Misalnya, bisnis skincare seharusnya menggunakan kelas 03, sedangkan bisnis minuman memerlukan kelas 32. Proses Pendaftaran Merek Dagang
Agar lebih mudah, berikut gambaran sederhana bagian yang harus diperhatikan:
• Jenis Merek (dagang, jasa, kolektif)
• Kelas barang/jasa sesuai produk
• Deskripsi produk secara rinci
Selain itu, pemilik usaha juga harus mencantumkan nama pemilik merek, baik perseorangan maupun badan usaha seperti PT, CV, maupun perorangan. Informasi tambahan seperti slogan, logo, warna dominan, hingga format tulisan merek juga akan diminta jika merek didaftarkan dalam bentuk logo atau kombinasi. Semakin detail informasi yang diberikan, maka semakin kuat perlindungan hukum yang akan diperoleh. Karena itu, sebelum mendaftar, ada baiknya melakukan pengecekan dan konsultasi terlebih dahulu untuk menghindari revisi, keberatan, atau bahkan penolakan.
PERMATAMAS hadir sebagai solusi bagi pelaku usaha di seluruh Indonesia yang ingin mendaftarkan merek dengan aman, cepat, dan minim kesalahan. Dengan pengalaman menangani berbagai jenis permohonan merek dari berbagai bidang usaha, kami memahami betul prosedur, syarat, hingga strategi pemilihan kelas yang benar agar merek Anda tidak hanya terdaftar, tetapi juga terlindungi secara hukum dari plagiarisme atau penggunaan tanpa izin.
Kami memberikan layanan konsultasi awal hingga pendampingan sampai sertifikat resmi terbit. Selama proses, Anda akan mendapatkan manfaat seperti:
• Pemeriksaan merek (searching) untuk memastikan tidak tumpang tindih
• Pendampingan isi dokumen & ketepatan kelas berdasarkan jenis usaha
• Monitoring status hingga terbit sertifikat resmi DJKI
Jika Anda ingin merek usaha memiliki perlindungan yang jelas dan legal, maka langkah terbaik adalah segera mendaftarkannya sebelum digunakan pihak lain. Dengan dukungan tim ahli hukum dan administrasi perizinan yang berpengalaman, PERMATAMAS siap menjadi mitra terpercaya dalam setiap tahap pendaftaran merek dagang Anda.
KONSULTASI GRATIS
PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan merek dagang?
Merek dagang adalah tanda berupa nama, simbol, warna, gambar, atau kombinasi yang digunakan untuk membedakan produk fisik dari satu pelaku usaha dengan produk lainnya.
2. Apa perbedaan merek jasa dan merek dagang?
Merek dagang digunakan untuk barang fisik, sedangkan merek jasa dipakai untuk layanan seperti konsultasi, pendidikan, transportasi, dan sejenisnya.
3. Apakah merek dagang wajib didaftarkan?
Tidak wajib, tetapi sangat penting untuk mendapatkan perlindungan hukum dan mencegah pihak lain menggunakan atau mengklaim merek Anda.
4. Berapa biaya resmi pendaftaran merek di DJKI?
Biaya tergantung kategori: UMKM biasanya lebih murah sementara non-UMKM lebih tinggi. Biaya juga berbeda untuk permohonan baru atau perpanjangan.
5. Apakah merek yang sudah dikenal otomatis terlindungi?
Tidak. Kepopuleran tanpa pendaftaran tetap tidak memberikan hak hukum penuh. Prioritas diberikan berdasarkan first to file, bukan siapa paling terkenal.
6. Berapa lama proses pendaftaran merek sampai sertifikat terbit?
Rata-rata 7–12 bulan, tergantung status pemeriksaan formalitas, substantif, serta jika ada keberatan atau sanggahan dari pihak lain.
7. Apakah satu merek bisa didaftarkan untuk banyak kelas?
Ya. Jika produk Anda mencakup lebih dari satu kategori, Anda bisa mendaftarkan dalam beberapa kelas sekaligus.
8. Bagaimana jika merek yang saya ajukan mirip merek lain?
DJKI dapat menolak. Maka penting melakukan searching terlebih dahulu agar tidak bertabrakan dengan merek yang sudah terdaftar.
9. Apakah saya bisa mendaftarkan merek sebelum memiliki usaha atau produk?
Bisa. Justru sangat disarankan agar tidak didahului pihak lain.
10. Apakah PERMATAMAS melayani pengurusan merek sampai sertifikat terbit?
Ya. PERMATAMAS menyediakan layanan mulai dari konsultasi kelas, pengecekan merek, pendaftaran online hingga monitoring sampai sertifikat resmi terbit.
Apa Itu Banding Merek HAKI – Dalam proses pendaftaran merek, tidak semua permohonan langsung diterima oleh DJKI. Banyak pemohon yang awalnya merasa yakin bahwa merek mereka sudah unik dan memenuhi ketentuan hukum, namun tetap menerima surat Usulan Penolakan Merek. Ketika situasi ini terjadi, perjalanan hukum belum berakhir. Pemohon masih memiliki hak untuk mempertahankan permohonannya melalui mekanisme yang disebut banding merek HAKI.
Banding merek adalah upaya hukum yang diberikan kepada pemohon yang permohonannya ditolak. Tujuannya bukan untuk mempertentangkan keputusan DJKI, tetapi untuk memberikan kesempatan bagi pemohon menjelaskan kembali bahwa merek tersebut masih memenuhi unsur pembeda, tidak menyerupai merek yang sudah ada sebelumnya, dan layak mendapatkan perlindungan hukum sebagai hak eksklusif.
Banding menjadi langkah penting terutama dalam situasi berikut:
• Permohonan ditolak karena dianggap memiliki persamaan dengan merek lain.
• Pemeriksa menilai merek bersifat deskriptif, generik, atau tidak memiliki unsur pembeda.
• Pemeriksa menilai merek melanggar ketentuan moral, norma, atau aturan hukum tertentu.
• Pemohon memiliki bukti dan argumen kuat bahwa alasan penolakan bisa dipertimbangkan kembali.
Fenomena semakin meningkatnya permohonan banding menunjukkan bahwa masyarakat mulai semakin sadar akan pentingnya perlindungan merek dalam bisnis. Bagi pemilik usaha, brand bukan hanya nama produk, tetapi aset bernilai yang menentukan reputasi dan posisi di pasar.
Karena itulah, memahami proses banding bukan sekadar pengetahuan tambahan — tetapi strategi hukum yang dapat menentukan masa depan merek di pasar.
Apa Itu Komisi Banding Merek HAKI
Komisi Banding Merek adalah lembaga resmi yang berada di bawah DJKI dan memiliki kewenangan untuk memeriksa dan menilai ulang permohonan banding dari pemohon merek yang ditolak. Keberadaan lembaga ini memastikan bahwa pemeriksaan merek dilakukan secara adil, proporsional, dan sesuai asas hukum.
Secara fungsi, Komisi Banding Merek bertugas:
1. Menilai kembali alasan penolakan yang sebelumnya diberikan DJKI.
2. Memeriksa argumen dan bukti tambahan yang diajukan pemohon.
3. Mengambil keputusan final administratif apakah banding diterima atau ditolak.
Keputusan komisi memiliki status penting karena dapat:
• Membatalkan keputusan penolakan sebelumnya.
• Menguatkan keputusan penolakan dan menolak permohonan banding.
• Mengembalikan permohonan untuk pemeriksaan lanjutan.
Dengan kata lain, lembaga ini berperan sebagai mekanisme check and balance dalam sistem perlindungan merek di Indonesia.
Namun, penting dipahami bahwa Komisi Banding Merek tidak menilai selera atau estetika desain, melainkan faktor hukum, seperti persamaan pada pokoknya, ketentuan norma, serta asas pembeda.
Apa Maksud Mengajukan Banding Merek HAKI
Mengajukan banding berarti memberikan tanggapan resmi bahwa pemohon tidak sependapat dengan penolakan yang dikeluarkan DJKI dan memiliki argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Tujuan banding bukan sekadar menjawab surat, melainkan:
• Membuktikan bahwa merek layak didaftarkan
• Menunjukkan bahwa penolakan masih dapat diperdebatkan dari sudut hukum
• Memberikan bukti pendukung agar merek dipertimbangkan ulang
Dalam praktiknya, penyusunan banding harus berdasarkan:
• Landasan hukum yang relevan
• Analisis perbandingan merek secara visual, fonetik, dan konseptual
• Data penggunaan, reputasi, atau sertifikat merek di negara lain (jika ada)
Banding yang baik biasanya tidak hanya membantah keputusan, tetapi juga menunjukkan:
Mengapa merek tetap memiliki unsur pembeda dan tidak menyebabkan kebingungan di pasar.
Oleh karena itu, banyak pemohon yang memilih menggunakan bantuan konsultan atau ahli HAKI agar argumentasi banding lebih terarah dan sesuai format hukum.
Apa Itu Hak untuk Mengajukan Banding Merek HAKI
Hak mengajukan banding merupakan hak hukum yang diberikan kepada setiap pemohon yang permohonannya mendapatkan penolakan. Hak ini diatur dalam Undang-Undang Merek dan tidak dapat dicabut sebelum batas waktu yang ditentukan.
Beberapa poin penting terkait hak banding yang wajib diketahui pemohon adalah:
• Hak banding hanya berlaku 30 hari setelah penerbitan surat penolakan.
• Hak ini bersifat opsional, bukan wajib, tetapi jika diabaikan maka keputusan penolakan menjadi final.
• Hak banding hanya dapat digunakan satu kali dalam satu permohonan.
• Jika melewati batas waktu, satu-satunya cara melanjutkan adalah mengajukan permohonan baru dari awal.
Dengan demikian, hak banding merupakan kesempatan strategis yang tidak boleh disia-siakan.
Apa Tujuan Melakukan Banding Merek HAKI
Tujuan utama melakukan banding bukan sekadar memberi tahu DJKI bahwa pemohon tidak setuju dengan keputusan penolakan. Banding merupakan instrumen hukum yang dirancang agar setiap permohonan merek mendapatkan kesempatan pemeriksaan ulang secara objektif dan berlandaskan aturan yang berlaku.
Secara garis besar, tujuan banding dapat dibedah menjadi beberapa poin inti:
1. Memberikan Kesempatan Evaluasi Ulang
Banding memastikan pemohon memiliki hak untuk meminta peninjauan ulang keputusan apabila penolakan dinilai tidak tepat atau masih dapat dibuktikan berbeda melalui analisis fonetik, visual, maupun konseptual.
2. Mengoreksi Interpretasi Pemeriksa
Dalam beberapa kasus, perbedaan interpretasi terhadap unsur pembeda (distinctiveness) atau tingkat persamaan antar merek dapat terjadi. Banding berfungsi sebagai mekanisme koreksi ketika proses awal belum menggali argumen atau konteks tertentu secara lengkap.
3. Membuktikan Bahwa Merek Layak Mendapatkan Perlindungan
Tujuan lain banding adalah menunjukkan bahwa merek memiliki fungsi sebagai identitas dagang, bukan sebagai kata umum, deskriptif, atau generik.
4. Memberikan Kepastian Hukum
Melalui banding, pemohon dapat memastikan bahwa semua prosedur telah ditempuh sebelum merek dinyatakan benar-benar gagal memperoleh perlindungan.
Banding bukan hanya prosedur administratif, tetapi bagian dari mekanisme perlindungan hukum agar proses pendaftaran merek di Indonesia berjalan adil, tidak subjektif, dan tetap memberikan ruang bagi pemohon untuk membela aset intelektualnya.
Bagaimana Anda Menjelaskan Banding Merek HAKI
Menjelaskan banding kepada publik sering kali menjadi tantangan karena istilah ini terdengar teknis. Namun secara sederhana, banding merek dapat dijelaskan sebagai:
“Proses keberatan resmi yang diajukan pemohon ketika permohonan merek ditolak oleh DJKI, agar permohonan tersebut diperiksa ulang oleh Komisi Banding Merek.”
Agar pemahaman lebih kuat, banding dapat dianalogikan seperti keberatan dalam proses hukum lainnya: seseorang tidak langsung menerima keputusan, tetapi meminta badan yang lebih tinggi untuk mengevaluasi ulang.
Namun banding dalam konteks merek memiliki karakteristik khusus, di antaranya:
• Harus diajukan secara tertulis.
• Harus berdasarkan argumentasi hukum dan teknis, bukan opini pribadi.
• Harus mengikuti format resmi dan batas waktu yang ditentukan undang-undang.
Dalam praktiknya, banding biasanya mencakup:
• Penjelasan alasan tidak sependapat dengan penolakan.
• Analisis persamaan dan perbedaan merek pembanding.
• Dukungan hukum, seperti pasal dalam UU Merek atau referensi case law.
• Bukti pendukung seperti desain logo, penggunaan merek, reputasi pasar, hingga dokumen pendaftaran di luar negeri.
Karena sifatnya formal, menjelaskan banding bukan hanya soal menyampaikan keberatan, tetapi memastikan bahwa DJKI memahami konteks, argumentasi, dan pembuktian bahwa merek masih layak diterima.
Berapa Biaya Permohonan Banding Merek HAKI
Banyak pemohon masih memiliki pemahaman yang keliru mengenai biaya pengajuan banding merek. Sebagian beranggapan proses banding sangat mahal, sementara yang lain percaya bahwa banding bisa diajukan tanpa biaya sama sekali. Faktanya, sesuai ketentuan terbaru, biaya resmi permohonan banding merek di DJKI adalah Rp 3.000.000 yang dibayarkan melalui sistem resmi DJKI pada saat pengajuan.
Biaya tersebut merupakan tarif resmi pemerintah dan wajib dibayarkan agar permohonan banding dapat diterima dan diproses oleh Komisi Banding Merek (KBM). Tanpa pembayaran biaya tersebut, sistem akan menganggap pengajuan tidak lengkap sehingga proses tidak dapat dilanjutkan.
Namun, biaya Rp 3.000.000 tersebut hanya mencakup biaya administrasi resmi.
Dalam praktiknya, proses banding memerlukan penyusunan dokumen hukum yang kuat, analisis pembanding merek, serta argumentasi yang disusun sesuai kaidah pemeriksaan substantif. Karena itu, beberapa pemohon memilih menggunakan layanan profesional untuk memastikan banding disusun dengan tepat.
Beberapa komponen biaya tambahan yang mungkin muncul adalah:
• Biaya analisis hukum dan legal review untuk mengidentifikasi penyebab penolakan secara detail.
• Biaya penyusunan dokumen banding, termasuk argumentasi hukum dan pembanding merek.
• Biaya pendampingan hingga putusan final, khusus bagi pemohon yang ingin prosesnya ditangani penuh oleh konsultan atau ahli merek.
Dengan demikian, total biaya banding dapat berbeda antara satu pemohon dan yang lain, tergantung apakah mereka mengajukan sendiri atau menggunakan pendampingan profesional.
Kesimpulannya: biaya resmi pemerintah untuk banding merek adalah Rp 3.000.000, dan biaya tambahan bersifat opsional sesuai kebutuhan dan strategi pemohon dalam mempertahankan mereknya.
Apa Itu Banding Merek HAKI
Apa yang Dimaksud dengan Mengajukan Banding Merek HAKI
Mengajukan banding berarti menyampaikan permohonan resmi untuk meminta DJKI meninjau kembali keputusan penolakan yang sudah diterbitkan.
Proses ini mencakup beberapa hal penting, yaitu:
• Membuat dokumen keberatan tertulis berisi argumentasi mengapa penolakan dianggap tidak tepat.
• Melampirkan analisis pembanding antara merek pemohon dengan merek pembanding yang dijadikan dasar penolakan.
• Menguraikan dasar hukum sesuai Undang-Undang Merek dan Indikasi Geografis.
• Melampirkan bukti relevan seperti logo, contoh penggunaan merek, testimoni pasar, atau registrasi internasional jika ada.
• Mengajukan dokumen melalui akun DJKI Online dalam batas waktu 30 hari setelah surat penolakan diterbitkan.
Dengan kata lain, mengajukan banding bukan hanya mengklik tombol submit, tetapi menyusun satu set argumentasi legal dan teknis yang meyakinkan Komisi Banding Merek bahwa keputusan penolakan sebelumnya masih dapat ditinjau ulang.
Berapa Lama Proses Banding Merek HAKI
Waktu penyelesaian banding tidak instan, karena pemeriksaan ulang membutuhkan evaluasi yang mendalam. Secara umum, durasi proses banding dapat berkisar:
• 6 hingga 12 bulan untuk proses evaluasi standar.
• 12 hingga 18 bulan jika melibatkan analisis kompleks atau volume kasus sedang tinggi.
• Dalam beberapa kasus tertentu, keputusan dapat terbit lebih cepat atau lebih lama tergantung kompleksitas.
Beberapa faktor yang memengaruhi lama proses banding antara lain:
1. Jumlah permohonan banding yang sedang diuji pada periode tersebut.
2. Kelengkapan argumentasi dan bukti pemohon.
3. Tingkat kemiripan dengan merek pembanding.
4. Apakah pemeriksa memerlukan konsultasi atau pendalaman hukum tambahan.
Karena itu, banding bukan proses cepat, namun merupakan upaya terakhir yang sangat strategis untuk memastikan merek tidak hilang begitu saja dari proses registrasi.
Apa Alasan yang Baik untuk Mengajukan Banding Merek HAKI
Tidak semua penolakan harus dilanjutkan ke proses banding. Ada kalanya, merek memang terlalu umum, deskriptif, atau jelas meniru merek yang sudah ada. Namun ketika penolakan dirasa tidak tepat atau masih dapat diperdebatkan secara hukum, mengajukan banding adalah langkah yang layak dan penting dilakukan.
Beberapa alasan kuat yang umumnya menjadi dasar banding adalah sebagai berikut:
1. Penilaian Kemiripan Dianggap Berlebihan
Kadang pemeriksa menilai merek dianggap memiliki persamaan dengan merek pembanding hanya karena memiliki satu kata yang sama. Padahal dalam hukum merek, penilaian kemiripan harus mempertimbangkan:
• Fonetik (cara baca)
• Visual (logo, font, warna)
• Konseptual (makna, asosiasi, dan kategori penggunaan)
Jika tiga unsur tersebut berbeda secara signifikan, maka banding layak diajukan.
2. Kata yang Dipermasalahkan Bersifat Umum atau Deskriptif
Misalnya kata seperti fresh, clean, natural, atau beauty. Kata deskriptif tidak dapat dimonopoli oleh satu pemilik merek. Jika penolakan terjadi hanya karena satu kata umum yang sama dengan merek orang lain, maka banding menjadi upaya logis untuk mempertahankan hak pendaftaran.
3. Bukti Pemakaian di Pasar Sudah Ada dan Dianggap Signifikan
Jika pemohon sudah menggunakan merek dalam:
• Iklan
• Legalitas usaha
• Penjualan marketplace atau retail
• Sertifikasi produk
• Media sosial atau kampanye promosi
Maka banding dapat memperkuat argumentasi bahwa merek sudah memiliki reputasi di masyarakat.
4. Merek Telah Terdaftar di Negara Lain
Untuk perusahaan yang memiliki pasar internasional, fakta bahwa merek telah diterima di sistem hukum negara lain menjadi argumen kuat bahwa merek layak didaftarkan juga di Indonesia.
5. Penolakan Tidak Sesuai dengan Asas Pembeda (Distinctiveness)
Jika merek memiliki unsur grafis unik, kombinasi kata, atau unsur inventif yang tidak ada pada merek pembanding, maka penolakan dapat diperdebatkan.
Ketika minimal satu dari alasan di atas terpenuhi, banding bukan hanya wajar dilakukan — tetapi merupakan langkah penting untuk mempertahankan identitas merek sebagai aset hukum dan komersial.
Berapa Biaya Mengurus Hak Merek HAKI
Pertanyaan ini sering muncul ketika seseorang memasuki tahapan banding. Banyak pemohon mengira bahwa banding dilakukan karena pendaftaran merek dikenakan biaya tambahan yang tinggi, padahal kedua hal itu berbeda. Untuk memberikan konteks, biaya mengurus hak merek secara umum meliputi:
• Biaya pendaftaran awal
• Biaya perpanjangan (jika sudah terdaftar)
• Biaya konsultasi atau pendampingan profesional (opsional)
• Biaya revisi atau keberatan (jika menggunakan layanan konsultan)
Namun penting ditegaskan:
Pengajuan banding pada DJKI tidak dikenakan biaya resmi atau gratis.
Yang memerlukan biaya hanyalah penyusunan dokumen banding jika pemohon memilih menggunakan bantuan konsultan hukum atau ahli HAKI.
Mengurus hak merek bukan hanya soal biaya administratif. Yang paling penting adalah memastikan:
• Argumen hukum kuat
• Dokumen lengkap
• Proses sesuai regulasi
Dengan begitu, pemilik merek memiliki perlindungan hukum yang tepat dan menghindari risiko gagal permanen akibat kesalahan teknis atau administratif.
Bagaimana Jika Permohonan Merek HAKI Ditolak
Penolakan bukan akhir dari perjalanan pendaftaran merek. Justru penolakan sering kali menjadi tahap yang menentukan apakah pemohon memahami nilai merek tersebut atau memilih menyerah.
Jika permohonan merek ditolak, ada tiga pilihan realistis yang dapat dilakukan:
Ini adalah langkah pertama yang dilakukan sebelum banding. Jika argumen masih belum cukup kuat untuk membatalkan penolakan, barulah banding menjadi opsi.
2. Mengajukan Banding ke Komisi Banding Merek
Langkah ini dilakukan ketika pemohon yakin:
• Argumen hukum kuat
• Perbandingan merek tidak sepenuhnya relevan
• Merek memiliki potensi pasar dan nilai komersial besar
Banding menjadi proses advokasi resmi untuk memperjuangkan merek di jalur administratif.
3. Mengajukan Pendaftaran Baru (Jika Merek Tidak Bisa Dipertahankan)
Langkah ini dilakukan ketika memang:
• Merek terlalu umum
• Merek identik dengan yang sudah memiliki sertifikat
• Peluang menang banding sangat kecil
Dalam kondisi seperti ini, rebranding dan pendaftaran baru lebih rasional daripada mempertahankan merek yang jelas tidak dapat didaftarkan.
Yang perlu disadari adalah: Penolakan permohonan merek bukan kegagalan, tetapi bagian dari proses legal untuk memastikan merek benar-benar dilindungi sesuai hukum.
Apa Saja Tiga Jenis Banding Merek HAKI yang Berbeda
Dalam praktik hukum merek, bentuk banding dapat dilihat dari tujuan dan konteksnya. Secara umum, banding dalam pendaftaran merek dapat dibagi menjadi tiga jenis pendekatan:
1. Banding Berbasis Hukum (Legal-Based Appeal)
Jenis banding ini menggunakan argumen undang-undang, asas hukum, dan interpretasi peraturan sebagai fondasi utama.
Biasanya digunakan ketika:
• Penolakan didasarkan pada interpretasi pasal yang dianggap tidak tepat
• Ada inkonsistensi penerapan aturan dibanding kasus sebelumnya
2. Banding Berbasis Analisis Teknis Merek (Technical Appeal)
Pendekatan ini menilai:
• Fonetik (cara baca)
• Visual (logo, bentuk, warna, huruf)
• Konseptual (makna, pemaknaan budaya, bahasa)
Metode ini sering digunakan untuk menunjukkan bahwa merek tidak identik atau tidak memiliki persamaan pada pokoknya.
3. Banding Berbasis Fakta Lapangan dan Pemakaian (Use-Based Appeal)
Jenis banding ini paling kuat ketika pemohon memiliki bukti:
• Pemakaian luas di pasar
• Kontrak distributor
• Bukti penjualan
• Promo media dan pemasaran
Pendekatan ini menunjukkan bahwa merek sudah memiliki diferensiasi dan nilai komersial yang tidak bertentangan dengan ketentuan hukum. Dengan memahami ketiga pendekatan ini, pemohon dapat menentukan strategi banding yang paling relevan dan efektif.
Kesimpulan Terkait Banding Merek HAKI
Banding merupakan tahap penting dan strategis dalam proses perlindungan merek. Pemohon tidak hanya membutuhkan pemahaman prosedural, tetapi juga ketelitian dalam argumentasi. Itulah mengapa banyak pelaku usaha kini memilih menggunakan bantuan konsultan profesional agar proses banding lebih terstruktur, efektif, dan memiliki peluang lebih besar untuk diterima.
Jasa Pengurusan Banding Merek Berpengalaman
Menghadapi penolakan merek bukan akhir dari perjalanan Anda dalam melindungi identitas usaha. Proses banding ke Komisi Banding Merek (KBM) justru menjadi kesempatan terakhir untuk mempertahankan hak eksklusif atas nama bisnis yang selama ini Anda bangun. Namun, proses banding bukan sekadar menulis keberatan atau klarifikasi.
Banding membutuhkan analisis hukum, argumentasi yang tepat, serta pemahaman teknis terkait aturan yang berlaku di bawah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.
Inilah alasan banyak pelaku usaha memilih bekerja sama dengan penyedia jasa profesional seperti PERMATAMAS. Dengan pengalaman menangani berbagai kasus penolakan merek, PERMATAMAS memahami pola pemeriksaan DJKI dan bagaimana menyusun strategi banding yang terukur dan efektif.
Beberapa manfaat bekerja sama dengan profesional antara lain:
• Analisis penyebab penolakan secara mendalam dan objektif.
• Penyusunan dokumen banding yang formal, sistematis, dan memenuhi standar DJKI.
• Pendampingan hingga putusan diterbitkan, bukan sekadar pengiriman dokumen.
Pendampingan profesional memastikan setiap langkah memiliki dasar, strategi, serta peluang keberhasilan yang lebih besar. Karena dalam proses banding, argumen yang kuat dan struktur penyampaian sangat menentukan hasil.
Jika Anda saat ini menerima surat Usulan Penolakan dan tidak ingin mengambil risiko salah langkah, pertimbangkan menggunakan pendampingan ahli. Hubungi PERMATAMAS untuk konsultasi dan mulailah proses banding Anda dengan strategi yang benar, terukur, dan berpeluang dikabulkan.
KONSULTASI GRATIS
PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417
FAQ
1. Apa itu Banding Merek HAKI?
Banding merek HAKI adalah proses hukum yang diajukan pemohon ketika permohonan merek mereka ditolak oleh DJKI pada tahap pemeriksaan substantif. Banding diajukan ke Komisi Banding Merek (KBM) sebagai upaya resmi untuk mempertahankan hak atas merek yang dinilai masih layak didaftarkan.
2. Kapan Banding Merek Bisa Diajukan?
Banding dapat diajukan setelah pemohon menerima surat resmi Usulan Penolakan Merek dari DJKI. Pengajuan memiliki batas waktu, sehingga pemohon harus segera menindaklanjuti sebelum masa pengajuan berakhir.
3. Apa Alasan Umum Permohonan Banding Merek Ditolak?
Beberapa penyebab umum antara lain:
Merek dinilai memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek terdaftar.
Merek dianggap tidak memiliki daya pembeda.
Merek mengandung nama umum, simbol, atau istilah yang dilarang oleh Undang-Undang.
Dokumen pendukung atau argumentasi dianggap tidak cukup kuat.
4. Berapa Biaya Mengajukan Banding Merek?
Biaya resmi pemerintah untuk mengajukan banding merek adalah Rp 3.000.000. Namun biaya tambahan dapat muncul apabila pemohon menggunakan jasa konsultan, ahli, atau tim legal untuk menyusun dokumen banding.
5. Apakah Banding Merek Selalu Diterima?
Tidak. Keputusan Komisi Banding Merek dapat diterima atau ditolak. Hasil sangat bergantung pada kekuatan argumentasi, legal basis, dan pembuktian bahwa merek tidak menyalahi ketentuan hukum atau tidak identik dengan merek lain.
6. Berapa Lama Proses Banding Merek?
Proses banding umumnya membutuhkan waktu beberapa bulan hingga putusan diterbitkan, tergantung antrean dan kompleksitas kasus di DJKI.
7. Apakah Bisa Mengajukan Banding Tanpa Konsultan?
Bisa. Namun proses banding bersifat legal teknis, sehingga banyak pemohon menggunakan bantuan konsultan atau jasa profesional agar argumentasi lebih kuat dan peluang diterima lebih tinggi.
8. Siapa yang Bisa Membantu Jika Saya Ingin Banding Merek?
Jika Anda membutuhkan bantuan profesional, PERMATAMAS menyediakan layanan konsultasi, penyusunan dokumen banding, hingga pendampingan sampai putusan final.
jasa pengurusan sertifikasi halal
PERMATAMAS INDONESIA
Jasapendaftaranmerek.com adalah layanan pengurusan pendaftaran merek, sanggah merek, pengalihan merek, banding merek resmi di Indonesia
KONTAK KAMI
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
Telp : 021-89253417 WA : 085777630555
Copyright @ 2023 – Jasa Pendaftaran Merek – Support DokterWebsite.ID