Syarat Pendaftaran Merek HAKI Terbaru 2026

Syarat Pendaftaran Merek HAKI Terbaru 2026 – Pendaftaran merek HAKI menjadi langkah strategis yang semakin krusial bagi pelaku usaha di tahun 2026. Di tengah persaingan bisnis yang kian ketat, merek bukan sekadar nama atau logo, melainkan identitas hukum yang melindungi reputasi dan nilai komersial sebuah usaha. Tanpa pendaftaran resmi di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), sebuah merek berisiko digunakan, ditiru, bahkan didaftarkan lebih dulu oleh pihak lain.

Pemerintah melalui DJKI terus menyempurnakan sistem pendaftaran merek agar lebih transparan, cepat, dan mudah diakses. Meski prosesnya kini berbasis digital, pemohon tetap wajib memenuhi syarat administratif dan substantif yang telah ditentukan. Kesalahan kecil seperti dokumen tidak lengkap atau deskripsi produk yang tidak sesuai kelas dapat berujung pada penolakan permohonan.

Syarat pendaftaran merek HAKI terbaru 2026 meliputi :
• Identitas resmi pemohon merek (perorangan atau badan usaha)
• Etiket atau label merek yang akan didaftarkan
• Penjelasan detail produk atau jasa yang dilindungi
• Surat pernyataan kepemilikan merek
• Bukti pembayaran biaya pendaftaran resmi

Memahami persyaratan sejak awal akan membantu pelaku usaha menghindari hambatan hukum dan memastikan proses pendaftaran berjalan lebih efektif hingga sertifikat merek diterbitkan.

Syarat Pendaftaran Merek HAKI Terbaru 2026 untuk Perorangan dan Badan Usaha

Pemohon pendaftaran merek HAKI pada prinsipnya dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu perorangan dan badan usaha. Keduanya memiliki kewajiban administrasi yang berbeda, meskipun tujuan hukumnya sama, yakni memperoleh perlindungan eksklusif atas merek yang digunakan dalam kegiatan usaha.

Bagi pemohon perorangan, DJKI mensyaratkan identitas yang sah dan masih berlaku. Sementara itu, untuk badan usaha seperti PT atau CV, dokumen legalitas perusahaan menjadi faktor utama yang diperiksa. Kejelasan status hukum pemohon sangat menentukan sah atau tidaknya permohonan merek yang diajukan.
Pada tahap awal pendaftaran, sistem DJKI akan memverifikasi kelengkapan identitas pemohon. Oleh karena itu, kesesuaian data antara formulir pendaftaran dan dokumen pendukung harus benar-benar diperhatikan. Perbedaan nama, alamat, atau status hukum sering kali menjadi penyebab administrasi tertunda.

Berikut gambaran dokumen identitas yang umumnya dibutuhkan:
• KTP pemohon untuk pendaftaran atas nama pribadi
• NPWP pemohon atau perusahaan
• Akta pendirian dan SK pengesahan (untuk PT/CV)
• Dokumen legalitas tambahan sesuai bentuk usaha
• Alamat dan kontak resmi pemohon
Dengan identitas yang jelas dan valid, DJKI dapat memastikan bahwa hak merek diberikan kepada subjek hukum yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Jasa Daftar Merek, Jasa Banding Merek, Jasa Pengalihan Merek, Jasa Perpanjang Merek
Jasa Daftar Merek, Jasa Banding Merek, Jasa Pengalihan Merek, Jasa Perpanjang Merek

Dokumen Administratif dalam Syarat Pendaftaran Merek HAKI Terbaru 2026

Selain identitas pemohon, aspek administratif menjadi tulang punggung dalam proses pendaftaran merek HAKI. Dokumen-dokumen ini berfungsi sebagai bukti formal bahwa merek tersebut benar-benar dimiliki dan digunakan oleh pemohon dalam kegiatan usaha.

Salah satu dokumen terpenting adalah etiket atau label merek. Etiket harus menampilkan merek secara jelas, baik berupa tulisan, logo, maupun kombinasi keduanya. DJKI juga menilai apakah merek tersebut memiliki daya pembeda dan tidak menyerupai merek lain yang telah terdaftar sebelumnya.
Pemohon juga diwajibkan membuat pernyataan tertulis yang menyatakan bahwa merek yang diajukan adalah miliknya dan tidak meniru merek pihak lain. Dokumen ini menjadi dasar hukum apabila di kemudian hari muncul sengketa merek.

Adapun dokumen administratif utama meliputi:
• Etiket atau label merek dengan format yang ditentukan
• Surat pernyataan kepemilikan merek bermaterai
• Uraian produk atau jasa secara rinci
• Tanda tangan pemohon atau penanggung jawab
• Bukti pembayaran biaya pendaftaran merek

Kelengkapan dokumen administrasi akan mempercepat proses pemeriksaan formalitas dan meminimalkan risiko permohonan dikembalikan oleh DJKI.

Syarat Pendaftaran Merek HAKI Terbaru 2026 bagi Usaha Mikro dan Kecil (UMKM)

Pemerintah memberikan perhatian khusus kepada pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) agar lebih mudah memperoleh perlindungan merek. Di tahun 2026, kebijakan ini tetap dilanjutkan melalui skema persyaratan dan biaya yang lebih ringan dibandingkan pendaftaran reguler.

Meski mendapat kemudahan, UMK tetap diwajibkan memenuhi sejumlah syarat tambahan sebagai bukti bahwa usaha tersebut benar-benar termasuk kategori mikro atau kecil. Dokumen pendukung ini menjadi dasar pemberian fasilitas khusus oleh DJKI.

Keberadaan dokumen tambahan ini juga bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan fasilitas UMK oleh pelaku usaha skala besar. Oleh karena itu, keabsahan surat keterangan dan pernyataan menjadi aspek yang sangat diperhatikan dalam proses verifikasi.

Persyaratan Merek HAKI UMKM:
• Surat keterangan atau rekomendasi sebagai UMK binaan
• Surat pernyataan UMK bermaterai
• Identitas pemilik usaha yang sah
• Bukti kegiatan usaha aktif
• Kesesuaian produk dengan skala UMK

Dengan memenuhi seluruh syarat pendaftaran merek HAKI terbaru 2026, pelaku UMK dapat memperoleh perlindungan hukum merek sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produknya.

Prosedur Pengajuan Syarat Pendaftaran Merek HAKI Terbaru 2026 di DJKI

Setelah seluruh dokumen persyaratan dipersiapkan, tahap berikutnya adalah mengajukan permohonan pendaftaran merek melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Pada 2026, proses ini masih dilakukan secara terintegrasi melalui sistem pendaftaran elektronik, sehingga pemohon dapat mengajukan merek tanpa harus datang langsung ke kantor DJKI.

Pengajuan dimulai dengan pembuatan akun resmi pada sistem DJKI, kemudian dilanjutkan dengan pengisian formulir permohonan merek. Di tahap ini, ketelitian menjadi kunci utama karena data yang diinput akan menjadi dasar pemeriksaan administratif dan substantif. Kesalahan pengisian, sekecil apa pun, dapat memperlambat proses atau bahkan menyebabkan permohonan ditolak.

Setelah permohonan diajukan dan biaya pendaftaran dibayarkan, DJKI akan melakukan pemeriksaan formalitas, pengumuman merek, hingga pemeriksaan substantif. Jika tidak ada keberatan dari pihak lain dan merek dinyatakan memenuhi ketentuan, sertifikat merek akan diterbitkan dan berlaku selama 10 tahun sejak tanggal penerimaan.

Pentingnya Memenuhi Syarat Pendaftaran Merek HAKI Terbaru 2026 Sejak Awal

Memenuhi seluruh syarat pendaftaran merek HAKI sejak awal bukan hanya soal kelengkapan dokumen, tetapi juga strategi perlindungan bisnis jangka panjang. Merek yang terdaftar memberikan hak eksklusif kepada pemiliknya untuk menggunakan, melisensikan, atau melarang pihak lain memakai merek yang sama atau serupa.

Di sisi lain, banyak permohonan merek yang tertunda atau ditolak bukan karena mereknya tidak layak, melainkan akibat kelalaian administratif. Hal ini sering terjadi pada pelaku usaha yang belum memahami detail persyaratan atau klasifikasi barang dan jasa yang tepat.

Dengan persiapan matang dan pemahaman menyeluruh terhadap ketentuan terbaru 2026, pelaku usaha dapat menghindari risiko sengketa merek di masa depan. Pendaftaran merek yang benar sejak awal akan menjadi fondasi hukum yang kuat bagi pertumbuhan dan ekspansi usaha, baik di tingkat nasional maupun internasional.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ

1. Apa saja syarat utama pendaftaran merek HAKI tahun 2026?
Syarat utamanya meliputi identitas pemohon, etiket merek, deskripsi produk/jasa, surat pernyataan kepemilikan, dan bukti pembayaran.

2. Apakah pendaftaran merek wajib melalui DJKI?
Ya, pendaftaran merek di Indonesia hanya sah jika diajukan melalui DJKI.

3. Apakah UMKM memiliki syarat khusus dalam pendaftaran merek?
Ya, UMKM perlu melampirkan surat keterangan atau pernyataan sebagai usaha mikro atau kecil.

4. Apakah pendaftaran merek bisa dilakukan secara online?
Bisa, seluruh proses pendaftaran merek dilakukan melalui sistem online DJKI.

5. Berapa lama proses pendaftaran merek hingga sertifikat terbit?
Rata-rata memakan waktu 8–12 bulan tergantung proses pemeriksaan dan keberatan.

6. Apakah merek harus berupa logo?
Tidak, merek bisa berupa kata, logo, kombinasi keduanya, atau bentuk lain yang memiliki daya pembeda.

7. Apakah satu merek bisa didaftarkan untuk banyak produk?
Bisa, selama masih dalam satu kelas barang atau jasa yang sama.

8. Apa risiko jika merek tidak didaftarkan?
Merek bisa digunakan atau didaftarkan pihak lain tanpa perlindungan hukum bagi pemilik asli.

9. Apakah pendaftaran merek berlaku selamanya?
Tidak, perlindungan merek berlaku 10 tahun dan dapat diperpanjang.

10. Apakah boleh menggunakan jasa konsultan untuk pendaftaran merek?
Boleh, penggunaan konsultan atau kuasa hukum justru membantu meminimalkan kesalahan administrasi.

jasa pengurusan sertifikasi halal
jasa pengurusan sertifikasi halal

 

Jasa Pendaftaran Merek Dagang HAKI

Jasa Pendaftaran Merek Dagang HAKI – Merek dagang merupakan identitas utama yang membedakan suatu produk atau jasa dengan kompetitor di pasar. Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, merek tidak lagi sekadar nama atau logo, tetapi telah menjadi aset bisnis bernilai tinggi. Sayangnya, masih banyak pelaku usaha yang menjalankan bisnis tanpa mendaftarkan merek dagangnya secara resmi, sehingga rawan ditiru, diklaim pihak lain, atau bahkan disengketakan secara hukum.

Pendaftaran merek dagang HAKI memberikan perlindungan hukum eksklusif kepada pemilik merek atas penggunaan nama dan logo dalam kegiatan komersial. Dengan merek terdaftar, pelaku usaha memiliki dasar hukum yang kuat jika terjadi pelanggaran, pemalsuan, atau persaingan tidak sehat. Selain itu, merek terdaftar juga meningkatkan kepercayaan konsumen, mempermudah kerja sama bisnis, serta membuka peluang ekspansi ke pasar yang lebih luas.

PERMATAMAS hadir sebagai penyedia jasa pendaftaran merek dagang HAKI yang membantu pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari UMKM hingga perusahaan nasional. Dengan pendekatan profesional dan berbasis regulasi, PERMATAMAS memastikan proses pendaftaran merek dilakukan secara legal, terarah, dan memberikan perlindungan maksimal bagi keberlangsungan bisnis Anda.

Pentingnya Pendaftaran Merek Dagang HAKI untuk Perlindungan Usaha

Pendaftaran merek dagang HAKI menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa identitas usaha Anda diakui dan dilindungi oleh negara. Tanpa pendaftaran resmi, penggunaan merek tidak memiliki kekuatan hukum yang cukup ketika terjadi sengketa. Dalam praktiknya, banyak kasus di mana pelaku usaha harus mengganti nama merek karena pihak lain lebih dulu mendaftarkannya.

Perlindungan merek memberikan berbagai manfaat strategis bagi pelaku usaha, antara lain:
• Hak eksklusif atas penggunaan merek secara nasional
• Perlindungan hukum dari peniruan atau pembajakan
• Meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan konsumen
• Menjadi aset tidak berwujud yang bernilai ekonomi
• Mempermudah ekspansi usaha dan kerja sama bisnis

PERMATAMAS memandang pendaftaran merek dagang HAKI sebagai fondasi penting dalam membangun bisnis jangka panjang. Dengan pendampingan yang tepat, PERMATAMAS membantu pelaku usaha memastikan mereknya memiliki perlindungan hukum yang kuat dan siap berkembang di tengah persaingan pasar.

Apa Itu Jasa Pendaftaran Merek Dagang HAKI dan Manfaatnya

Jasa pendaftaran merek dagang HAKI adalah layanan profesional yang membantu pelaku usaha dalam mengurus seluruh proses pendaftaran merek, mulai dari tahap awal hingga sertifikat merek terbit. Proses ini melibatkan analisis merek, penentuan kelas yang tepat, penyusunan dokumen, hingga pemantauan status permohonan di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

Menggunakan jasa profesional memberikan banyak keuntungan, terutama bagi pelaku usaha yang ingin fokus pada pengembangan bisnis tanpa terbebani urusan teknis perizinan.

Beberapa manfaat menggunakan jasa pendaftaran merek dagang HAKI antara lain:
• Analisis dan pengecekan merek sebelum diajukan
• Penentuan kelas merek sesuai jenis usaha
• Pengurusan dokumen secara benar dan lengkap
• Pemantauan proses pendaftaran hingga sertifikat terbit
• Pendampingan jika terjadi kendala atau keberatan

PERMATAMAS menyediakan jasa pendaftaran merek dagang HAKI dengan sistem kerja yang transparan dan terstruktur. Dengan tim berpengalaman dan memahami regulasi HKI, PERMATAMAS membantu pelaku usaha mendaftarkan merek secara aman, legal, dan strategis sehingga merek dapat menjadi aset bisnis yang terlindungi dan bernilai jangka panjang.

Jenis Usaha dan Produk yang Wajib Mendaftarkan Merek Dagang

Pada prinsipnya, setiap usaha yang menggunakan nama, logo, atau identitas tertentu dalam kegiatan perdagangan sangat dianjurkan untuk mendaftarkan merek dagangnya. Pendaftaran merek bukan hanya untuk perusahaan besar, tetapi juga penting bagi UMKM, startup, hingga usaha perorangan. Semakin cepat merek didaftarkan, semakin kuat posisi hukum pemilik merek di mata hukum.

Berbagai jenis usaha dan produk yang sebaiknya mendaftarkan merek dagang antara lain:
• Produk makanan dan minuman
• Produk kosmetik, obat tradisional, dan PKRT
• Produk fashion seperti pakaian, alas kaki, dan aksesoris
• Jasa restoran, kafe, hotel, dan layanan lainnya
• Usaha digital, jasa profesional, dan layanan berbasis teknologi

PERMATAMAS membantu pelaku usaha mengidentifikasi kebutuhan pendaftaran merek sesuai jenis usaha dan kelas yang tepat. Dengan analisis awal yang matang, PERMATAMAS memastikan pendaftaran merek dagang dilakukan secara strategis untuk memberikan perlindungan hukum yang maksimal.

Syarat dan Dokumen Pendaftaran Merek Dagang HAKI

Kelengkapan dan ketepatan dokumen menjadi kunci utama dalam proses pendaftaran merek dagang HAKI. Banyak permohonan merek yang tertunda atau ditolak karena kesalahan administratif yang sebenarnya dapat dihindari. Oleh karena itu, pemahaman terhadap persyaratan pendaftaran merek sangat penting agar proses berjalan lancar.

Secara umum, syarat dan dokumen pendaftaran merek dagang HAKI meliputi:
• Data pemohon (perorangan atau badan usaha)
• Etiket merek (nama dan/atau logo)
• Penentuan kelas barang atau jasa
• Surat pernyataan kepemilikan merek
• Bukti pembayaran biaya PNBP

PERMATAMAS mendampingi pelaku usaha dalam menyiapkan seluruh dokumen secara lengkap dan sesuai ketentuan. Dengan sistem kerja yang terstruktur dan berpengalaman, PERMATAMAS membantu meminimalkan kesalahan teknis serta mempercepat proses pendaftaran merek dagang hingga tahap pemeriksaan.

Tahapan Proses Pendaftaran Merek Dagang HAKI

Pendaftaran merek dagang HAKI saat ini dilakukan melalui sistem online resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Meskipun sistem telah terintegrasi secara digital, setiap tahapan tetap memerlukan ketelitian dan pemahaman regulasi agar permohonan tidak terkendala di tengah jalan.

Secara garis besar, tahapan proses pendaftaran merek dagang HAKI meliputi:
• Pengecekan dan analisis merek awal
• Pengajuan permohonan pendaftaran merek
• Pembayaran biaya PNBP
• Pemeriksaan formalitas dan substantif
• Pengumuman merek dan penerbitan sertifikat

PERMATAMAS mengawal seluruh tahapan pendaftaran merek dagang HAKI dengan pendampingan profesional dan transparan. Dengan pengalaman menangani berbagai jenis merek dan sektor usaha, PERMATAMAS memastikan proses pendaftaran berjalan sesuai prosedur resmi dan memberikan kepastian hukum bagi pemilik merek.

Estimasi Waktu dan Biaya Resmi Pendaftaran Merek Dagang HAKI

Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan pelaku usaha sebelum mendaftarkan merek dagang adalah terkait lamanya proses dan besaran biaya resmi. Pendaftaran merek dagang HAKI memiliki tahapan yang telah diatur oleh pemerintah melalui DJKI, sehingga estimasi waktu dapat diperkirakan sejak awal pengajuan. Dengan perencanaan yang tepat, pelaku usaha dapat tetap menjalankan bisnis sambil menunggu proses pendaftaran berjalan.

Biaya pendaftaran merek dagang ditetapkan sebagai PNBP dan dibayarkan langsung ke negara. Besaran biaya bergantung pada kategori pemohon dan jumlah kelas yang diajukan. Sementara itu, estimasi waktu proses pendaftaran merek hingga sertifikat terbit umumnya berkisar antara 12 hingga 18 bulan, tergantung pada kelancaran pemeriksaan dan tidak adanya keberatan dari pihak lain selama masa pengumuman.

PERMATAMAS memberikan informasi estimasi waktu dan biaya secara transparan sejak awal. Dengan manajemen dokumen yang rapi dan pemantauan status permohonan secara berkala, PERMATAMAS membantu pelaku usaha menjalani proses pendaftaran merek dagang HAKI dengan lebih terarah, aman, dan sesuai ketentuan resmi.

Keunggulan Jasa Pendaftaran Merek Dagang HAKI di PERMATAMAS

Memilih penyedia jasa pendaftaran merek dagang yang berpengalaman menjadi langkah penting untuk menghindari risiko penolakan atau sengketa di kemudian hari. Selain memahami regulasi, konsultan merek juga harus mampu memberikan strategi pendaftaran yang tepat sesuai karakter usaha dan tujuan bisnis klien.

Beberapa keunggulan jasa pendaftaran merek dagang HAKI di PERMATAMAS antara lain:
• Tim profesional dengan latar belakang hukum dan HKI
• Analisis risiko penolakan sebelum pendaftaran
• Pendampingan penuh dari awal hingga sertifikat terbit
• Proses kerja transparan dan komunikatif
• Konsultasi gratis untuk calon pemohon merek

PERMATAMAS berkomitmen menjadi mitra strategis bagi pelaku usaha dalam melindungi merek dagang secara legal. Dengan pendekatan profesional dan berorientasi solusi, PERMATAMAS membantu memastikan merek Anda memiliki perlindungan hukum yang kuat dan siap berkembang sebagai aset bisnis jangka panjang.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ – Jasa Pendaftaran Merek Dagang HAKI

1. Apa itu merek dagang HAKI?
Merek dagang HAKI adalah merek yang didaftarkan secara resmi untuk mendapatkan perlindungan hukum atas penggunaan nama dan/atau logo usaha.

2. Siapa saja yang bisa mendaftarkan merek dagang?
Perorangan, UMKM, CV, PT, dan badan usaha lainnya dapat mendaftarkan merek dagang.

3. Apakah UMKM wajib mendaftarkan merek dagang?
Sangat disarankan agar merek tidak ditiru atau didaftarkan pihak lain.

4. Berapa lama proses pendaftaran merek dagang?
Estimasi waktu proses sekitar 12–18 bulan hingga sertifikat terbit.

5. Apakah satu merek bisa didaftarkan untuk beberapa kelas?
Bisa, jika merek digunakan untuk berbagai jenis produk atau jasa.

6. Apa risiko jika merek dagang tidak didaftarkan?
Merek berisiko ditiru, disengketakan, atau diklaim pihak lain.

7. Apakah pendaftaran merek dilakukan secara online?
Ya, pendaftaran merek dilakukan melalui sistem online resmi DJKI.

8. Apakah merek yang ditolak bisa diajukan ulang?
Bisa, dengan perbaikan atau strategi pendaftaran yang tepat.

9. Apakah PERMATAMAS menyediakan konsultasi gratis?
Ya, tersedia konsultasi gratis sebelum proses pendaftaran dimulai.

10. Mengapa memilih PERMATAMAS untuk pendaftaran merek dagang?
Karena didampingi tim ahli, proses legal, transparan, dan berorientasi hasil.

jasa pengurusan sertifikasi halaljasa pengurusan sertifikasi halal

Syarat Pendaftaran Merek HAKI Terbaru

Syarat Pendaftaran Merek HAKI Terbaru – Pendaftaran merek HAKI menjadi langkah strategis bagi pelaku usaha untuk melindungi identitas bisnisnya secara hukum. Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, merek bukan hanya soal nama atau logo, tetapi juga aset tidak berwujud yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Karena itu, memahami syarat pendaftaran merek HAKI terbaru menjadi hal penting agar proses pengajuan berjalan lancar dan tidak berujung penolakan.

Saat ini, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) terus melakukan penyesuaian sistem dan ketentuan pendaftaran merek. Mulai dari mekanisme pengajuan berbasis online, klasifikasi kelas merek, hingga kelengkapan dokumen yang wajib disiapkan pemohon. Banyak permohonan merek tertunda bukan karena mereknya bermasalah, melainkan karena pemohon kurang memahami syarat yang berlaku.

Secara umum, syarat pendaftaran merek HAKI terbaru menekankan pada kejelasan identitas pemohon dan kekhasan merek yang diajukan. Beberapa poin utama yang perlu diperhatikan antara lain:
• Merek harus memiliki daya pembeda dan tidak meniru merek lain
• Pemohon wajib menentukan kelas merek sesuai jenis usaha
• Seluruh data dan dokumen harus diisi secara lengkap dan benar

Dengan memahami syarat sejak awal, pelaku usaha dapat menghemat waktu, biaya, dan mengurangi risiko penolakan dalam proses pendaftaran merek.

Apa yang Dimaksud dengan Syarat Pendaftaran Merek HAKI Terbaru

Syarat pendaftaran merek HAKI terbaru adalah ketentuan yang harus dipenuhi oleh pemohon agar merek dapat diproses dan dicatat secara resmi oleh DJKI. Syarat ini mencakup aspek administratif, teknis, hingga substansi merek yang diajukan. Tujuannya adalah memastikan bahwa merek yang didaftarkan memang layak mendapatkan perlindungan hukum.

Dalam praktiknya, syarat pendaftaran merek tidak hanya berkaitan dengan dokumen, tetapi juga menyangkut karakter merek itu sendiri. Merek yang bersifat umum, menyesatkan, atau memiliki persamaan dengan merek terdaftar sebelumnya berpotensi besar ditolak. Oleh karena itu, pemahaman terhadap definisi syarat pendaftaran menjadi langkah awal yang krusial.

Secara garis besar, syarat pendaftaran merek HAKI terbaru meliputi:
• Identitas pemohon yang jelas, baik perorangan maupun badan usaha
• Penentuan kelas merek yang sesuai dengan produk atau jasa
• Contoh merek yang diajukan harus konsisten dengan penggunaan di lapangan

Memahami makna dan ruang lingkup syarat ini akan membantu pemohon menyiapkan pendaftaran merek secara lebih matang dan terarah.

Perubahan dan Ketentuan Terbaru dalam Pendaftaran Merek HAKI

Seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia usaha, ketentuan pendaftaran merek HAKI mengalami sejumlah penyesuaian. Salah satu perubahan yang paling terasa adalah sistem pendaftaran yang sepenuhnya dilakukan secara daring. Hal ini menuntut pemohon untuk lebih teliti dalam mengisi data karena kesalahan kecil dapat berdampak pada lamanya proses pemeriksaan.

Selain sistem online, ketentuan terbaru juga menekankan pentingnya klasifikasi kelas merek yang tepat. Satu merek dapat didaftarkan untuk lebih dari satu kelas, namun setiap kelas memiliki biaya dan ketentuan tersendiri. Kesalahan dalam memilih kelas sering kali menjadi penyebab utama terhambatnya proses pendaftaran.

Beberapa ketentuan terbaru yang perlu diperhatikan antara lain:
• Pemeriksaan formalitas dilakukan lebih ketat sejak awal pengajuan
• Merek harus bebas dari unsur yang bertentangan dengan hukum dan moralitas
• Kesamaan merek, baik visual maupun pengucapan, menjadi fokus utama pemeriksaan substantif

Dengan memahami perubahan dan ketentuan terbaru ini, pemohon dapat menyesuaikan strategi pendaftaran mereknya agar lebih efektif dan sesuai regulasi.

Jasa Daftar Merek, Jasa Banding Merek, Jasa Pengalihan Merek, Jasa Perpanjang Merek

Syarat Administratif Pendaftaran Merek HAKI Terbaru

Syarat administratif merupakan fondasi utama dalam pendaftaran merek HAKI. Tanpa kelengkapan administrasi, permohonan merek tidak akan diproses ke tahap pemeriksaan selanjutnya. Karena itu, pemohon perlu memastikan seluruh dokumen disiapkan dengan benar sebelum melakukan pengajuan.

Dokumen administratif berfungsi untuk membuktikan identitas pemohon serta kepemilikan atas merek yang diajukan. Baik pelaku usaha perorangan, UMKM, maupun perusahaan berbadan hukum, masing-masing memiliki ketentuan administratif yang harus dipenuhi sesuai statusnya.

Adapun syarat administratif pendaftaran merek HAKI terbaru meliputi:
1. Identitas pemohon (KTP untuk perorangan atau akta pendirian untuk badan usaha)
2. NPWP pemohon atau perusahaan
3. Contoh merek yang akan didaftarkan
4. Daftar kelas merek beserta jenis barang atau jasa
5. Surat pernyataan kepemilikan merek

Kelengkapan dan keakuratan dokumen administratif ini akan sangat menentukan cepat atau lambatnya proses pendaftaran merek HAKI.

Syarat Teknis Merek HAKI agar Lolos Pemeriksaan DJKI

Selain syarat administratif, pemohon juga harus memahami syarat teknis agar merek HAKI dapat lolos pemeriksaan DJKI. Pemeriksaan teknis dilakukan untuk menilai apakah merek yang diajukan memiliki kelayakan hukum dan tidak melanggar ketentuan yang berlaku. Tahapan ini sering menjadi titik krusial karena banyak merek ditolak akibat tidak memenuhi aspek teknis.

Secara teknis, merek harus memiliki daya pembeda yang jelas dan tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat. DJKI akan menilai kesamaan merek dari sisi visual, bunyi, maupun makna. Merek yang terlalu umum, deskriptif, atau menyerupai merek terkenal berisiko tinggi ditolak meskipun dokumen administrasinya lengkap.

Agar merek HAKI lolos pemeriksaan teknis, perhatikan hal-hal berikut:
1. Merek yang diajukan tidak mempunyai kesamaan unsur utama dengan merek lain yang telah tercatat secara resmi
2. Merek tidak bersifat umum atau menggambarkan langsung jenis produk
3. Tidak menggunakan simbol, lambang, atau istilah yang dilarang
4. Tidak menyesatkan konsumen terkait kualitas atau asal produk
5. Memiliki keunikan dan karakter pembeda yang kuat

Memenuhi syarat teknis sejak awal akan meningkatkan peluang merek untuk diterima dan mendapatkan perlindungan hukum secara optimal.

Dokumen Wajib untuk Pendaftaran Merek HAKI Terbaru

Kelengkapan dokumen menjadi faktor penentu dalam proses pendaftaran merek HAKI. Dokumen yang tidak lengkap atau tidak sesuai format sering menyebabkan permohonan tertunda bahkan ditolak. Oleh karena itu, pemohon perlu memastikan seluruh berkas disiapkan sesuai ketentuan terbaru.

Dokumen yang diajukan berfungsi sebagai bukti identitas pemohon serta representasi resmi dari merek yang akan didaftarkan. Baik pemohon perorangan maupun badan usaha memiliki kewajiban yang sama dalam hal ketepatan dan kejelasan dokumen.

Berikut dokumen wajib untuk pendaftaran merek HAKI terbaru:
• Identitas pemohon (KTP atau data badan usaha)
• NPWP pemohon atau perusahaan
• Contoh merek dalam format yang ditentukan
• Daftar kelas merek beserta uraian barang atau jasa
• Surat pernyataan kepemilikan merek

Dengan menyiapkan dokumen secara lengkap dan rapi, proses pendaftaran merek HAKI dapat berjalan lebih cepat dan minim kendala.

Syarat Pendaftaran Merek HAKI Terbaru untuk UMKM dan Non-UMKM

Pemerintah memberikan perlakuan berbeda dalam pendaftaran merek HAKI bagi UMKM dan Non-UMKM. Perbedaan ini terutama berkaitan dengan biaya resmi serta beberapa ketentuan administratif tambahan. Meski demikian, prinsip dasar perlindungan merek tetap berlaku sama untuk semua pemohon.

Bagi UMKM, terdapat kemudahan berupa tarif resmi yang lebih terjangkau. Namun, status UMKM harus dibuktikan dengan dokumen pendukung yang sah. Sementara itu, Non-UMKM atau perusahaan reguler wajib memenuhi ketentuan umum tanpa fasilitas tarif khusus.

Syarat pendaftaran merek HAKI terbaru untuk UMKM dan Non-UMKM meliputi:
1. Bukti status UMKM atau badan usaha reguler
2. Identitas pemohon yang sesuai dengan data usaha
3. Penentuan kelas merek berdasarkan kegiatan usaha
4. Contoh merek yang konsisten dengan penggunaan
5. Pernyataan kepemilikan dan tanggung jawab hukum

Memahami perbedaan syarat ini akan membantu pemohon memilih jalur pendaftaran yang tepat sesuai kondisi usahanya.

Jasa Pengurusan Pendaftaran Merek HAKI Berpengalaman

Mengurus pendaftaran merek HAKI secara mandiri memang memungkinkan, namun tidak sedikit pelaku usaha yang mengalami kendala teknis dan administratif. Kesalahan kecil dalam pemilihan kelas atau penyusunan dokumen dapat berdampak panjang terhadap proses dan hasil pendaftaran merek.

Menggunakan jasa pengurusan pendaftaran merek HAKI berpengalaman menjadi solusi praktis bagi pelaku usaha yang ingin proses lebih aman dan terarah. Pendampingan profesional membantu meminimalkan risiko penolakan serta memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan terbaru.

Alasan mengurus pendaftaran merek HAKI di PERMATAMAS antara lain:
• Berpengalaman menangani berbagai jenis pendaftaran merek
• Pendampingan dari awal hingga sertifikat terbit
• Proses transparan dan dapat dicek melalui daftar klien

Dengan dukungan tim yang kompeten, PERMATAMAS siap membantu Anda melindungi merek sebagai aset bisnis jangka panjang secara legal dan terpercaya.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan pendaftaran merek HAKI?
Pendaftaran merek HAKI adalah proses pencatatan merek secara resmi agar mendapatkan perlindungan hukum atas nama, logo, atau simbol usaha.

2. Apa saja syarat pendaftaran merek HAKI terbaru?
Syaratnya meliputi identitas pemohon, contoh merek, kelas merek, dokumen pendukung, serta pemenuhan ketentuan teknis merek.

3. Apakah pendaftaran merek HAKI dilakukan secara online?
Ya, pendaftaran merek HAKI saat ini dilakukan melalui sistem online yang disediakan DJKI.

4. Berapa biaya resmi pendaftaran merek HAKI?
Biaya resmi berbeda untuk UMKM dan Non-UMKM, serta dihitung per kelas merek yang diajukan.

5. Berapa lama proses pendaftaran merek HAKI?
Bukti pendaftaran dapat diperoleh sekitar 1 hari kerja, sedangkan sertifikat merek memerlukan waktu hingga ±1 tahun.

6. Apakah UMKM mendapatkan kemudahan pendaftaran merek HAKI?
Ya, UMKM mendapatkan tarif resmi yang lebih terjangkau dengan syarat memenuhi ketentuan sebagai UMKM.

7. Apa penyebab umum penolakan pendaftaran merek HAKI?
Penyebabnya antara lain kesamaan dengan merek terdaftar, merek terlalu umum, atau tidak memenuhi syarat teknis.

8. Apakah satu merek bisa didaftarkan untuk lebih dari satu kelas?
Bisa. Namun setiap kelas dikenakan biaya terpisah dan harus sesuai dengan jenis produk atau jasa.

9. Apakah merek harus digunakan sebelum didaftarkan?
Tidak wajib, namun merek yang sudah digunakan biasanya lebih mudah dibuktikan kepemilikannya.

10. Apakah bisa menggunakan jasa untuk mengurus pendaftaran merek HAKI?
Bisa. Menggunakan jasa berpengalaman dapat membantu memastikan proses lebih aman dan sesuai ketentuan.

jasa pengurusan sertifikasi halal

Cara Mengurus Merek HAKI: Syarat, Tahapan, dan Estimasi Proses

Cara Mengurus Merek HAKI: Syarat, Tahapan, dan Estimasi Proses – Mengurus merek HAKI merupakan langkah penting bagi pelaku usaha untuk melindungi identitas bisnis secara hukum. Merek yang didaftarkan memberikan hak eksklusif kepada pemiliknya sehingga dapat mencegah penggunaan nama atau logo yang sama oleh pihak lain. Tanpa pendaftaran merek, pelaku usaha berisiko kehilangan hak atas merek yang sudah dibangun bertahun-tahun, bahkan berpotensi menghadapi sengketa di kemudian hari.

Proses pengurusan merek HAKI pada dasarnya dilakukan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Meskipun terlihat sederhana, dalam praktiknya banyak pemohon mengalami kendala karena kurang memahami alur, persyaratan, maupun ketentuan teknis yang berlaku. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gambaran umum proses sejak awal agar pendaftaran dapat berjalan lebih terarah.

Beberapa hal utama yang perlu dipahami sebelum mengurus merek HAKI antara lain:
• pentingnya pengecekan merek terlebih dahulu,
• kelengkapan dokumen yang harus disiapkan,
• serta estimasi waktu hingga sertifikat merek diterbitkan.
Dengan memahami ketiga aspek tersebut, pelaku usaha dapat meminimalkan risiko penolakan dan memastikan mereknya memperoleh perlindungan hukum secara optimal.

Apa Itu Merek HAKI dan Fungsinya bagi Usaha

Merek HAKI adalah tanda yang digunakan untuk membedakan barang atau jasa yang diproduksi oleh seseorang atau badan usaha dengan barang atau jasa sejenis lainnya. Tanda tersebut dapat berupa nama, logo, huruf, angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut. Dalam konteks hukum, merek yang telah terdaftar akan mendapatkan perlindungan sebagai bagian dari Hak Kekayaan Intelektual.

Fungsi utama merek HAKI bukan hanya sebagai identitas usaha, tetapi juga sebagai alat perlindungan hukum. Dengan memiliki merek terdaftar, pemilik usaha memiliki hak eksklusif untuk menggunakan merek tersebut dalam kegiatan perdagangan. Selain itu, merek juga memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen serta memperkuat posisi bisnis di pasar.

Secara umum, fungsi merek HAKI bagi usaha meliputi:
• sebagai pembeda produk atau jasa dari kompetitor,
• sebagai alat promosi dan pembangun reputasi,
• serta sebagai dasar perlindungan hukum jika terjadi sengketa.

Dengan demikian, pendaftaran merek HAKI bukan sekadar formalitas administratif, melainkan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi keberlangsungan dan perkembangan usaha.

Syarat Mengurus Pendaftaran Merek HAKI

Sebelum mengajukan pendaftaran merek HAKI, pemohon wajib menyiapkan sejumlah persyaratan administratif. Kelengkapan dan kesesuaian dokumen menjadi faktor penting yang mempengaruhi kelancaran proses pendaftaran. Kesalahan kecil pada tahap awal sering kali menjadi penyebab utama terhambatnya permohonan merek.

Persyaratan pendaftaran merek HAKI pada dasarnya disesuaikan dengan status pemohon, baik perorangan maupun badan usaha. Selain itu, merek yang diajukan harus memenuhi ketentuan, seperti tidak memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek lain yang telah terdaftar dan tidak bertentangan dengan ketertiban umum.

Adapun syarat umum yang perlu dipersiapkan antara lain:
1. Identitas pemohon (KTP untuk perorangan atau akta dan NIB untuk badan usaha),
2. Label atau contoh merek yang akan didaftarkan,
3. Penentuan kelas barang atau jasa sesuai jenis usaha,
4. Surat pernyataan kepemilikan merek,
5. Bukti pembayaran biaya pendaftaran merek.

Dengan menyiapkan seluruh persyaratan tersebut secara lengkap dan benar, proses pengurusan merek HAKI dapat berjalan lebih efektif dan mengurangi risiko penolakan.

 

Jasa Daftar Merek, Jasa Banding Merek, Jasa Pengalihan Merek, Jasa Perpanjang Merek
Jasa Daftar Merek, Jasa Banding Merek, Jasa Pengalihan Merek, Jasa Perpanjang Merek

Tahapan Mengurus Merek HAKI Secara Resmi

Tahapan mengurus merek HAKI dilakukan melalui sistem pendaftaran yang telah ditetapkan oleh DJKI. Setiap tahapan memiliki fungsi dan tujuan tersendiri dalam menilai kelayakan suatu merek untuk didaftarkan. Oleh karena itu, pemohon perlu memahami alur ini agar tidak terjadi kesalahan prosedural.

Secara umum, proses dimulai dari pengajuan permohonan hingga penerbitan sertifikat merek. Selama proses tersebut, merek akan melalui pemeriksaan administratif dan substantif untuk memastikan tidak melanggar ketentuan yang berlaku. Pada tahap tertentu, merek juga akan diumumkan kepada publik untuk memberi kesempatan adanya keberatan dari pihak lain.

Tahapan utama pengurusan merek HAKI meliputi:
1. Pengajuan permohonan pendaftaran merek,
2. Pemeriksaan formalitas oleh DJKI,
3. Pengumuman merek dalam berita resmi,
4. Pemeriksaan substantif,
5. Penerbitan sertifikat merek jika disetujui.

Memahami setiap tahapan ini akan membantu pemohon memantau perkembangan permohonan mereknya sekaligus mempersiapkan langkah yang diperlukan jika muncul kendala selama proses berlangsung.

Biaya Resmi Pendaftaran Merek HAKI

Biaya resmi pendaftaran merek HAKI merupakan komponen penting yang perlu dipahami sejak awal oleh pemohon. Dengan mengetahui biaya yang berlaku, pelaku usaha dapat menyiapkan anggaran secara tepat serta menghindari kesalahpahaman terkait pungutan di luar ketentuan resmi. Biaya pendaftaran merek ditetapkan berdasarkan kategori pemohon dan dihitung per kelas barang atau jasa yang diajukan.

Dalam praktiknya, biaya pendaftaran merek HAKI dibedakan antara pelaku UMKM dan pemohon non-UMKM atau reguler. Perbedaan ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dan dukungan kepada pelaku usaha mikro dan kecil agar lebih mudah mendapatkan perlindungan merek.

Adapun biaya resmi yang berlaku adalah:
• UMKM: Rp. 500.000 per kelas,
• Non-UMKM / Reguler: Rp. 1.800.000 per kelas,
• biaya tersebut belum termasuk jika pemohon mengajukan lebih dari satu kelas merek.

Perlu dipahami bahwa biaya pendaftaran merek bersifat per kelas, sehingga pemilihan kelas yang tepat menjadi sangat penting. Kesalahan dalam menentukan kelas dapat menyebabkan perlunya pengajuan ulang yang tentu akan menambah biaya. Oleh karena itu, memahami struktur biaya dan ketentuan kelas sejak awal akan membantu proses pendaftaran merek HAKI berjalan lebih efisien dan terencana.

Berapa Lama Proses Pendaftaran Merek HAKI

Lama proses pendaftaran merek HAKI sering menjadi pertanyaan utama bagi pelaku usaha. Hal ini wajar karena perlindungan merek berkaitan langsung dengan keamanan bisnis dalam jangka panjang. Secara umum, proses pendaftaran merek tidak berlangsung instan, namun memiliki tahapan yang jelas dan terukur.

Pada tahap awal, setelah permohonan diajukan dan dinyatakan lengkap, pemohon akan memperoleh bukti pendaftaran merek. Bukti ini sangat penting karena sudah dapat digunakan sebagai dasar kepemilikan merek sementara, termasuk untuk kebutuhan administrasi bisnis tertentu. Estimasi waktunya relatif cepat, yaitu sekitar 1 hari kerja sejak permohonan diajukan dengan benar.

Adapun gambaran waktu proses pendaftaran merek HAKI adalah sebagai berikut:
• bukti pendaftaran merek terbit dalam ± 1 hari kerja,
• merek akan melalui tahapan pemeriksaan dan pengumuman,
• sertifikat merek terbit dengan estimasi ± 1 tahun.

Estimasi waktu tersebut dapat berbeda tergantung kondisi permohonan, adanya keberatan dari pihak lain, atau kebutuhan klarifikasi tambahan. Dengan memahami alur waktu ini, pemohon dapat memiliki ekspektasi yang realistis dan merencanakan langkah bisnis dengan lebih matang.

Kendala Umum dalam Mengurus Merek HAKI

Dalam proses pengurusan merek HAKI, tidak sedikit pemohon yang menghadapi kendala administratif maupun substantif. Kendala ini umumnya muncul karena kurangnya pemahaman terhadap ketentuan pendaftaran atau ketidaksiapan dokumen sejak awal. Akibatnya, proses menjadi lebih lama bahkan berujung pada penolakan permohonan.

Salah satu tantangan utama adalah kesamaan merek dengan merek lain yang telah terdaftar. Selain itu, pemilihan kelas yang tidak sesuai dengan jenis usaha juga sering menjadi masalah. Kendala-kendala tersebut sebenarnya dapat dihindari apabila pemohon melakukan pengecekan dan persiapan secara menyeluruh sebelum mengajukan permohonan.

Beberapa kendala umum dalam mengurus merek HAKI antara lain:
1. Merek memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek terdaftar,
2. Kesalahan dalam memilih kelas barang atau jasa,
3. Dokumen persyaratan tidak lengkap atau tidak sesuai,
4. Deskripsi merek yang tidak jelas,
5. Kurangnya pemahaman terhadap tahapan pemeriksaan merek.

Dengan mengetahui kendala-kendala tersebut, pemohon dapat lebih waspada dan mempersiapkan permohonan secara lebih matang sehingga risiko penolakan dapat diminimalkan.

Jasa Daftar Merek HKI Berpengalaman

Bagi pelaku usaha yang ingin proses pendaftaran merek berjalan lebih terarah, menggunakan jasa daftar merek HKI berpengalaman dapat menjadi solusi yang tepat. Pendampingan profesional membantu pemohon memahami setiap tahapan, mulai dari pengecekan merek hingga terbitnya sertifikat, sehingga risiko kesalahan dapat ditekan.

PERMATAMAS hadir sebagai penyedia jasa pendaftaran merek yang berpengalaman dan fokus pada pendampingan klien secara menyeluruh. Dengan pengalaman menangani berbagai jenis permohonan merek, proses pengurusan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien. Klien juga dapat memantau perkembangan permohonan secara transparan.

Alasan memilih jasa PERMATAMAS antara lain:
• pendampingan berpengalaman dalam pendaftaran merek HKI,
• proses terarah dan sesuai ketentuan resmi,
• rekam jejak yang dapat dicek melalui daftar klien kami.

Dengan dukungan tim yang berpengalaman, pendaftaran merek tidak hanya menjadi formalitas, tetapi langkah strategis untuk melindungi dan mengembangkan usaha Anda secara berkelanjutan.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan merek HAKI?
Merek HAKI adalah tanda berupa nama, logo, atau simbol yang didaftarkan untuk melindungi hak eksklusif pemiliknya atas suatu produk atau jasa.

2. Siapa saja yang wajib mengurus merek HAKI?
Setiap pelaku usaha, baik perorangan, UMKM, maupun badan usaha, dianjurkan mengurus merek HAKI untuk melindungi identitas usahanya.

3. Apa syarat utama pendaftaran merek HAKI?
Syarat utama meliputi identitas pemohon, contoh merek, penentuan kelas barang atau jasa, serta dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan.

4. Berapa biaya resmi pendaftaran merek HAKI?
Biaya resmi pendaftaran merek HAKI adalah Rp. 500.000 per kelas untuk UMKM dan Rp. 1.800.000 per kelas untuk non-UMKM atau reguler.

5. Berapa lama proses pendaftaran merek HAKI?
Bukti pendaftaran merek dapat diperoleh dalam 1 hari kerja, sedangkan sertifikat merek terbit dengan estimasi waktu sekitar 1 tahun.

6. Apakah merek harus dicek terlebih dahulu sebelum didaftarkan?
Ya, pengecekan merek sangat disarankan untuk memastikan tidak ada kesamaan dengan merek lain yang sudah terdaftar.

7. Apa penyebab utama merek HAKI ditolak?
Penolakan biasanya disebabkan oleh kesamaan merek, kesalahan pemilihan kelas, atau dokumen yang tidak sesuai ketentuan.

8. Apakah satu merek bisa didaftarkan untuk lebih dari satu kelas?
Bisa. Namun, setiap kelas akan dikenakan biaya pendaftaran terpisah sesuai ketentuan yang berlaku.

9. Apakah bukti pendaftaran merek sudah memiliki kekuatan hukum?
Bukti pendaftaran dapat digunakan sebagai dasar kepemilikan sementara, namun perlindungan penuh diperoleh setelah sertifikat merek terbit.

10. Apakah bisa menggunakan jasa untuk mengurus merek HAKI?
Bisa. Menggunakan jasa pendaftaran merek berpengalaman dapat membantu proses lebih terarah dan meminimalkan risiko kesalahan.

jasa pengurusan sertifikasi halal

PERMATAMAS INDONESIA

Jasapendaftaranmerek.com adalah layanan pengurusan pendaftaran merek, sanggah merek, pengalihan merek, banding merek resmi di Indonesia

KONTAK KAMI

Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat

Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

Copyright @ 2023 – Jasa Pendaftaran Merek – Support DokterWebsite.ID