Jasa HAKI Kelas 10 Merek Botol Susu Bayi, Empeng Bayi, Implant Gigi, Alat Bantu Dengar, dan Kruk – Memiliki merek sendiri untuk produk kesehatan dan kebutuhan bayi merupakan bagian penting dalam membangun identitas bisnis. Nama yang tercetak pada kemasan, produk, katalog, hingga marketplace dapat menjadi pembeda dari produk milik pelaku usaha lain. Karena itu, semakin serius sebuah bisnis dikembangkan, semakin penting pula mempertimbangkan perlindungan mereknya.
Untuk produk tertentu seperti botol susu bayi, empeng bayi, implant gigi, alat bantu dengar, dan kruk, Kelas 10 menjadi salah satu klasifikasi yang relevan. Sistem Klasifikasi Merek DJKI mencantumkan antara lain feeding bottles, baby feeding dummies, dental implants/implants for oral surgery, hearing aids, serta crutches dalam Kelas 10.
Melalui Jasa HAKI Kelas 10, pemilik usaha dapat memperoleh pendampingan dalam mempersiapkan pendaftaran merek, mulai dari pengecekan awal, penentuan uraian barang, dokumen, hingga pengajuan sesuai prosedur DJKI.
Jasa HAKI Kelas 10 merupakan layanan pendampingan pendaftaran merek untuk produk yang termasuk dalam klasifikasi barang Kelas 10, seperti botol susu bayi, empeng bayi, implant gigi, alat bantu dengar, dan kruk. Pemilihan kelas serta uraian barang harus disesuaikan dengan karakter produk yang sebenarnya.
Apa Itu Merek HAKI Kelas 10?
Dalam sistem klasifikasi merek, Kelas 10 mencakup berbagai perkakas dan pesawat pembedahan, pengobatan, kedokteran, kedokteran gigi dan kedokteran hewan, barang ortopedi, serta bahan benang bedah. Daftar resmi Sistem Klasifikasi Merek DJKI memuat banyak jenis produk medis dan perangkat pendukung kesehatan.
Menariknya, Kelas 10 tidak hanya berisi instrumen operasi atau peralatan rumah sakit. Di dalamnya juga terdapat sejumlah produk yang berkaitan dengan bayi, gigi, pendengaran, ortopedi, dan kebutuhan medis lainnya. Contohnya adalah botol bayi, dot bayi, alat bantu dengar, implan tertentu, serta kruk.
Namun, penting membedakan pendaftaran merek dengan izin edar produk. Pendaftaran merek berkaitan dengan perlindungan identitas merek, sedangkan izin edar berkaitan dengan legalitas produk untuk diedarkan sesuai regulasi sektoral yang berlaku.
Untuk informasi resmi mengenai kekayaan intelektual, Anda dapat merujuk ke DJKI – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.
Contoh Merek HAKI Kelas 10 dan Keterangannya
Berikut contoh produk yang dapat menjadi referensi ketika membahas Jasa HAKI Kelas 10.
1. Botol Susu Bayi
Botol susu bayi digunakan untuk membantu pemberian susu atau cairan kepada bayi. Dalam Sistem Klasifikasi Merek DJKI Kelas 10 terdapat kategori feeding bottles dan baby bottles.
Apabila sebuah perusahaan memasarkan botol susu dengan merek tertentu, nama tersebut dapat dipertimbangkan untuk didaftarkan sebagai merek dengan uraian barang yang sesuai.
2. Empeng Bayi
Empeng atau dot bayi merupakan produk yang digunakan oleh bayi untuk mengisap. Sistem Klasifikasi Merek DJKI mencantumkan baby feeding dummies, pacifiers for babies, baby feeding pacifiers, dan beberapa uraian terkait dot atau puting botol bayi dalam Kelas 10.
Karena terdapat beberapa istilah produk yang mirip, pemilihan uraian barang sebaiknya disesuaikan dengan produk yang sebenarnya.
3. Implant Gigi
Implant gigi merupakan perangkat yang berkaitan dengan bidang kedokteran gigi. Sistem Klasifikasi Merek DJKI Kelas 10 mencantumkan antara lain implants for use in oral surgery, dental implant abutments, serta berbagai instrumen dan perangkat gigi.
Bagi produsen atau pemilik brand produk implant gigi, penentuan uraian barang menjadi bagian penting sebelum permohonan merek diajukan.
4. Alat Bantu Dengar
Alat bantu dengar dirancang untuk membantu orang dengan gangguan pendengaran. Kelas 10 mencantumkan berbagai jenis hearing aids, termasuk alat bantu dengar elektrik, elektronik, digital, analog, dan programmable.
Jika produk memiliki brand sendiri, merek tersebut dapat dipersiapkan untuk pendaftaran sesuai uraian barang yang relevan.
5. Kruk
Kruk atau tongkat penyangga digunakan untuk membantu mobilitas seseorang. Dalam Sistem Klasifikasi Merek DJKI terdapat crutches serta berbagai perangkat bantu berjalan untuk tujuan medis.
Pemilik merek kruk perlu memastikan uraian barang yang digunakan benar-benar menggambarkan produk yang dipasarkan.
6. Alat Bantu Berjalan
Selain kruk, Kelas 10 juga mencakup berbagai walking aids for medical purposes dan perangkat pendukung mobilitas lainnya.
Produk seperti ini dapat memiliki identitas merek tersendiri sehingga pendaftaran merek menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan bisnis.
7. Gigi Palsu
Kelas 10 mencantumkan dentures atau gigi palsu sebagai salah satu barang dalam klasifikasi tersebut.
Apabila produk gigi palsu dipasarkan dengan nama brand tertentu, pemilik usaha dapat mempertimbangkan perlindungan nama tersebut melalui pendaftaran merek.
8. Alat Ortodonti
Produk ortodonti dapat mencakup berbagai instrumen dan perangkat yang digunakan dalam perawatan gigi. DJKI mencantumkan orthodontic instruments dan orthodontic aligners dalam Kelas 10.
Karena jenis produk ortodonti cukup beragam, uraian barang sebaiknya disesuaikan dengan fungsi dan bentuk produk.
9. Alat Pendukung Medis
Kelas 10 juga mencakup berbagai perangkat terapi dan alat bantu yang disesuaikan untuk penyandang disabilitas serta perangkat ortopedi.
Untuk bisnis dengan banyak jenis produk, pemilik merek perlu memetakan setiap produk agar uraian barang yang dipilih tidak terlalu umum atau tidak sesuai.
10. Perangkat Implan Medis
Selain implant gigi, Sistem Klasifikasi Merek Kelas 10 mencantumkan berbagai jenis medical implants, surgical implants, dan prosthetic implants.
Pemilik usaha yang mengembangkan brand produk implant perlu memperhatikan jenis implant dan tujuan penggunaannya sebelum menentukan uraian barang.

Mengapa Merek Produk Kelas 10 Perlu Didaftarkan?
Bayangkan sebuah brand sudah digunakan selama bertahun-tahun. Kemasan telah dikenal pelanggan, distributor mulai bertambah, dan penjualan melalui marketplace semakin luas. Namun, nama tersebut belum didaftarkan sebagai merek.
Situasi seperti ini dapat menimbulkan persoalan ketika terdapat pihak lain yang mengajukan merek yang sama atau memiliki persamaan yang relevan terlebih dahulu. Karena itu, perlindungan merek sebaiknya dipikirkan sejak awal ketika sebuah brand mulai dibangun.
DJKI menyediakan sistem pendaftaran merek dan klasifikasi barang sebagai bagian dari proses administrasi. Ketentuan pendaftaran saat ini juga mengacu pada Peraturan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pendaftaran Merek, yang berstatus berlaku.
Keuntungan Mendaftarkan Merek Kelas 10
Ada beberapa alasan mengapa pemilik brand produk medis dan bayi perlu memperhatikan pendaftaran merek.
1. Identitas Produk Lebih Terarah
Merek membantu membedakan produk perusahaan dengan produk lain yang beredar di pasar.
2. Mendukung Pengembangan Bisnis
Merek dapat menjadi bagian dari aset bisnis ketika perusahaan mengembangkan distribusi, kerja sama, atau lini produk baru.
3. Membantu Membangun Kepercayaan Brand
Nama yang digunakan secara konsisten pada produk, kemasan, katalog dan materi promosi membantu membangun identitas usaha.
4. Perlindungan Secara Hukum
Pendaftaran memberikan dasar perlindungan hukum terhadap merek sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Persyaratan Pendaftaran Merek Kelas 10
Sebelum mengajukan permohonan, dokumen perlu dipersiapkan dengan baik. Standar pelayanan DJKI mencantumkan antara lain etiket/label merek dan tanda tangan pemohon. Untuk pemohon UMK, terdapat persyaratan tambahan tertentu seperti surat rekomendasi atau surat keterangan UMK binaan dan surat pernyataan UMK. Apabila menggunakan Konsultan KI, surat kuasa juga diperlukan sesuai ketentuan.
Secara praktis, pemilik usaha sebaiknya menyiapkan:
- Nama merek.
- Logo atau label merek.
- Identitas pemohon.
- Data perusahaan jika pemohon merupakan badan usaha.
- Daftar produk.
- Uraian barang yang akan menggunakan merek.
- Dokumen UMK apabila mengajukan fasilitas UMK.
- Surat kuasa apabila menggunakan konsultan.
- Dokumen pendukung lain sesuai kondisi permohonan.
Dokumen yang lengkap dapat membantu proses administrasi menjadi lebih terstruktur.
Alur Pendaftaran Merek HAKI Kelas 10
Bagaimana prosesnya?
1. Konsultasi Produk
Pemilik usaha menjelaskan merek dan jenis produk yang akan dilindungi.
2. Pengecekan Awal
Merek diperiksa terlebih dahulu untuk melihat potensi persamaan dengan merek yang sudah ada.
3. Menentukan Kelas
Produk kemudian dipetakan ke kelas yang sesuai. Untuk produk yang menjadi pembahasan artikel ini, Kelas 10 memuat banyak kategori terkait.
4. Menentukan Uraian Barang
Ini merupakan tahap yang tidak boleh disepelekan. Botol susu bayi, empeng, implant gigi, alat bantu dengar, dan kruk memiliki karakteristik berbeda sehingga uraian barang perlu disesuaikan.
5. Menyiapkan Dokumen
Data pemohon, label merek dan dokumen pendukung disiapkan.
6. Pengajuan
Standar pelayanan DJKI menjelaskan bahwa permohonan dilakukan melalui sistem merek, termasuk pembuatan akun, pembayaran kode billing, pengisian data permohonan, dan pengunggahan dokumen.
7. Pemeriksaan dan Tahapan Selanjutnya
Setelah permohonan diterima, proses berlanjut sesuai mekanisme pemeriksaan dan tahapan pendaftaran merek yang berlaku.
Berapa Biaya Daftar Merek Kelas 10?
Biaya pendaftaran merek terdiri dari PNBP resmi dan, apabila menggunakan jasa pendampingan, biaya jasa yang disepakati dengan penyedia layanan.
Besaran PNBP perlu dicek berdasarkan ketentuan yang berlaku pada saat pengajuan. Saat ini terdapat PP Nomor 30 Tahun 2026 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP yang Berlaku pada Kementerian Hukum, yang berstatus berlaku.
Karena tarif dan ketentuan administratif dapat diperbarui, calon pemohon sebaiknya menggunakan informasi tarif terbaru dari DJKI ketika akan melakukan pembayaran.
Berapa Lama Proses Jasa HAKI Kelas 10?
Perlu dibedakan antara waktu layanan pendampingan dengan keseluruhan proses pemeriksaan resmi pada DJKI.
PERMATAMAS menawarkan proses layanan pendampingan hanya 10 hari kerja sesuai cakupan pekerjaan tim. Namun, waktu tersebut tidak boleh disamakan dengan jangka waktu sampai sertifikat merek diterbitkan karena tahapan pemeriksaan dan keputusan pendaftaran berada pada kewenangan DJKI.
Dengan demikian, target 10 hari kerja merupakan target layanan PERMATAMAS, bukan jaminan bahwa keseluruhan proses pendaftaran di DJKI selesai dalam 10 hari.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mendaftarkan Merek Kelas 10
Pendaftaran merek terlihat sederhana, tetapi beberapa kesalahan dapat membuat proses menjadi lebih rumit.
Tidak Melakukan Pengecekan Awal
Nama yang terlihat unik belum tentu tersedia. Pengecekan awal penting untuk mengidentifikasi potensi persamaan dengan merek lain.
Salah Menentukan Uraian Barang
Nama produk yang digunakan dalam pemasaran belum tentu merupakan uraian barang yang paling tepat untuk pendaftaran.
Menganggap Semua Produk Kesehatan Sama
Botol susu bayi, implant gigi, alat bantu dengar dan kruk memiliki karakteristik berbeda. Karena itu, pemetaan produk harus dilakukan secara spesifik.
Mengabaikan Logo
Jika merek menggunakan logo, label atau elemen visual tertentu, dokumen merek harus dipersiapkan secara konsisten.
Menganggap Merek Sama dengan Izin Edar
Pendaftaran merek tidak otomatis menggantikan izin edar atau perizinan sektoral produk. Keduanya memiliki fungsi dan kewenangan yang berbeda.
Jasa Daftar Merek HAKI Kelas 10
Bagi pemilik brand yang belum terbiasa dengan proses pendaftaran, menggunakan jasa pendampingan dapat membantu membuat tahapan menjadi lebih praktis.
PERMATAMAS menyediakan layanan Jasa Daftar Merek HAKI, termasuk pendampingan untuk produk yang berkaitan dengan Kelas 10.
Informasi layanan dapat dilihat melalui:
Jasa Daftar Merek HAKI PERMATAMAS
Layanan dapat mencakup konsultasi, pemeriksaan awal, persiapan dokumen, penentuan uraian barang, hingga pendampingan proses pengajuan.
Jasa Pengalihan Merek HAKI
Dalam perkembangan bisnis, kepemilikan merek dapat berubah karena transaksi, restrukturisasi usaha, pengalihan aset atau kondisi lainnya.
Untuk kebutuhan tersebut, PERMATAMAS menyediakan Jasa Pengalihan Merek HAKI untuk membantu proses administrasi pengalihan sesuai ketentuan yang berlaku.
Jasa Perpanjangan Merek HAKI
Pemilik merek juga perlu memperhatikan masa perlindungan mereknya. Ketika masa perlindungan mendekati batas yang ditentukan, proses perpanjangan perlu dipersiapkan sesuai prosedur.
PERMATAMAS menyediakan:
Pendampingan ini dapat membantu pemilik merek menyiapkan kebutuhan administrasi perpanjangan.
Jasa Banding Merek HAKI
Apabila dalam proses pendaftaran terdapat keputusan yang ingin ditindaklanjuti melalui mekanisme yang tersedia, pemilik merek dapat membutuhkan pendampingan untuk memahami dokumen dan tahapan yang relevan.
PERMATAMAS juga menyediakan:
Setiap permohonan memiliki kondisi berbeda, sehingga langkah yang diperlukan perlu disesuaikan dengan status dan dokumen perkara masing-masing.
Keunggulan Jasa HAKI Kelas 10 PERMATAMAS
PERMATAMAS memberikan pendampingan bagi pemilik usaha yang ingin mengurus merek secara lebih terarah.
Proses Cepat
Hanya 10 hari kerja untuk proses layanan pendampingan sesuai cakupan pekerjaan tim.
Berpengalaman
Berpengalaman memberikan layanan sejak tahun 2011.
Terpercaya
PERMATAMAS menyampaikan pengalaman layanan dengan klaim +2.000 izin edar telah terbit. Klaim ini merupakan informasi layanan dari PERMATAMAS dan tidak berarti jumlah pendaftaran merek yang telah disetujui DJKI.
Pendampingan Proses
Membantu mempersiapkan kebutuhan administrasi dan mengikuti tahapan layanan yang disepakati.
Garansi
100% uang kembali sesuai syarat dan ketentuan garansi layanan yang berlaku.
Aman & Resmi
Untuk layanan HAKI, proses pendaftaran diarahkan melalui sistem dan prosedur resmi DJKI. Klaim “terdaftar di sistem Kemenkes RI” sebaiknya tidak digunakan sebagai dasar layanan pendaftaran merek karena otoritas pendaftaran merek berada pada DJKI/Kementerian Hukum.
Mengapa Pemilihan Uraian Barang Penting?
Nama merek saja tidak cukup. Pemilik usaha perlu memperhatikan barang apa yang sebenarnya akan dilindungi oleh merek tersebut.
Misalnya, sebuah perusahaan mempunyai merek untuk botol susu bayi dan kemudian mengembangkan produk empeng, alat bantu dengar atau produk medis lain. Masing-masing produk perlu diperiksa berdasarkan klasifikasi dan uraian barangnya.
Sistem Klasifikasi Merek DJKI merupakan acuan penting untuk melihat kategori barang yang tersedia dalam Kelas 10.
Karena itu, sebelum mengajukan merek, sebaiknya jangan hanya bertanya, “Kelas berapa?”, tetapi juga “Uraian barang apa yang paling sesuai dengan produk saya?”
Jasa HAKI Kelas 10 untuk Produk Bayi, Gigi, Pendengaran, dan Ortopedi
Kelas 10 memiliki cakupan produk yang cukup luas. Mulai dari botol susu bayi dan empeng bayi, perangkat kedokteran gigi seperti implant dan alat ortodonti, hingga alat bantu dengar dan kruk tercantum dalam Sistem Klasifikasi Merek DJKI.
Bagi pemilik brand, pendaftaran merek sebaiknya dipersiapkan sejak produk mulai dikembangkan. Dengan begitu, nama yang telah digunakan untuk kemasan, pemasaran dan distribusi dapat dipertimbangkan perlindungannya melalui mekanisme pendaftaran merek.
PERMATAMAS siap membantu konsultasi dan pendampingan Jasa HAKI Kelas 10.
KONSULTASI GRATIS
FAQ Jasa HAKI Kelas 10
1. Apakah botol susu bayi termasuk Kelas 10?
Ya. Sistem Klasifikasi Merek DJKI mencantumkan feeding bottles dan baby bottles dalam Kelas 10.
2. Apakah empeng bayi termasuk Kelas 10?
Ya. Terdapat beberapa uraian terkait empeng dan dot bayi dalam daftar Kelas 10 DJKI.
3. Apakah implant gigi termasuk Kelas 10?
Produk implant untuk keperluan gigi atau bedah mulut tercantum dalam Kelas 10, dengan uraian yang perlu disesuaikan dengan jenis produknya.
4. Apakah alat bantu dengar termasuk Kelas 10?
Ya. Kelas 10 mencantumkan berbagai jenis alat bantu dengar, termasuk digital, elektronik, elektrik dan programmable hearing aids.
5. Apakah kruk termasuk Kelas 10?
Ya. Crutches tercantum dalam Sistem Klasifikasi Merek Kelas 10.
6. Apakah pendaftaran merek sama dengan izin edar?
Tidak. Pendaftaran merek dan izin edar merupakan dua aspek legalitas yang berbeda.
7. Apakah merek harus dicek sebelum didaftarkan?
Sangat disarankan. Pemeriksaan awal dapat membantu mengidentifikasi potensi persamaan dengan merek yang sudah ada.
8. Berapa lama layanan PERMATAMAS?
PERMATAMAS menawarkan proses layanan pendampingan 10 hari kerja sesuai cakupan pekerjaan tim. Waktu tersebut bukan jaminan keseluruhan pemeriksaan DJKI.
9. Apakah merek yang sudah terdaftar dapat dialihkan?
Pengalihan merek dapat dilakukan sesuai ketentuan dan prosedur administrasi yang berlaku.
10. Mengapa menggunakan Jasa HAKI Kelas 10?
Pendampingan dapat membantu pemilik usaha dalam pengecekan awal, klasifikasi, uraian barang, persiapan dokumen dan proses pengajuan secara lebih terstruktur.

